SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Booklet Flipbook Maker Peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam Peneguhan Asas Tunggal Pancasila 1983-1984 untuk Siswa Kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Situbondo

Mely Oviani Putri

Abstrak


Pengembangan Booklet Flipbook Maker Peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam Penerapan Asas Tunggal Pancasila untuk Siswa Kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Situbondo

Mely Oviani Putri Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia

Email: Melyoviani2@gmail.com

 

RINGKASAN:

Penelitian ini mengembangkan booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila untuk siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Situbondo. Menggunakan jenis penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sugiyono, dimulai dengan menemukan potensi dan masalah dan diakhiri dengan produksi akhir. Hasil dari uji coba produk menyatakan kelayakan produk 93%. Hasil itu menunjukkan bahwa media ini layak digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

Keywords:  K.H.R As’ad Syamsul Arifin, media, booklet

 

Pendahuluan

Sejarah adalah rekonstruksi masa lampau untuk membangun masa depan melalui masa lalu (Kuntowijoyo, 2013:13). Sejarah yang dipelajari masyarakat umum selama ini adalah sejarah nasional, belum banyak masyarakat yang mengetahui dari pentingnya sejarah dalam lingkup lebih sempit yaitu sejarah lokal. Peran sebenarnya merupakan bagian dari sejarah nasional, hanya saja ruang lingkup yang dibahas lebih sempit misalnya peristiwa sejarah perjuangan tokoh lokal yang ada di Kabupaten Situbondo. Perjuangan tokoh lokal yang ada di Kabupaten Situbondo ini dapat disebut sebagai peran dikarenakan hanya terjadi di satu tempat namun memiliki dampak yang besar dalam lingkup provinsi dan nasional.

Ruang peran merupakan lingkup geografis yang dapat dibatasi sendiri oleh sejarawan dengan alasan yang dapat diterima oleh semua orang (Priyadi, 2012:7). Peran yang merupakan bagian dari sejarah nasional menjadi salah satu sumber penjelas dari keadaan di daerah tertentu pada saat terjadinya peristiwa yang bersifat nasional. Sebagai salah satu contohnya, peran K.H.R As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila dan kemudian Pemerintah mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1985 tentang organisasi kemasyarakatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan keikutsertaan secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan masyarakat Pancasila berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dalam rangka menjamin pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa. Sayangnya, perjuangan yang dilakukan oleh K.H.R. As’ad Syamsul Arifin belum banyak diketahui masyarakat secara umum terutama siswa sebagai generasi muda.

Hal ini disebabkan karena tidak adanya media pembelajaran tentang peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila tahun 1983-1984, sehingga membuat siswa tidak mengetahui bahwa peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin pada masa Orde Baru. Berdasarkan dari permasalahan ini peneliti mengembangkan booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila untuk siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Situbondo. Pemilihan sekolah karena SMA Negeri 1 Situbondo adalah sekolah yang secara umum cukup baik di Situbondo selain itu siswa SMA Negeri 1 Situbondo boleh menggunakan smartphone android untuk keperluan belajar mengajar di dalam kelas.

 

Metode

Langkah-langkah dari model pengembangan Sugiyono yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan booklet flipbook maker adalah sebagai berikut:

(1) Potensi dan Masalah,

(2) Pengumpulan Data,

(3) Desain Produk dan Materi,

(4) Validasi Desain dan Materi,

(5) Revisi Desain dan Materi

(6) Uji Coba Produk

(7) Revisi Produk

(8) Uji Coba Pemakaian Produk,

(9) Revisi Produk,

(10) Produksi Akhir (Sugiyono, 2015:409).

