SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku dengan Muatan Sejarah Lokal Buruh Migran Malang Selatan (1970-1998) di SMA PGRI Gedangan Malang

Mochammad Rizqi Fauzi,

Abstrak


PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN SEJARAH BURUH MIGRAN MALANG SELATAN (1969-1998) SEBAGAI BAHAN AJAR MATERI ORDE BARU DI KELAS XII IPS SMA PGRI GEDANGAN

Mochammad Rizqi Fauzi, Reza Hudiyanto, M.Hum Universitas Negeri Malang

E-mail: rizqifauzi89@gmail.com, reza_hudiyanto@yahoo.com

 

ABSTRAK:

Mata pelajaran sejarah sering dianggap mudah bahkan digampangkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti metode pengajaran guru yang membosankan dan cenderung mendorong siswa untuk menghafal. Di SMA PGRI Gedangan, khususnya kelas XII IPS, siswa hanya menggunakan LKS sebagai sumber belajar utama dan isinya hanya materi sejarah secara umum atau tidak membahas tentang peristiwa-peristiwa yang ada di lingkungan siswa. Peristiwa yang terdapat di lingkungan siswa seharusnya dicantumkan dalam materi sejarah sehingga siswa lebih tertarik dalam belajar sejarah. Untuk itu, dikembangkan bahan ajar berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) yang berisi mengenai peristiwa atau fenomena yang sesuai dengan lingkungan di sekitar siswa (kontekstual).

Penelitian ini menggunakan dua metode. Metode pertama yang digunakan ialah metode penelitian historis untuk proses penyusunan materi. Metode historis terdiri dari

(1) pemilihan topik;

(2) heuristik;

(3) kritik;

(4) interpretasi; dan

(5) historiografi. Metode kedua yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan oleh Borg and Gall yang kemudian disederhanakan oleh Maman Rachman menjadi enam langkah penelitian yaitu:

(1) melakukan analisis produk;

(2) mengembangkan produk awal;

(3) validasi ahli;

(4) uji coba lapangan;

(5) revisi produk; dan

(6) produksi massal.

Produk buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) telah melalui tiga tahapan. Tahapan pertama yaitu validasi materi dengan hasil validasi yang menunjukkan persentase sebesar 91% dan masuk kategori sangat valid. Tahapan kedua yaitu validasi media dengan persentase sebesar 95% dan masuk kategori sangat valid. Tahapan ketiga yaitu uji coba kelompok kecil dengan persentase sebesar 86% dan meningkat pada uji coba kelompok besar dengan persentase sebesar 92% serta masuk kategori sangat valid. Peningkatan ini disebabkan pada saat uji coba kelompok besar siswa menggunakan secara langsung buku suplemen dalam proses pembelajaran sejarah, sehingga mereka mengetahui kelebihannya buku suplemen tersebut. Melihat hasil yang telah diperoleh, dapat dikatakan bahwa bahan ajar berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) sangat valid layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah. Akan tetapi, perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut dari buku suplemen ini. Salah satu pengembangan yang bisa dilakukan ialah dengan membuat buku suplemen dalam bentuk aplikasi

 

Kata Kunci: buruh migran, orde baru, buku suplemen, kontekstual

ABSTRACT:

Historical subjects are often considered to be easy and being simplified. This is caused by several things such as teacher teaching methods that are boring and tend to encourage students to memorize. In SMA PGRI Gedangan, especially class XII IPS, student only use Student Worksheet as the main learning resource and contains at only historical material in general or do not discuss events in the student environment. Events in the student environment should be included in historical material so that students are more interested in learning history. For this reason, teaching materials were developed in the form of a book supplementing the history of the new order migran workers in South Malang (1969-1998) which contained events or phenomena that were in accordance with the environment around the students (contextual)

This study uses two methods. The first method used is the historical research method for the preparation of material. Historical methods consist of

(1) topic selection;

(2) heuristics;

(3) criticism;

(4) interpretation; and

(5) historiography. The second method used is the research and development method by Borg and Gall which is later simplified by Maman Rachman into six research steps, namely:

(1) anlyzing the product;

(2) developing initial product;

(3) expert validation;

(4) field trials;

(5) product revisions; and

(6) mass production.

The product book supplementing the history of the new order migrant workers in South malang (1969-1998) has gone through three stages. The first stage is material validation with the results of validation which shows a percentage of 91% and is in a very valid category. The second stage is media validation with a percentage of 95% and in very valid category. The third stage is a small group trial with a percentage of 86% and increase in a large group trial with a percentage of 92% and in a very valid category. This increase was due to the fact that during the trial large groups of student used supplementary books directly in the process of learning history, so they knew the advantages of the supplementary book. Looking at the result that have been obatained, it can be said that the teaching material in the form of a supplementary book on the history of migran workers in South Malang in the new order (1969-1998) is very valid for uses in the process of learning history. However, further development of this supplementary book is needed. One development that can be done is by making a supplement book in the form of an application.

