SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Bahan Ajar Booklet Tentang Perlawanan Tentara PETA Untuk Pembelajaran Sejarah

Edna Sari Kusuma Dewi

Abstrak


PENGEMBANGANG BAHAN AJAR BOOKLET  TENTANG PERLAWANAN TENTARA PETA  UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH

Edna Sari Kusuma Dewi , Ari Sapto  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang 65145

e-mail: ednasarikusuma@gmail.com

 

ABSTRAK

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar booklet tentang Perlawanan Tentara PETA. Booklet digunakan untuk pembelajaran sejarah pada kelas XI MIPA 3 di SMAN 1 Talun. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa booklet untuk pembelajaran sejarah. Booklet telah melalui validasi ahli materi, ahli media, uji coba produk pada kelompok kecil dan uji pemakaian produk pada kelompok besar. Berdasarkan validasi dan uji coba, booklet dinyatakan sangat valid sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

Kata Kunci: Booklet, Perlawanan Tentara PETA, Kelas XI MIPA 3, SMAN 1 Talun.

ABSTRACT

This research and development is produce Booklet as teaching material with Resistance Army PETA. This research aims to produce a booklet for learning history. Booklet was tried out to material expert validation, media expert validation, product testing in small groups and produc usage testing in large groups. Based on the results of validation and trials, booklet is very valid, so that it can be used in learning history. 

 

Keywords: Booklet, Resistance of the PETA army, Eleventh Grade of Matematic and Sains 3, Senior High School of 1 Talun.

Pembelajaran sejarah dalam penerapannya, tidak terlepas dari suatu kendala. Pada dasarnya, masyarakat umumnya kurang menyadari bahwa sejarah memiliki sifat-sifat yang khas, yang memerlukan ketrampilan istimewa untuk mengajarkannya (Sanjaya, 2008:3). Lebih lanjut lagi, dijelaskan bahwa pengajaran sejarah nyatanya adalah suatu proses yang rumit dan memerlukan kemampuan profesional yang tinggi dalam mengajarkannya. Berdasarkan pernyataan tersebut sudah jelas bahwa guru sejarah harus mampu menjadi profesional dengan merencanakan kegiatan pembelajaran terlebih dahulu sebelum mengajar. Guru sejarah juga harus mampu menentukan bahan ajar yang akan digunakan dalam pembelajaran. Apabila guru sejarah tidak inovatif dalam menentukan bahan ajar, maka akan mengakibatkan pencapaian tujuan terganggu atau bahkan gagal.

Pelaksanaan pembelajaran sejarah di SMAN 1 Talun telah menggunakan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). Hal ini mengikuti Kurikulum 2013 yang telah direvisi. UKBM dapat diakses melalui website sekolah. Permasalahan muncul ketika internet terputus. Adanya kendala seperti listrik padam dan tidak ada paket data, membuat pembelajaran sejarah terhambat. Berdasarkan permasalahan tersebut, penggunaan bahan ajar cetak sangat penting untuk pembelajaran sejarah.

Menurut Prastowo (2013:17) bahan ajar adalah segala bahan baik informasi, alat atau teks yang disusun secara sistematis, menampilkan kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran, misalnya: buku pelajaran, modul, hand out, LKS, model atau maket, bahan ajar audio, bahan ajar interaktif. Secara umum, fungsi bahan ajar bagi guru adalah untuk mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan inti kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa, sedangkan bagi peserta didik bahan ajar akan menjadi pedoman dalam proses kegiatan belajar dan merupakan inti kompetensi yang seharusnya dipelajari. Bahan ajar  juga dapat difungsikan sebagai salah satu alat evaluasi pencapaian hasil dari proses kegiatan pembelajaran (Lestari, 2013:7). Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan menjadi suatu bahan ajar adalah booklet.

Istilah booklet berasal dari buku dan leaflet artinya media booklet merupakan perpaduan antara leaflet dan buku dengan format (ukuran) yang kecil seperti leaflet. Isi booklet menyerupai buku (pendahuluan, isi, penutup), hanya saja cara penyajiannya lebih singkat dari buku (Gustaning, 2014:22). Booklet berukuran kertas A5. Materi yang digunakan dalam booklet adalah materi perlawanan Tentara PETA di Blitar. Peristiwa ini diambil oleh peneliti karena berdasarkan pengamatan di lapangan, materi ini masih belum dijadikan bahan ajar secara khusus. Padahal peristiwa Perlawanan Tentara PETA adalah suatu peristiwa penting yang dulu pernah terjadi di Blitar, sehingga sudah seharusnya guru dan siswa lebih mengenal sejarah di sekitar wilayahnya.