Oleh karena itu adanya penyesuaian dalam penelitian dan pengembangan maka peneliti memodifikasi dari langkah Sugiyono yang asli, peneliti memodifikasi sepuluh langkah yang telah dijabarkan oleh Sugiyono tersebut. Ketika penelitian dan pengembangan peneliti hanya berhenti pada produksi akhir tanpa produksi masal. Sebab dalam penelitian produk yang dibuat berbentuk softfile sehingga tidak perlu adanya produk masal. Dalam penggunaan masal cukup mengirim produk kepada peserta didik. Berikut ini langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Sugiyono yang telah dimodifikasi untuk acuan sebagai langkah penelitian dan pengembangan. Adapun bagannya sebagai berikut:

Bagan 1 Langkah-langkah pengembangan model Sugiyono (2015:409) yang telah disesuaikan dengan kebutuhan.

 

Hasil

Analisa data berupa mengalisa data dalam uji coba produk yang telah digunakan. Data tersebut penting untuk mengetahui seberapa besar efektif dan berguna dalam proses pembelajaran sejarah dengan memanfaatkan produk berupa booklet flipbokk maker ini. Adapun rumus menurut Akhbar (2017:82)  sebagai berikut:

P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

Adapun keterangan dari rumus tersebut adalah

P=  Persentase

∑x = Jumlah Jawaban validator dalam satu komponen

∑x1 = Jumlah Skor maksimum dalam satu komponen

100% = Konstanta

Analisis data angket validasi digunakan untuk megetahui kelayakan dari media pembelajaran. Penentuan layak tidaknya media pembelajaran ini dapat dilihat dari tabel 1 berikut.

Tabel 1 Kriteria Validalitas Menurut Ahli

Tingkat Kriteria Keterangan

86%-100% Sangat Valid Sangat Baik digunakan

71%-85% Valid Boleh digunakan dengan revisi kecil

56%-70% Cukup Valid Boleh digunakan setelah direvisi besar

41%-55% Kurang Valid Tidak boleh digunakan

25%-40% Tidak Valid Tidak boleh digunakan

(Sumber: Akbar, 2017: 78)

Tabel 2 Kriteria Efektifitas Produk Menurut Siswa

Tingkat Kriteria

81,00% - 100,00% Sangat Efektif

61,00% - 80,00% Cukup Efektif

41,00% - 60,00% Kurang Efektif

21,00% - 40,00% Tidak Efektif

00,00% - 20,00% Sangat Tidak Efektif

(Sumber: Akbar, 2017: 78)

Berdasarkan hasil validasi materi diatas mendapatkan nilai sebesar 72 dengan jumlah nilai ideal 76, selanjutnya data dihitung untuk mengetahui persentase nilai validasi materi. Berdasarkan rumus menghitung persentase data penilaian dan tanggapan dari ahli materi, menurut Akbar (2017:82), (∑x) menyatakan jumlah nilai dari ahli materi, (∑x1) menyatakan jumlah nilai ideal yang bisa dicapai. Perhitungan persentase yang diperoleh apabila jumlah nilai jawaban dibagi dengan jumlah nilai ideal, kemudian dibagi dengan konstanta sebesar 100%. Berikut perhitungan rata-rata persentasenya.

P=  (∑x)/(∑x1) x100%

P=  72/76 x100%

P= 0,95 x100%

P= 95%

Jadi, data kuantitatif prhitungan rata-rata persentase dari nilai validasi ahli materi adalah 95%. Hasil perhitungan tersebut yaitu pada aspek pnilaian pendahuluan mendapatkan nilai sebesar 12 dengan jumlah nilai ideal sebesar 12, pada aspek penilaian pebelajaran mendapatkan nilai sebesar 12 dengan jumlah nilai ideal sebesar 12, pada aspek penilaian isi mendapatkan nilai sebesar 41 dengan jumlah nilai ideal sebesar 44, pada aspek penilaian tugas/evaluasi mendapatkan nilai sebesar 7 dengan jumlah nilai ideal sebesar 8. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut digunakan untuk menghitung persentase materi pada media pembelajaran dilihat dari setiap aspek yang akan dipaparkan pada tabel 1 berikut ini.

