SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA (HISLINE) HISTORY TIMELINE BERBASIS MOBILE LEARNING MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

Mei Eka Anggraini

Abstrak


PENGEMBANGAN MEDIA (HISLINE) HISTORY TIMELINE BERBASIS MOBILE LEARNING MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

Mei Eka Anggraini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145

Email: anggrainimeieka@gmail.com

 

Abstrak: Tujuan dari pengembangan dan penelitian ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran berbasis mobile learning dalam bentuk aplikasi berupa timeline dengan materi pergerakan nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran history timeline berbasis mobile learning dari Sugiyono. Berdasarkan hasil validasi ahli media dan ahli materi diperoleh hasil persentase dari ahli materi 90% dan ahli media 90%. Dari uji coba produk di kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, kelompok kecil diperoleh persentase 95,8%. Sedangkan uji coba kelompok besar diperoleh persentase 93,15%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media (hisline) history timeline berbasis mobile learning materi pergerakan nasional ini layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah di dalam maupun diluar kelas.

 

Kata Kunci: media pembelajaran, history timeline, mobile learning, pergerakan nasional.

Abstract: The purpose of this research and development is to create an application mobile-based learning media product with the topic of Indonesia national movement. Method used in this research and development of mobile-based history timeline learning media is taken from Sugiyono. Result obtained from material expert validation is 90% and media expert validation is also 90%. From the test done in SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, small group obtained percentage of 95.8%, while large group obtained percentage of 93.15%. Therefore it can be concluded that mobile-based hisline (history timeline) learning media: Indonesia national movement is valid to be used as learning media in and outside classes.

 

Keywords: learning media, history timeline, mobile learning, and national movement.

Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan pendidikan, manusia mampu mempersiapkan suatu aktivitas untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Hasil pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, sehingga manusia menjadi lebih bermartabat (Soemanto, 2006:165). Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Pendidikan di sekolah akan dinilai baik ketika dapat dilihat dari proses pembelajaranya. Dalam proses pembelajaran diharapkan supaya tercapainya indikator belajar yang menyeluruh. Untuk tercapainya indikator secara menyeluruh, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran oleh para guru (Gafur, 2012:107). Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyiapkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Seorang guru supaya mampu memilih media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Dalam penggunaan media   pembelajaran, guru supaya bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa bisa menerima pembelajaran dengan baik. Menurut Sudjana & Rivai (2010:2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa, yang kemudian dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Agustus 2018, diperoleh gambaran bahwa guru matapelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu masih menggunakan pendekatan ekspositori dengan metode ceramah. Observasi ini dilakukan di kelas X TEI 2 dan X TIT 3 dengan guru pengampu matapelajaran sejarah yaitu Ibu Nita Ismawati, S.Pd. Pada observasi ini peneliti mengamati pembelajaran dengan melihat media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi ini diketahui bahwa guru tidak menggunakan media apapun. Dalam penyampaian materi Ibu Nita Ismawati, S.Pd hanya memanfaatkan papan tulis dan LKS. Namun pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS secara terus-menerus memiliki dampak dan kekurangan yaitu banyak dari siswa yang merasa bosan dan kurang menarik perhatian siswa. Hal inilah yang menyebabkan sebagian siswa kurang antusias bahkan mengobrol dan ramai ketika pembelajaran sejarah sedang berjalan. Pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran sebagai alat komunikasi untuk memotivasi belajar siswa, serta memperjelas informasi pengajaran dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting dan memberikan variasi dalam mengajar agar kemauan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat terserap dengan baik. Permasalah diatas dapat diatasi dengan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran dapat membantu siswa lebih bersemangat dalam menerima materi pelajaran. Selain itu penggunaan media yang tepat dapat memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan guru untuk melakukan tindakan dalam mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk timeline. Penggunaan media timeline diharapakn dapat menimbulkan daya tarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senang belajar dan untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik. Media timeline ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperjelas konsep-konsep abstrak serta mempertinggi daya serap belajar sehingga diharapkan materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Pengembangan media timeline ini menggunakan program Appy Pie dengan alasan program ini memiliki fitur-fitur yang menarik. Pengembangan ini berupa media pembelajaran timeline dalam bentuk aplikasi yang bisa digunakan di smarthphone atau yang biasa disebut dengan mobile learning. Mobile learning atau m-learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan konsep pembelajaran menggunakan m-learning memiliki manfaat yaitu ketersediaan materi ajar yang dapat diakses setiap saat dimana saja dan kapan saja (Ally, 2009:10). Media pembelajaran sejarah berupa History Timeline ini dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu. Pengembangan media ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pembelajaran sejarah di kelas. Alasan pengembangan  media (Hisline) History Timeline berbasis mobile learning adalah daya tarik yang disampaikan, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam belajar sejarah. Pengembangan media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMK dengan materi Pergerakan Nasional sesuai dengan K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan media History Timeline berbasis mobile learning pada matapelajaran sejarah dan untuk mengetahui bagaimana media History Timeline berbasis mobile learning dalam pembelajaran sejarah materi Pergerakan Nasional kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan media History Timeline berbasis mobile learning ini bagi siswa adalah dapat memperoleh hasil belajar yang baik dengan menggunakan media ini, selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya Tarik dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Sedangkan bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru sejarah dalam memperkaya pengetahuan dan inovasi dalam proses pembelajaran sejarah di kelas, terlebih lagi dalam penggunaan media History Timeline berbasis mobile learning pada matapelajaran sejarah.