Penelitian terdahulu yang dijadikan acuan oleh peneliti yaitu penelitian Masayu Permatahati (2017) dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dengan judul “Pengembangan Booklet Sejarah Dengan Materi Penunjang Sejarah Lokal Stasiun Peninggalan Belanda di Ponorogo Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Slahung Kabupaten Ponorogo”. Berdasarkan penelitian tersebut dihasilkan validasi ahli materi sebesar 93.75% dan 90,3% dari ahli media, sedangkan hasil angket siswa pada uji coba kelompok kecil diperoleh 79,1% dan 86,9% pada uji coba kelompok besar. Masayu menyarankan agar ada penelitian lebih lanjut terkait perkembangan bahan ajar booklet. Penelitian selanjutnya, Alvida Septianingrum (2017) dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang dengan judul “Pengembangan Media Booklet Biografi K.H. Badris Salam sebagai Tokoh Lokal Penyebar Ajaran Islam Daerah Wates dalam Menunjang Pembelajaran Sejarah Islam di SMAN 1 Wates Kediri”. Pada penelitian tersebut memperoleh hasil validasi ahli materi sebesar 81,8% dan hasil validasi ahli media sebesar 83,3%. Hasil uji coba produk pada kelompok kecil sebesar 78,9% dan hasil pemakaian produk pada uji coba kelompok besar sebesar 86,1%. Kedua penelitian yang telah disebutkan, menyatakan bahwa booklet sebagai bahan ajar maupun media, sangat layak digunakan dalam pembelajaran sejarah. Perbedaan penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah terletak pada perbedaan materi. Tujuan dari penelitian dan pengembangan bahan ajar booklet adalah untuk menghasilkan bahan ajar berupa booklet dengan materi Perlawanan Tentara PETA di Blitar untuk memperkuat pembelajaran sejarah Indonesia.

 

METODE

Penelitian dan pengembangan pendidikan yang diarahkan pada pengembangan produk yang efektif bagi keperluan sekolah merupakan penelitian terapan. Penelitian semacam ini lebih mementingkan perubahan yang membawa perbaikan (what works better), daripada kemengapaannya (why) (Semiawan, 2007:186). Penelitian ini juga bersifat analisis kebutuhan.  Maka untuk membuat sebuah produk harus disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Penelitian dan pengembangan bersifat longitudinal. Maksudnya adalah penelitian ini dapat dilakukan secara bertahap dan terus menerus mengalami perkembangan. Produk pengembangan yang akan dibuat sesuai kebutuhan adalah booklet dengan materi Perlawanan Tentara PETA di Blitar untuk kelas XI di SMAN 1 Talun. Model penelitian dan pengembangan diadaptasi dari Borg and Gall.

Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall (dalam Sugiyono 2016:298) adalah sebagai berikut:

1) Potensi dan masalah,

2) Pengumpulan data,

3) Desain produk,

4) Validasi desain,

5) Revisi desain,

6) Uji coba produk,

7) Revisi produk,

8) Uji pemakaian,

9) Revisi produk,

10) Produksi masal.

Dalam melakukan penelitian dan pengembangan ini, peneliti memodifikasi model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Peneliti menghapus satu tahapan yaitu tahap produksi masal. Hal ini dilakukan peneliti karena menurut peneliti, langkah-langkah hasil modifikasi yang dilakukan peneliti sudah cukup memenuhi tujuan dari penelitian. Keterbatasan waktu dan biaya juga dijadikan pertimbangan oleh peneliti ketika mengambil keputusan untuk memodifikasi langkah-langkah penelitian dari Borg and Gall. Langkah-langkah hasil modifikasinya adalah sebagai berikut:

1) Analisis kebutuhan,

2) Penyusunan draft produk,

3) Validasi ahli materi dan ahli media/produk,

4) Revisi draft produk,

5) Uji coba produk,

6) Revisi Produk,

7) Uji pemakaian produk,

8) Penyempurnaan produk.