Tabel 3 Perhitungan Persentase Validasi Materi, Dilihat dari Berbagai Aspek

Aspek Pendahuluan Aspek Pembelajaran

P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  12/12  x 100%

P= 1 x 100%

P= 100% P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  12/12  x 100%

P= 1 x 100%

P= 100%

Aspek Isi Aspek Tugas atau Evaluasi

P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  41/44  x 100%

P= 0,93 x 100%

P= 93% P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  7/8  x 100%

P= 0,87 x 100%

P= 87%

(Sumber: Analisis persentase dari hasil validasi materi, 2019)

Hasil perhitungan persentase validasi materi menghasilkan persentase sebesar 95%. Dengan persentase sebesar 95% menunjukkan produk media pembelajaran sangat valid sesuai dengan kriteria validalitas (lihat tabel 1). Selain dari hasil penilaian yang diberikan dari validator materi dalam bentuk data kuantitatif, juga terdapat komentar dan saran yang diberikan oleh Lutfiah Ayundasari S.Pd., M.Pd selaku validator materi terkait dengan revisi materi.

Selain melakukan validasi materi, peneliti juga melakukan proses validasi media kepada dosen Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang, dari data validasi validasi media diatas mendapatkan nilai sebesar 64 dengan jumlah nilai ideal 72, selanjutnya data dihitung untuk mengetahui persentase nilai validasi media. Berdasarkan rumus menghitung persentase data penilaian dan tanggapan dari ahli media, menurut Akbar (2017:82), (∑x) menyatakan jumlah nilai dari ahli materi, (∑x1) menyatakan jumlah nilai ideal yang bisa dicapai. Perhitungan persentase yang diperoleh apabila jumlah nilai jawaban dibagi dengan jumlah nilai ideal, kemudian dibagi dengan konstanta sebesar 100%. Berikut perhitungan rata-rata persentasenya.

P=  (∑x)/(∑x1) x100%

P=  64/72 x100%

P= 0,88 x100%

P= 88,8%

Jadi, data kuantitatif prhitungan rata-rata persentase dari nilai validasi ahli materi adalah 88,8%. Selain data persentase dari hasil validasi juga dihitung nilai rata-rata persentase dari setiap aspek penilaian produk media pembelajaran oleh ahli media. Hasil perhitungan tersebut yaitu pada aspek penilaian fisik atau tampilan mendapatkan nilai sebesar 25 dengan jumlah nilai ideal sebesar 28, pada aspek penilaian pendahuluan mendapatkan nilai sebesar 12 dengan jumlah nilai ideal sebesar 12, pada aspek penilaian pemanfaatan mendapatkan nilai sebesar 11 dengan jumlah nilai ideal sebesar 12, pada aspek penilaian kualitas teknis aplikasi mendapatkan nilai sebesar 20 dengan jumlah nilai ideal sebesar 24. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut digunakan untuk menghitung persentase materi pada media pembelajaran dilihat dari setiap aspek yang akan dipaparkan pada tabel 2 berikut ini.

Tabel 2 Perhitungan Persentase Validasi Media, Dilihat dari Berbagai Aspek

Aspek Fisik atau Tampilan Aspek Pendahuluan

P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  25/28  x 100%

P= 0,89 x 100%

P= 89% P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  12/12  x 100%

P= 1 x 100%

P= 100%

Aspek Pemanfaatan Aspek Kualitas Teknis Aplikasi

P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  11/12  x 100%

P= 0,91 x 100%

P= 91% P=  (∑x)/(∑x1) x 100%

P=  20/24  x 100%

P= 0,83 x 100%

P= 83%

(Sumber: Analisis persentase dari hasil validasi media , 2019)

Hasil perhitungan persentase validasi media menghasilkan persentase sebesar 88,8%. Dengan persentase sebesar 88,8% menunjukkan produk media pembelajaran sangat valid sesuai dengan kriteria validalitas (lihat tabel 1) dan dapat diuji cobakan setelah revisi produk.