 

METODE

Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Sugiyono. Menurut Sugiyono (2015:407) metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pengembangan ini meliputi

(1) potensi dan masalah,

(2) pengumpulan data,

(3) desain produk,

(4) validasi desain,

(5) uji coba pemakaian,

(6) revisi produk,

(7) uji coba produk,

(8) revisi desain,

(9) revisi produk, dan

(10) produk massal.

Penelitian ini menerapkan 9 tahap tanpa menggunakan produk massal. Uji coba produk pengembangan dilakukan kepada ahli materi, ahli media, dan siswa. Setelah diujikan lalu dilakukan revisi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa sebagai pengguna media. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran Sejarah dan siswa. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket untuk penyempurnaan media pembelajaran. Angket terdiri dari data verbal dan data numerik. Angket berisi pernyataan tentang aspek-aspek yang berada dalam media pembelajaran Hisline. Setelah tahap uji coba produk berhasil dilakukan selanjutnya yaitu tahapan uji coba pemakaian. Tahapan uji coba dilakukan ketika tahap uji coba peoduk berhasil, baik dengan adanya revisi ataupun tidak. Uji coba pemakian “Media Pembelajaran (Hisline) History Timeline Berbasis Mobile Learning Materi Pergerakan Nasional” dilakukan pada lingkup yang lebih kecil atau kelompok  kecil dan lingkup yang lebih luas atau kelompok besar. Tujuan uji coba pemakaian ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk melalui instrumen berupa angket. Adapun pengujian dalam kelompok kecil cukup menggunakan instrumen berupa angket sedangkan untuk pengujian pada kelompok besar ini dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning dengan menggunakan pre test dan post test. Adapun model penelitian dan pengembangan ini berpedoman dari Sugiono, yaitu sebagai berikut:

x(Sugiono, 2014:303)

Keterangan:

