SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO, MATERI DAN KUIS SEJARAH (VIMAKS) BERBASIS APLIKASI ANDROID DALAM MATERI PERJUANGAN ORGANISASI PERGERAKAN KEBANGSAAN KELAS XI MA BILINGUAL BATU

Moh Fatih Wahyu Roziqi

Abstrak


PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO, MATERI DAN KUIS SEJARAH (VIMAKS) BERBASIS APLIKASI ANDROID DALAM MATERI PERJUANGAN ORGANISASI PERGERAKAN KEBANGSAAN KELAS XI MA BILINGUAL BATU

Moh. Fatih Wahyu Roziqi Joko Sayono Universitas Negeri Malang

 

ABSTRAK

Sejarah merupakan matapelajaran yang memiliki fungsi untuk menyadarkan adanya proses perubahan dan perkembangan masyarakat dalam dimensi waktu untuk membangun perspektif serta kesadaran sejarah dalam menemukan, memahami, dan menjelaskan jati diri bangsa ditengah perubahan dunia. Namun kenyataannya, pada saat pembelajaran berlangsung peserta didik kurang tertarik pada pelajaran sejarah. Masalah tersebut disebabkan kurangnya inovasi pada media pembelajaran yang ada pada matapelajaran sejarah. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan dan mengembangkan media pembelajaran video, materi dan kuis sejarah (Vimaks) berbasis aplikasi android dalam materi perjuangan organisasi pergerakan kebangsaan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli media, validasi ahli materi, angket respon peserta didik, angket motivasi peserta didik, dan penilaian hasil belajar. Hasil validasi materi sebesar 90%, validasi media sebesar 90%. Hasil ujicoba kelompok kecil sebesar 86%, ujicoba kelompok besar sebesar 82%. Hasil uji sebelum penggunaan produk sebesar 62,78%, Hasil uji setelah penggunaan produk sebesar 71,55%. Penilaian hasil belajar terjadi peningkatan, sebelum penggunaan produk mendapat nilai 65,86 setelah penggunaan naik menjadi 82,13. Berdasarkan hasil presentase yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tujuan penelitian dan pengembangan media pembelajaran Vimaks sudah tercapai. Pertama, pengembangan produk dapat dilaksanakan dan layak digunakan. Kedua, media Vimaks efektif digunakan untuk pembelajaran.

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video, Materi dan Kuis Sejarah (Vimaks) Berbasis Aplikasi Android, Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan.

 

ABSTRACT

History is a subject that has function to aware the existence of society changing and developing process in time dimension to build history perspective and awareness in finding, understanding, and explaining the identity of nation in the middle of world change. In fact, during teaching learning, students are not interested and less interpretation of history lesson. Based on those phenomena, the purposes of this research and development are to produce and to develop video learning media, android-based history material and quiz (Vimaks) in national movement organization’s struggle. The instruments of collecting data used by researcher were media expert, material expert validation sheet, questionnaire of students’ responses, questionnaire of students’ motivation, and the assessment of learning result. The result of material validation was 90%, media validation was 90%. The research result of small group was 86%, the trial of large group was 82%. The test result before using product was for about 62,78%. The test result after using product was 71,55%. In assessment of learning result, there was an increase of average test result that was before using product, the average score was 65,86, while after using product the score increased for about 82,13. Based on the results of the percentage obtained it can be concluded that the objectives of the research and development of Vimaks learning media have been successful. First, product development that can be done and is suitable for use. Second, Vimaks media is effectively used for learning.

 

Key words: Learning Media, Video, Android-Based History Material and Quiz (Vimaks), National Movement Organization’s Struggle.

Proses pembelajaran adalah suatu kegiatan penyampaian sebuah materi pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru kepada peserta didik. Proses belajar mengajar bukan hanya sebatas penyampaian materi dari guru kepada peserta didiknya, namun diperlukan sebuah konsep penyampaian materi agar materi yang disampaikan dapat deterima dengan baik oleh peserta didik. Seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran diharapkan untuk menyusun strategi atau pendekatan pembelajaran. Strategi atau pendekatan pembelajaran adalah kegiatan yang dipilih guru dalam proses belajar mengajar yang dapat memberikan kemudahan atau fasilitas kepada siswa menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan (Suparman, 2012: 157). Sehingga dalam kegiatan pembelajaran sejarah berlangsung peserta didik lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran sejarah peserta didik bukan hanya memelajari tentang masa lalu suatu bangsa ataupun tokoh-tokoh yang berada dalam peristiwa tersebut, namun peserta didik juga bisa mengambil nilai-nilai yang positif serta makna sejarah sendiri untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Proses pembelajaran memerlukan beberapa komponen pada pelaksanaannya seperti guru, peserta didik, media pembelajaran dan rencana pembelajaran agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan efisien. Ketika proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien maka peserta didik akan termotivasi untuk aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Pada dasarnya alasan peserta didik kurang termotivasi pada  pembelajaran sejarah disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dan menarik minat peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Media pembelajaran  sebisa mungkin disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak tersebut. (Sagala, 2009:152). Dengan materi yang diajarkan yang terkadang terlalu luas dan tidak sebanding dengan efisiensi waktu yang digunakan oleh pendidik, maka bahan ajar pembelajaran dirasa perlu digunakan oleh pendidik dalam memberikan materi kepada peserta didik agar selama proses pembelajaran berlangsung peserta didik dapat lebih mudah memahami materi yang sedang diberikan.