Respon siswa pada uji coba awal kelompok kecil menunjukkan nilai yang cukup merata persentasenya. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa penilaian pada aspek fisik atau tampilan mendapatkan nilai 174 dengan persentase 96%,  pada penilaian aspek pendahuluan mendapatkan nilai 71 dengan persentase 95%,  pada penilaian pemanfaatan mendapatkan nilai 70 dengan persentase 97%,  pada penilaian aspek kualitas teknis aplikasi mendapatkan nilai 172 dengan persentase 95%,  pada penilaian aspek isi mendapatkan nilai 173 dengan persentase 96%,  pada penilaian aspek tugas atau evaluasi mendapatkan nilai 67 dengan persentase 93%. Berdasarkan rumus menghitung persentase uji efektifitas dengan subjek uji coba awal kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 96%. Sehingga secara mayoritas pada subjek uji coba kelompok kecil ini kriteria efektifitas produk media pembelajaran tergolong sangat efektif sesuai dengan kriteria efektifitas (lihat tabel 2).

Data kualitatif didapatkan berdasarkan komentar dari subjek ujicoba produk (kelompok kecil) yang berjumlah 9 orang. Ada salah satu responden peserta didik atas nama Al Humam memberikan penilaian 75, penilaian tersebut menjadi penilaian terendah jika dibandingkan dengan kedelapan responden siswa lainnya yang memberikan diatas 80. Salah satu alasan dari rendahnya penilaian Al Humam adalah gambar dan foto kurang banyak dan terdapat kesalahan dalam penulisan di media pembelajaran, hal demikian diketahui dari pesan yang disampaikan pada bagian kritik dan saran yang disediakan di dalam instrumen angket uji coba efektifitas produk pada uji coba kelompok kecil. 

Setelah melakukan revisi uji coba kelompok kecil selanjutnya peneliti melakukan uji coba kelompok besar, respon siswa pada uji coba pemakaian kelompok besar menunjukkan jumlah nilai yang cukup merata persentasenya. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa pada penilaian aspek fisik atau tampilan mendapatkan nilai 578 dengan persentase 93%, pada penilaian aspek pendahuluan mendapatkan nilai 226 dengan persentase 91%, pada penilaian aspek pemanfaatan mendapatkan nilai 236 dengan persentase 95%, pada penilaian aspek kualitas teknis mendapatkan nilai 577 dengan persentase 93%, pada penilaian aspek isi mendapatkan nilai 587 dengan persentase 94%, sedangkan pada penilaian aspek tugas atau evaluasi mendapatkan nilai 229 dengan persentase 92%. Berdasarkan rumus menghitung persentase uji efektifitas dengan subjek uji coba pemakaian kelompok besar diperoleh persentase sebesar 93%. Dengan persentase sebesar 93% menunjukkan bahwa produk media pembelajaran tergolong sangat efektif sesuai dengan kriteria efektifitas (lihat tabel 2) sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah. Selain berdasarkan data yang berbentuk kuantitatif, terdapat data dalam bentuk kualitatif. Data kualitatif didapatkan berdasarkan komentar dari subjek ujicoba pemakaian (kelompok besar) yang berjumlah 31 orang. Selain data kuantitatif seperti diatas, dalam penelitian ini juga diperoleh data kualitatif dari catatan-catatan yang diberikan oleh siswa ketika mengisi angket masing-masing. Mayoritas siswa mengisi kritik dan saran yang hampir sama, ada juga yang memberikan dukungan kepada peneliti untuk mengembangkan produknya, memberikan pujian, memberikan saran mengenai materi dan aplikasi, dan ada juga yang memberi saran mengenai kekurangan produk peneliti.

 

Pembahasan

Pengembangan booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila memiliki tujuan untuk dapat digunakan siswa dan guru pada proses pembelajaran, karena selama ini belum ada media pembelajaran peran khususnya K.H.R. As’ad Syamsul Arifin. Menurut Angkowo & Kosasih (2007:34) media pembelajaran memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.