O1 = Nilai pret-est

O2 = Nilai post-test

X = Perbandingan

Penilaian ini digunakan dengan membandingkan hasil tes O1 dan O2. Apabila O2 bernilai lebih besar dari pada O1, maka media pembelajaran tersebut efektif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab kemudian diisi dengan lengkap dikembalikan kepada peneliti. Instumen angket berupa lembar angket validasi yang diberikan kepada validator ahli materi, validator ahli media serta diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan terdiri dari penilaian berupa pernyataan, kritik dan saran mengenai produk yang dikembangkan. Penilaian tersebut dianalisis melalui kriteria dan skor perhitungan sebagai berikut: Tabel 1. Skor Perhitungan Angket Kriteria Kode Skor Jika sangat setuju SS 5 Jika setuju ST 4 Jika ragu-ragu RG 3 Jika tidak setuju TS 2 Jika sangat tidak setuju STS 1 Sumber: Sugiyono (2016:166) Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui validitas produk pengembangan yaitu metode kuesioner atau angket. Dalam penelitian ini kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan. Pengumpulan data dari tes berupa pemberian soal pre test dan post test kepada peserta didik bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan produk media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning Soal pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan soal post test yang terdiri dari 10 pilihan ganda dan 5 soal essay atau uraian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis data secara kualitatif dan teknik analisis data secara kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data verbal berupa catatan, komentar, kritik dan saran dari ahli materi dan media, O1 O2 menyeleksi data verbal dan menganalisis data dan merumuskan kesimpulan analisis sebagai dasar revisi. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan skor yang didapat dari angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket dari peserta didik. Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data kuantitatif dalam produk media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning menurut Arikunto (2004:19) dalam mengolah data angket dibagi menjadi dua, mengolah data per item dan mengolah data secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut.

a. Rumus mengolah data per item

Keterangan:

P : Presentase

X : Jawaban dalam 1 item

X1 : Jawaban ideal dalam 1 item

100% : Konstanta

b. Rumus mengolah data keseluruhan

Keterangan:

P : Presentase

X : Jawaban keseluruhan

X1 : Jawaban keseluruhan skor dalam satu item 100% : Konstanta

Setelah dihitung hasil validasinya, selanjutnya adalah meilihat kriteria tingkat validitas produk dengan suatu strandar kriteria yang telah dibuat. Adapun tabel kriterian dalam menentukan tingkat validitas produk dengan bepedoman pada kriteria yang dibuat Arikunto (2004:19) adalah sebagai berikut: Tabel 2 Kriteria Kelayakan Media Pembelajaran Rentangan Tingkat Persentase Kriteria Keterangan

81% -100% Valid Tidak Revisi

61% - 80 % Cukup Valid Tidak Revisi

41% - 60% Kurang Valid Revisi

≤ 40% Tidak Valid Revisi

(Sumber: Arikunto, 2004:19)

Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diperoleh keterangan bahwa produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi apabila nilai validasi ≥ 61%, sedangkan apabila nilai validasi ≤61% maka produk memerlukan revisi sebelum digunakan dalam pembelajaran. Hasil tes digunakan untuk menganalisis efektivitas produk, yaitu mengenai hasil pre test dan post test dari materi pergerakan nasional pada saat sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning. Adapun cara menghitungnya, peneliti  menghitung hasil rata-rata dari pre test dan post test kemudian menghitung selisihnya.

 

HASIL

Penyajian Data Uji Coba

Penyajian data hasil uji coba produk ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penyajian data hasil uji coba ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Hasil uji coba ahli diperoleh dari ahli validasi materi dan validasi media. Kemudian hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar diperoleh dari siswa kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Media yang dikembangkan adalah media hisline berbasis mobile learning dengan materi K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, politik, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda. Materi pokok yang dikemas adalah lahirnya pergerakan nasional di Indonesia. Untuk mengembangkan produk hisline sebagai media pembelajaran ini subjek uji coba adalah siswa SMK Negeri 3 Boyolangu kelas X TEI 2 sebagai kelompok kecil dan X TIT 3 sebagai kelompok besar dengan alokasi waktu 3x45 menit. Uji coba yang dilakukan oleh peneliti adalah menyebar angket kepada siswa tentang keefektififan penggunaan produk media pembelajaran, menyebar soal pre test dan post test untuk mengukur hasil belajar siswa. Data yang disajikan adalah hasil data angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, angket uji coba kelompok kecil, angket uji coba kelompok besar, hasil nilai pre test dan post test. Adapun data yang disajikan sebagai berikut: Tabel 3 Data Hasil Uji Validasi Materi (Sumber: Hasil Validasi Ahli Materi, 2018) No Indikator Penilaian X Xi %

 