Booklet divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, selanjutnya diujicobakan pada kelompok kecil dan uji pemakaian pada kelompok besar. Materi pada Booklet divalidasi oleh ahli materi yaitu Bapak Arif Subekti, S.Pd., M.A selaku dosen Sejarah FIS UM dan Ibu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd., (dosen Sejarah FIS UM) sebagai validator ahli media/produk. Uji coba produk dilakukan pada 10 siswa di kelas XI MIPA 3, kemudian uji pemakaian produk dilakukan pada 35 siswa di kelas XI MIPA 3.

Instrumen pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah berupa wawancara dan hasil angket. Wawancara dilakukan kepada Ibu Dra. Mugen Mangastuti, M.Pd., selaku Guru Mata Pelajaran Sejarah di SMAN 1 Talun. Wawancara digunakan peneliti sebagai instrumen penelitian karena dianggap dapat menggali informasi lebih mendalam kondisi di lapangan. Wawancara ini dilakukan pada observasi awal atau pada tahap analisis kebutuhan. Instrumen kedua adalah hasil angket dari validasi ahli materi dan ahli media/produk, serta hasil angket dari uji coba produk dan uji pemakaian produk.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data berupa kritik dan saran dari lembar validasi ahli media dan ahli materi, sedangkan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang berupa skor penilaian yang didapatkan dari lembar validasi ahli dan angket bahan ajar booklet siswa. Berikut rumus yang digunakan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat validitas materi, media, uji coba produk dan uji pemakaian produk menurut (Arikunto, 1989:353), yaitu:

X=  Σx/Σxi  x 100 %

Keterangan :

X  : Presentase hasil kelayakan

Σx : Jumlah skor jawaban Responden

Σxi : Jumlah Skor Maksimal

100%  : Konstanta

Setelah melalui proses perhitungan sesuai dengan perhitungan rumus diatas, maka tingkat validitas dapat dilihat melalui tabel berikut.

Tabel 1.1 Analisis Presentase Hasil Validasi, Uji Coba Produk, & Uji Pemakaian Produk

No. Kriteria Validitas Tingkat Validitas

1. 85,01 % - 100 % Sangat Valid, atau dapat digunakan tanpa revisi

2. 70,01 % - 85,00 % Cukup Valid, atau dapat digunakan namun dengan revisi kecil

3. 50,01 % - 70,00 % Kurang Valid, disarankan tidak dipergunakan karena perlu revisi besar

4. 01,00 % - 50,00 % Tidak Valid, atau tidak boleh dipergunakan

(Sumber: Akbar, 2013: 41)

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jika produk memperoleh hasil presentase sebesar lebih dari 85,01 % maka dinyatakan sangat valid dan tidak memerlukan revisi. Sedangkan jika mendapat hasil presentase kurang dari 85,01 % maka dinyatakan cukup valid dan masih memerlukan revisi sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar di sekolah.

 

HASIL

Hasil Uji Coba Bahan Ajar Booklet

Validasi bahan ajar booklet dilakukan oleh orang yang ahli dalam bidang materi dan media/produk. Validasi bertujuan untuk memperoleh data berupa kualitas bahan ajar booklet. Setelah divalidasi, booklet diujicobakan pada kelompok kelompok kecil dan kelompok besar.

 

Validasi oleh ahli materi

Validasi ahli materi dilakukan oleh Bapak Arif Subekti, S.Pd., M.A. Validasi ini menggunakan instrumen angket dengan 15 butir penilaian dan kolom kritik serta saran. Hasil validasi ahli materi diperoleh presentase sebesar 90% dengan kriteria Sangat Valid sehingga booklet dapat digunakan tanpa revisi.

 

Validasi oleh ahli media/produk

Validasi ahli media/produk dilakukan oleh Ibu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd. Instrumen yang digunakan pada validasi ini adalah angket dengan 13 butir pertanyaan dilengkapi dengan kolom kritik dan saran. Hasil angket validasi media diperoleh presentase sebesar 98,07%, sehingga booklet yang dikembangkan oleh peneliti termasuk dalam kriteria “Sangat Valid, atau dapat digunakan tanpa revisi”.

 

Uji coba produk

Uji coba produk dilakukan pada kelompok kecil di kelas XI MIPA 3. Sejumlah 10 orang siswa diberikan angket untuk menilai bahan ajar booklet. Pada uji coba produk, memperoleh hasil presentase sebesar 77,75% dengan kriteria cukup valid. Dengan demikian, booklet dapat digunakan dengan revisi kecil.