Hasil dari uji coba produk (kelompok kecil) dan uji coba pemakaian (kelompok besar) di kelas XII IPS 1 SMAN 1 Situbondo menunjukkan hasil penilaian booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila yang baik. Hasil uji coba pemakaian kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 96% sedangkan uji coba pemakaian kelompok besar diperoleh persentase sebesar 93% sehingga dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kualitas booklet flipbook maker sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.

Materi yang dikembangkan dalam booklet flipbook maker juga dekat dengan lokasi belajar siswa. Menurut Widja (1989: 62) menyatakan, Dalam pengajaran sejarah, untuk membantu murid lebih memahami suatu peristiwa dengan lebih baik dan lebih menarik, tentu saja peninggalan sejarah itu akan sangat membantu guru sejarah dalam tugasnya, yang mana ini bisa dimengerti karena melalui jejak-jejak itu murid akan lebih mudah memvisualisasikan peristiwanya.

Peneliti memilih booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila sebagai bentuk dari media pembelajaran yang dapat digunakan siswa dan guru pada saat pembelajaran berlangsung. Booklet flipbook maker dipilih sesuai dengan kondisi siswa yang belum mengetahui peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin sehingga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Selain itu diperbolehkannya penggunaan smartphone android untuk kegiatan pembelajaran mendukung penggunaan media booklet flipbook maker. Penggunaan media booklet flipbook maker sangat inovatif mengikuti perkembangan teknologi dan mudah dibawa kemana saja sehingga memudahkan siswa memahami sejarah lokalnya. Booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila sebagai media pembelajaran sejarah telah diuji dalam 4 tahap yaitu validasi materi (ahli materi), validasi media (ahli media), ujicoba produk (kelompok kecil), dan ujicoba pemakaian (kelompok besar). Hasil dari 4 tahap ujicoba tersebut menyatakan bahwa peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.

Peneliti melakukan identifiksi Kurikulum 2013 untuk memenuhi tingkat kelayakan pada produk booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila 1983-1984. Menurut K13 materi peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila masuk pada kompetensi dasar 3.5 untuk kelas XII yang membahas tentang perkembangan kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada masa Orde Baru dengan sub materi pokok peran tokoh lokal K.H.R As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila 1983-1984.

Peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila merupakan materi baru dan termasuk dalam materi peran di Kabupaten Situbondo. Dalam proses penulisan materi ini peneliti menggunakan prosedur penelitian sejarah dan menggunakan sumber-sumber yang relevan terkait materi tersebut, penyusunan materi dilakukan secara hati-hati supaya ketika pembaca terutama siswa tidak bingung dan menimbulkan maka ganda. Peneliti menyusun materi disesuaikan dengan kondisi dan bahasa yang mudah dimengerti oleh siswa terutama kelas XII.

Berdasarkan dari hasil uji validasi materi didapatkan hasil bahwa booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila sangat layak digunakan sebagai materi pada media pembelajaran sejarah siswa tingkat SMA. Sedangkan untuk uji validasi media didapatkan hasil bahwa booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah belajar siswa tingkat SMA. Selain dari hasil validasi materi dan media, peneliti melakukan ujicoba produk (kelompok kecil) dan ujicoba pemakaian (kelompok besar) dari media pembelajaran sejarah. Ujicoba produk (kelompok kecil) dan ujicoba pemakaian (kelompok besar) didapatkan hasil bahwa tujuan dari pengembangan produk telah tercapai. Banyaknya siswa yang memberikan komentar positif dan menunjukkan ketertarikan terhadap booklet flipbook maker maka, siswa yang awalnya belum mengetahui peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila sudah mengetahui peran Pahlawan Nasional yang ebrasal dari Situbondo tersebut.