Kriteria Kelayakan

1. Materi relevan dengan kompetensi dasar (KD) 4 5 80% Cukup Valid

2. Isi materi mencakup pengetahuan yang diperlukan siswa 5 5 100% Valid

3. Penyajian materi dalam media pembelajaran cukup jelas 4 5 80% Cukup Valid

4. Susunan materi disajikan secara sistematis dan urut 5 5 100% Valid

5. Materi sesuai dengan tingkatan siswa 4 5 80% Cukup Valid

6. Teknis penulisan kalimat pada materi mudah dipahami 5 5 100% Valid

7. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami siswa 5 5 100% Valid

8. Materi yang disampaikan menggunakan bahasa yang komunikatif 5 5 100% Valid

9. Gambar yang disajikan relevan dengan materi 4 5 80% Cukup Valid

10. Gambar yang disajikan memiliki kebermanfaatan dalam menambah pengetahuan siswa 4 5 80% Cukup Valid Jumlah 45 50 90% Valid Tabel 4 Data Hasil Uji Validasi Media (Sumber: Hasil Validasi Ahli Media, 2018) Tabel 5 Data Hasil Uji Coba Produk Kelompok Kecil No Indikator Penilaian X Xi %

1. Saya dapat memahami petunjuk dalam menggunakan media pembelajaran Hisline 49 50 98%

2. Saya mudah memahami bahasa yang ada pada media pembelajaran 49 50 98%

3. Saya suka desain dalam media pembelajaran Hisline 44 50 88%

4. Saya merasa media ini membantu dalam memperoleh informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia 50 50 100%

5. Saya dapat menggunakan media pembelajaran ini untuk belajar secara mandiri 50 50 100%

6. Saya merasa mudah dalam pengoperasian Hisline sebagai media pembelajaran 50 50 100%

7. Saya dapat memahami isi materi yang ada dalam media pembelajaran 47 50 94%

8. Saya merasa jelas dengan tampilan gambar yang disajikan 47 50 94%

9. Saya suka dengan font yang digunakan dalam media pembelajaran Hisline 45 50 90%

10. Hisline memberikan motivasi bagi saya untuk lebih tertarik belajar Sejarah Indonesia 48 50 96%

Jumlah 479 500 95,8% (Sumber: Hasil Uji Coba Produk Kelompok Kecil, 2019) No Indikator Penilaian X Xi % Kriteria Kelayakan

1. Media pembelajaran Hisline menarik dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran sejarah 4 5 80% Cukup Valid

2. Petunjuk penggunaan dalam media pembelajaran jelas dan mudah untuk dipahami 5 5 100% Valid

3. Jenis dan ukuran font pada media pembelajaran sudah baik dan jelas 4 5 80% Cukup Valid

4. Pengoperasian media pembelajaran Hisline tidak terjadi error 4 5 80% Cukup Valid

5. Button menu dalam media pembelajaran tidak ada yang bermasalah 5 5 100% Valid

6. Konsep penyajian gambar dalam media pembelajaran mudah dipahami 5 5 100% Valid

7. Media pembelajaran Hisline memiliki variasi warna dalam desain tampilan 4 5 80% Cukup Valid

8. Media pembelajaran dapat digunakan untuk belajar secara mandiri 5 5 100% Valid

9. Media pembelajaran Hisline yang ditampilkan memiliki kebermanfaatan dalam menambah pengetahuan siswa 4 5 80% Cukup Valid