 

Uji pemakaian produk

Uji pemakaian produk dilakukan pada tahap selanjutnya setelah produk direvisi. Uji ini melibatkan 35 siswa di kelas XI MIPA 3. hasil angket bahan ajar booklet yang tercantum dalam tabel 4.7, diperoleh presentase sebesar 85,5%. Hasil uji pemakaian produk tergolong pada kriteria sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. 

 

Revisi Produk

Booklet direvisi untuk memperbaiki kualitas bahan ajar supaya layak digunakan. Pertama, kritik dan saran yang diberikan oleh ahli materi adalah sebagai berikut:

1) Mengganti tulisan Osamu seirei pada halaman 3 dengan huruf kapital menjadi Osamu Seirei,

2) Menambah kata (sic) pada kata “Syowa” (halaman 3) karena merupakan istilah yang tidak lazim digunakan namun ditulis oleh penulis dalam buku,

3) Mengganti tulisan “Orang Indonesia” pada halaman 10 menjadi “orang Indonesia”,

4) Mengubah penulisan kata “mempengaruhi” pada halaman 17 menjadi “memengaruhi”. Kemudian peneliti melakukan revisi yang disesuaikan dengan kritik dan saran yang disampaikan oleh ahli materi tersebut.

Revisi yang kedua dilakukan berdasarkan kritik dan saran yang diberikan oleh ahli media. Adapun kritik dan saran yang diberikan oleh ahli media adalah sebagai berikut:

1) Mengubah warna background menjadi lebih terang,

2) Mengganti jenis kertas yang semula Art Paper menjadi HVS karena dianggap terlalu silau,

3) Memperbaiki Kompetensi Dasar dan Tujuan Pembelajaran karena dianggap belum sesuai,

4) Memperbesar font ukuran huruf pada halaman 14 karena terlalu kecil,

5) Ilustrasi pada buku yang semula hitam putih, akan lebih bagus jika diganti dengan yang berwarna.

Revisi ketiga dilakukan berdasarkan kritik dan saran yang diberikan oleh siswa pada uji coba produk (uji kelompok kecil). Pada uji coba ini, ada kritik dan saran yang digunakan peneliti untuk merevisi produknya. Peneliti melakukan revisi pada halaman yang tercetak terbalik. Selanjutnya, revisi keempat dilakukan peneliti berdasarkan kritik dan saran yang diperoleh pada uji pemakaian produk (uji kelompok besar). Peneliti merevisi dengan menambah satu halaman tambahan yaitu mengenai foto tokoh-tokoh perlawanana PETA. Booklet yang telah direvisi beberapa kali, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini telah sangat valid sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

PEMBAHASAN

Pengembangan Bahan Ajar Booklet

Hasil penilaian yang diberikan oleh ahli materi, mendapatkan presentase sebesar 90%. Presentase tersebut masuk dalam kriteria Sangat Valid sehingga booklet dapat digunakan tanpa revisi. Hasil validasi selanjutnya adalah validasi ahli produk/media. Hasil validasi ini mendapatkan perolehan presentase sebesar 98,07%. Presentase tersebut digolongkan dalam kriteria sangat valid, sehingga dapat digunakan tanpa revisi.

Berdasarkan penilaian yang diberikan oleh ahli validasi materi dan ahli validasi produk/media, maka dapat dikatakan bahwa bahan ajar booklet dapat digunakan untuk proses selanjutnya tanpa revisi. Meskipun demikian, peneliti tetap melakukan revisi sesuai dengan kritik dan saran yang telah diberikan oleh ahli materi maupun ahli produk/media. Setelah melakukan revisi, bahan ajar booklet dicetak untuk kemudian dilakukan uji coba produk. 

 

Uji Coba Produk

Hasil angket yang diberikan pada uji coba produk di 10 orang siswa memperoleh hasil presentase sebesar 77,75% dengan kriteria cukup valid. Berdasarkan hasil presentase tersebut, booklet memperoleh respon baik dari siswa dan dapat digunakan dengan melakukan revisi kecil.