 

Kesimpulan

Gelar pahlawan diberikan untuk menghargai dan memberikan kehormatan yang tinggi atas jasa-jasa yang luar biasa yang semasa hidupnya ketika masa Orde Baru K.H.R As’ad Syamsul Arifin sebagai peneguh asas tunggal Pancasila. Tidak tersedianya media pembelajaran tentang tokoh lokal K.H.R As’ad Syamsul Arifin membuat siswa tidak mengetahui peran K.H.R As’ad Syamsul Arifin, umumnya pengetahuan siswa sebatas K.H.R As’ad Syamsul Arifin sebagai pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Oleh karena itu peneliti mengembangkan booklet flipbook maker peran K.H.R. As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan asas tunggal Pancasila untuk siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Situbondo. Pada proses validasi, diperoleh hasil validasi materi sebesar 95% dan hasil validasi media sebesar 88,8%. Berdasarkan data kualitatif mendapatkan kriteria valid namun masih perlu melakukan revisi berdasarkan komentar dan saran dari validator. Kemudian pada uji coba produk kecil memperoleh 96% dan memperoleh 93% pada kelompok besar. Berdasarkan data kualitatif mendapatkan kriteria efektif namun masih perlu dilakukan revisi berdasarkan komentar dan saran dari penilaian siswa. Kesimpulannya yaitu tujuan penelitian ini telah terbukti dengan dihasilkannya media pembelajaran booklet dan media pembelajaran booklet telah valid dan efektif digunakan dalam pemebelajaran sejarah. Saran bagi pengembang lainnya serta melakukan inovasi dan meningkatkan kreativitas dalam mengemas materi menjadi bahan ajar yang menarik.

 

Saran

Saran Pemanfaatan Produk

Pemanfaatan dikelas secara individu sangat efektif sehingga siswa lebih fokus dan tidak bersenda gurau dengan siswa yang lainnya, sehingga waktu pembelajaran sejarah lebih efisien. Selain itu media pembelajaran ini diharapkan mampu menjadi perantara antara guru dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran, sehingga dengan begitu tujuan pembelajaran dapat tercapai.

 

Saran Deseminasi Produk

Dalam pengembangan produk media pembelajaran ini agar dapat digunakan dengan skala besar baik secara kelompok maupun individu agar mengetahui informasi terkait produk media pembelajaran ini beberapa hal yang perlu dilakukan misalnya:

 

Penyebaran informasi dapat dilakukan dengan adanya guru matapelajaran sejarah dengan siswa.

Dalam tahap pengenalan terhadap media pembelajaran perlu dilakukan memberitahukan ataupun menginformasikan bahwa media pembelajaran booklet flipbook maker hanya dapat digunakan oleh siswa kelas XII IPS 1 SMAN 1 Situbondo pada matapelajaran sejarah Indonesia materi  perkembangan kehidupan politik dan ekonomi pada masa Orde Baru dengan sub tema peran tokoh lokal K.H.R As’ad Syamsul Arifin dalam peneguhan Asas Tunggal Pancasila 1983-1984.

 

Saran Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Meskipun presntase dan keefektifan produk media pembelajaran booklet  flipbook maker tergolong sebagai produk media pembelajaran yang sangat efektif dan sangat vilid, bukan berarti produk ini dikatakan sempurna tanpa perbaikan, namun tidak menutup kemungkinan memiliki kekurangan. Hal demikian dikarenakan terus berkembangnya teknologi. Adanya perkembangan teknologi juga menuntut untuk lebih semangat lagi mendidik anak bangsa terutama dalam bidang pembelajaran.

 

Daftar Rujukan

Akbar, S. 2017. Instrumen perangkat pembelajaran. Bandung, Indonesia: PT.      Remaja. Angkowo, R. & Kosasih, A. 2017. Optimalisasi Media Pembelajaran. Jakarta: Grasindo. Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana. Priyadi, Sugeng. 2012. SEJARAH LOKAL: KONSEP, METODE DAN TANTANGAN. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung:  Alfabeta. Widja, I. 1989. Dasar-dasar Pengembangan Strategi Serta Metode Pengajaran  Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat  Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan  Tenaga Kependidikan.