10. Tampilan media pembelajaran Hisline menarik secara keseluruhan 5 5 100% Valid Jumlah 45 50 90% Valid

Tabel 6 Data Hasil Uji Coba Produk Kelompok Besar No Indikator Penilaian X Xi %

1. Saya dapat memahami petunjuk dalam menggunakan media pembelajaran Hisline 157 165 95,15%

2. Saya mudah memahami bahasa yang ada pada media pembelajaran 158 165 95,75%

3. Saya suka desain dalam media pembelajaran Hisline 149 165 90.30%

4. Saya merasa media ini membantu dalam memperoleh informasi tentang Pergerakan Nasional Indonesia 157 165 95,15%

5. Saya dapat menggunakan media pembelajaran ini untuk belajar secara mandiri 159 165 96,36%

6. Saya merasa mudah dalam pengoperasian Hisline sebagai media pembelajaran 149 165 90.30%

7. Saya dapat memahami isi materi yang ada dalam media pembelajaran 156 165 94,54%

8. Saya merasa jelas dengan tampilan gambar yang disajikan 153 165 92,72%

9. Saya suka dengan font yang digunakan dalam media pembelajaran Hisline 149 165 90.30%

10. Hisline memberikan motivasi bagi saya untuk lebih tertarik belajar Sejarah Indonesia 150 165 90,90% Jumlah 1537 1650 93,15% (Sumber: Hasil Uji Coba Produk Kelompok Besar, 2019) Tabel 7 Data Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Kecil No Nama Siswa Nilai Aspek X Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1. Muhammad Chusnul 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 47 50 94%

2. Muhammad Khoirul 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

3. Muhammad Fadhil 5 4 3 5 5 5 4 5 3 3 42 50 84%

4. Fuad Yusuf Efendi 5 5 4 5 5 5 4 4 5 5 47 50 94%

5. Jarot Tri Atmaja 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 49 50 98%

6. Hafiz Yohan Rifa’i 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 46 50 92%

7. Irhamsyah Maulana 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

8. Joko Prasetyo 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

9. Muhammad Jevry 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

10. Muhamad Ainun 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 48 50 96%

Jumlah 479 500 958% Rata-rata 95,8 (Sumber: Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Kecil, 2019) Tabel 8 Data Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Besar No Nama Siswa Nilai Aspek X Xi % 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1. Muhammad Arjun 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 45 50 90%

2. Muhammad Hisyam 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 47 50 94%

3. Muhammad K. 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 43 50 86%

4. Muhammad Rivaldo 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

5. Muhammad Rizky 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%

6. Muhammad Zakin 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 49 50 98%

7. Muhammad Zamzami 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 48 50 96%

8. Najwa Tanya Nurul 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 47 50 94%

9. Nur Wahyudhi 5 5 4 5 4 4 5 4 4 4 44 50 88%

10. Nydia Nathasya 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 45 50 90%

11. Pipo Kandaka 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

12. Pratama Fadhil 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

13. Raden Deny Abdul 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

14. Rahul Agus Setyawan 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 47 50 94%

15. Ricotryno Denta 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

16. Ridho Dirgantara 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 45 50 90%

17. Riko Hermawan 5 5 4 5 5 4 4 5 5 4 46 50 92%

18. Risky Ramadani 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

19. Rizdatul Qomariyah 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

20. Rizki Dwi Kurniawan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

21. Rizky Arsya Ananda 5 5 4 4 5 5 4 4 4 4 44 50 88%

22. Ruhan Restu Gusti 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

23. Ryan Reynald Wijaya 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%

24. Satria Afif Fahmi 5 5 4 5 5 4 5 4 4 5 46 50 92%

25. Satriya Dewantoro 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

26. Shafa`Ul Janan 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 50 50 100%

27. Soni Dewa Saputra 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 50 80%

28. Syaiful Aziz 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 48 50 96%

29. Syamsul Munawar 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4 48 50 96%

30. Taufik Dwi Santoso 5 5 4 5 5 4 4 5 4 4 45 50 90%

31. Very Dinda Risiska 4 5 4 5 5 4 5 5 5 4 46 50 92%

32. Vungki Andy Saputro 4 4 4 5 4 5 5 4 4 4 43 50 86%

33. Yofan Gustianto 4 5 4 5 5 4 5 4 4 5 45 50 90%

Jumlah 1541 1650 3082%

Rata-Rata 93,39 (Sumber: Hasil Angket Uji Coba Produk Kelompok Besar, 2019) Tabel 9 Hasil Pre Test dan Post Test Siswa X TIT 3 SMKN 3 Boyolangu

No Nama Siswa Nilai

Keterangan

Pre Test Post Test

1. Muhammad Arjun Ihsan Saif 60 95 Meningkat

2. Muhammad Hisyam Zein 55 9