Selain permasalahan mengenai minimnya media pembelajaran sejarah yang digunakan di kelas XI IIS 1 MA Bilingual Batu, peneliti juga menemukan bahwa peserta didik banyak yang kurang memahami mengenai perjuangan organisasi pergerakan kebangsaan. Melalui angket diketahui bahwa dari 29 peserta didik yang menjawab angket, 25 peserta didik kurang memahamimengenai perjuangan organisasi pergerakan kebangsaan. Jika dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, dengan melihat kondisi masyarakat Indonesia saat ini yang dinilai lemah dalam hal nasionalisme dimana sering terjadi perseteruan antar umat beragama serta kurangnya toleransi antar umat beragama. Sehingga tujuan pemilihan  materi Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan ini untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai proses perjuangan organisasi kebangsaan dalam meraih kemerdekaan serta meningkatkan jiwa nasionalisme peserta didik.

Berdasarkan masalah dan potensi yang ditemui di kelas XI IIS 1 MA Bilingual Batu, perlu dikembangkan sebuah media pembelajaran yang berbasis teknologi. Bentuk pengembangan yang akan dilakukan  berupa media pembelajaran sejarah berbasis aplikasi pada Smartphone Android yang mampu menampilkan video, materi pembelajaran serta kuis evaluasi. Sehingga peneliti melakukan penelitian Pengembangan Media Pembelajaran Video, Materi Dan Kuis Sejarah (Vimaks) Berbasis Aplikasi Android Dalam Materi Perjuangan Organisasi Pergerakan Kebangsaan Kelas XI MA Bilingual Batu.

 

METODE PENELITIAN

Desain penelitian yang digunakan adalah pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran sejarah berbasis aplikasi android untuk siswa MA kelas XI. Research and Development merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2015: 407). Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar sejarah. Desain penelitian yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Thiagarajan yakni model 4D (four-D Model). Dalam penelitian ini melibatkan dosen sebagai penilai dan pemberi saran guna memperbaiki dan menyempurnakan produk yang dikembangkan. Adapun tahapan model pengembangan 4D meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahappengembangan (develop), dan tahappenyebaran (disseminate).

 

Desain Uji Coba

Terdapat empat tahapan desain ujicoba dalam penelitian ini, yaitu validasi materi, validasi media, ujicoba kelompok kecil, ujicoba kelompok besar. Dosen ahlii materi dari pengembangan produk ini adalah Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum dosen jurusan Sejarah UM. Sedangkan dosen ahli media adalah Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd., M.Pd dosen jurusan Sejarah UM.

 

Subjek Ujicoba

Subjek ujicoba pengembangan media pembelajaran Vimaks adalah:

1. Ahli Materi

Ahli materi diambil dari dosen sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yaitu Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum

2. Ahli Media

Ahli media diambil dari dosen sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang yaitu Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd., M.Pd.

3. Ujicoba Kelompok Kecil

Ujicoba kelompok kecil peneliti memilih 10 orang peserta didik kelas XI dari MA Bilingual Batu yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling

4. Ujicoba Kelompok Besar

Pada tahap ujicoba kelompok besar dilakukan pada peserta didik kelas XI IIS1 dari MA Bilingual Batu Batu dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang peserta didik

 

Jenis Data

Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil review yang masing-masing diberikan oleh ahli validasi materi dan ahli validasi media saat melakukan validasi. Serta review saat melakukan ujicoba kelompok kecil dan ujicoba kelompok besar kepada peserta didik. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil angket yang diberikan oleh ahli validasi materi dan ahli validasi media, serta peserta didik saat melakukan ujicoba lapangan

 

Instrumen Pengumpulan Data

Peneliti menggunakan instrumen angket karena dirasa lebih tepat untuk dilakukan pada penelitian pengembangan media pembelajaran Vimaks yang nantinya akan dilihat bagaimana respon dari pengisi angket tersebut. Menurut Sugiono(2015:199) menyatakan bahwa angket adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Sedangkan untuk penilaian angket sendiri menggunakan nilai 1-5 untuk menentukan kesesuaian jawaban pada nilai. Sebagai rincian dalam penilaian dari peserta didik, nilai 1 diberikan apabila bahan ajar dirasa sangat kurang layak, nilai 2 diberikan apabila bahan ajar dirasa kurag layak, nilai 3 diberikan apabila bahan ajar dirasa layak dan nilai 4 diberikan apabila bahan ajar dirasa cukup layak dan nilai 5 apabila sangat layak.

 

Teknik Analisis Data

1. Analisis Data Media Pembelajaran Vimaks.

Teknik analisis data dalam penelitian pengembangan ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.

a. Teknik Analisis Data Kualitatif

Data kualitatif ini berfungsi dalam mengumpulkan data dari catatan ataupun saran yang telah disampaikan sebelumnya dari dosen ahli, guru dan peserta didik. Selanjutnya data yang telah terkumpul tersebut akan dianalisis lebih lanjut yang juga dapat digunakan untuk bahan merevisi produk bahan ajar ini. Sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan apakah produk ini layak digunakan atau tidak dan juga melihat apakah produk bahan ajar ini efektif atau belum.

b. Teknik Analisis Data Kuantitatif

Teknik analisis data kuantitatif ini mengolah data yang berupa angka. Data-data tersebut didapat dari angket yang diberikan pada peserta didik dan dosen validator ahli. Dalam analisis data ini dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

1) Analisis Data Angket Validasi

Keterangan:

X = nilai rata-rata

= jumlah skor jawaban validator

= jumlahskor ideal suatu item

Analisa data angket validasi ini digunakan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari media pembelajaran Vimaks, apakah layak atau tidaknya. Produk akan diketahui tingkat kelayakannya setelah divalidasi oleh ahli media. Berikut adalah tabel penilaian tingkat kevalidan media:

Kriteria Tingkat Kevalidan

Presentase (%) Kategori

80-100 Sangat Valid

60-79 Valid

50-59 Agak Valid