 

Uji Pemakaian Produk

Uji pemakaian produk dilakukan pada 35 siswa di Kelas XI MIPA 3. Hasil uji pemakaian produk memperoleh presentase sebesar 85,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa memberikan tanggapan yang baik. Jumlah presentase tersebut, dapat disimpulkan bahwa booklet dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah tanpa revisi.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Produk hasil pengembangan pada penelitian ini berupa bahan ajar dalam bentuk cetak, yaitu Booklet Perlawanan Tentara PETA di Blitar. Booklet yang dikembangkan oleh peneliti disesuaikan untuk menempuh dua kompetensi dasar oleh siswa kelas XI pada tingkat SMA/MA, yaitu 3.5 menganalisis sifat pendudukan Jepang dan respon bangsa Indonesia dan 4.5 menalar sifat pendudukan Jepang di Indonesia serta menyajikannya dalam bentuk cerita sejarah. Penelitian ini didasarkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Peneliti melakukan tahap awal yaitu berupa analisis kebutuhan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan di lapangan. Peneliti mengambil data dengan melakukan wawancara terhadap guru mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Talun. Wawancara adalah salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Sudaryono, 2018:212).

Pembelajaran sejarah di SMAN 1 Talun, telah berbasis teknologi. Siswa belajar melalui Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang dapat diakses melalui website sekolah. Kondisi seperti ini, di satu sisi mempermudah siswa, akan tetapi juga dapat menghambat pembelajaran yang sedang berlangsung. Apabila terjadi gangguan pada koneksi internet, maka akan mengakibatkan siswa tidak dapat mengakses bahan ajar yang terdapat dalam website. Berdasarkan permasalahan tersebut, sangat perlu bahan ajar cetak sebagai penunjang pembelajaran. Peneliti memilih booklet sebagai bahan ajar cetak karena dianggap mampu mempermudah siswa dalam belajar sehingga dapat mengatasi permasalahan yang terjadi.

Pada penilitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan model penelitian dan pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. Langkah awal yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, selanjutnya menyusun draft produk. Draft yang telah disusun kemudian divalidasi oleh ahli materi dan ahli media/produk agar selanjutnya dilakukan revisi yang sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan. Hasil validasi yang diberikan oleh ahli materi dan ahli media/produk mendapatkan kriteria sangat valid, sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah tanpa revisi. Meskipun hasil yang diperoleh dari para ahli mendapatkan kriteria sangat valid, namun peneliti tetap melakukan revisi sesuai dengan kritik dan saran yang diberikan. Selanjutnya, pada saat uji coba produk dan uji pemakaian produk, peneliti juga melakukan revisi agar produk yang dihasilkan lebih baik.

 

Saran

Saran pemakaian bahan ajar booklet berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan adalah sebagai berikut:

 

Saran Pemanfaatan

Pemanfaatan booklet ini adalah sebagai salah satu bahan ajar pembelajaran sejarah untuk belajar materi mengenai Perlawananan Tentara PETA di Blitar. Guru dan siswa diharapkan dapat lebih mudah belajar melalui bahan ajar booklet. Penjelasan di dalam booklet dibuat lebih ringkas serta dilengkapi dengan bagan, timeline, peta, ilustrasi, dan foto-foto tokoh diharapkan mampu membantu guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

 

Saran Diseminasi

Produk yang dikembangkan oleh peneliti, disebarluaskan kepada guru Mata Pelajaran Sejarah di SMAN 1 Talun dan diserahkan kepada pihak Perpustakaan SMAN 1 Talun. Kemudian, Booklet ini akan disebarluaskan melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Penyebarluasan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih maksimal pada guru dan siswa dalam menggunakan booklet.

 

Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Bahan ajar booklet dapat dimanfaatkan untuk penunjang pembelajaran sejarah di kelas. Penelitian pengembangan bahan ajar ini perlu dikembangkan dengan materi yang lain. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan booklet dengan desain yang lebih menarik.

 

DAFTAR RUJUKAN

Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Arikunto, S. 1989. Manajemen Penelitian. Jakarta: Depdikbud, Dirjen PT. Borg, W.R & Gall, M.D. 1989. Educational Research: An Introduction. New York: Longman.

 

Gustaning, G. 2014. Pengembangan Media Booklet Menggambar Macam-macam Celana pada Kompetensi Dasar Menggambar Celana Siswa SMKN 1 Jember. Skripsi (Online). Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Teknik Boga dan Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. (http://eprints.uny.ac.id/29300/1Guni%20Gustaning%2010513244017.pdf) diakses pada 28 November 2018.Lestari, I. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi (Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Padang: Akademia Permata. Prastowo, A. 2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jogjakarta: Diva Press. Sanjaya, W. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media. Semiawan, C.R. 2007. Catatan Kecil Tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Kencana. Sudaryono. 2018. Metodologi Penelitian. Depok. Rajagrafindo Persada. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.