 

Keyword: migrant workers, onew order, supplementary book, contextual

Buruh migran berhubungan dengan materi pelajaran sejarah SMA khususnya Kelas XII. Hal ini salah satunya terkait dengan KD 3.5 yaitu “menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada masa orde baru” dimana kebijakan-kebijakan pemerintah tersebut berpengaruh terhadap kehidupan di tingkat nasional maupun daerah. Kebijakan-kebijakan tersebut seperti kebijakan pemerintah tentang pengiriman dan perlindungan buruh migran. Berdasarkan temuan peneliti terutama pada materi yang ada di Buku Siswa Sejarah Indonesia, tidak terdapat contoh-contoh dampak kebijakan pemerintah terhadap masyarakat di tingkat daerah. Di dalam Buku Siswa Sejarah Indonesia hanya terdapat penjelasan-penjelasan secara umum dan kurang dikembangkan.

Menurut Hariyono (1995:143) pengajaran sejarah di sekolah selama ini sering dilakukan kurang optimal. Hal ini bisa membuat pelajaran sejarah dianggap sangat mudah dan digampangkan. Selain itu, praktek-praktek pengajaran sejarah sering dicap sebagai pelajaran hafalan yang didominasi oleh situasi “too much chalk and talk by a lack of involvement of children in their own learning” (Partington dalam Widja, 1989:103). Salah satu cara agar pelajaran sejarah tidak hanya dianggap sebagai pelajaran hafalan dan cenderung membosankan ialah dengan mengaitkan materi pelajaran sejarah tersebut dengan kehidupan nyata siswa. Peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan siswa penting diajarkan kepada siswa dengan harapan pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa (Trianto, 2008:10). Hal ini juga berhubungan dengan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran sejarah.

Pendekatan kontekstual adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya, 2006:255). Dalam pendidikan saat ini banyak berkembang pemikiran dikalangan para ahli pendidikan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan bermakna apabila anak mengalami apa yang dipelajarinya dan tidak hanya mengetahui saja.

Dalam kaitannya dengan cara merelevansikan atau mengajarkan sejarah menggunakan peristiwa yang ada di lingkungan siswa yaitu fenomena buruh migran, peneliti menawarkan suatu bahan ajar berupa buku suplemen yang didalamnya memuat materi mengenai sejarah buruh migran di Malang Selatan. Alasan pemilihan buku suplemen ialah adanya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 Pasal 6 yang menyebutkan bahwa selain menggunakan buku teks, pendidik dapat menggunakan buku panduan pendidik, buku pengayaan dan buku referensi dalam proses pembelajaran. Fungsi utama dari buku suplemen ini ialah untuk melengkapi atau sebagai pendamping buku teks yang ada di sekolah. Maka dari itu, guru dapat menggunakan bahan ajar ini sebagai alternatif dalam mengajarkan materi atau kaitannya dengan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan KD yang sedang diajarkan.

Terkait dengan penelitian yang akan dilakukan di SMA PGRI Gedangan, peneliti telah melakukan observasi di Kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan. Dipilihnya Kelas XII IPS disebabkan oleh beberapa hal. Materi pada bahan ajar (buku suplemen) yang akan dibuat memuat materi tentang Orde Baru. Materi tersebut merupakan materi yang ada pada Kelas XII.

 Pada saat melakukan observasi, peneliti telah melakukan pengamatan dan memberikan angket kepada siswa Kelas XII IPS. Angket tersebut diberikan kepada 10 siswa sebagai sampel yang mewakili Kelas XII IPS. Angket ini bertujuan untuk mengetahui pendapat siswa mengenai proses pembelajaran sejarah di kelas. Berdasarkan angket yang telah diisi oleh siswa kelas XII IPS, rata-rata siswa menyatakan bahwa guru kurang kreatif dan membosankan dalam pembelajaran. Guru juga jarang bahkan tidak pernah menghubungkan materi sejarah dengan kehidupan nyata siswa (kontekstual) sehingga siswa kurang tertarik terhadap materi pembelajaran. Fenomena ini bisa terjadi karena  pembelajaran sejarah dewasa ini lebih berorientasi pada penguasaan pengetahuan. Guru berusaha keras menyelesaikan seluruh materi yang harus dipelajari oleh siswa, terlepas apakah tujuan belajar sejarah  yang sebenarnya telah tercapai atau belum (Sayono, 2013:11-12)

Salah satu siswa kelas XII IPS bernama Zainal berpendapat bahwa masalah utama dalam pembelajaran sejarah ialah cara belajarnya identik dengan menghafal. Guru hanya mengandalkan ceramah dan jarang berdiskusi. Selain itu, guru hanya memanfaatkan LKS tanpa memanfaatkan media lain seperti power point atau video dalam LCD. Hal ini menjadikan peneliti tertarik untuk membuat sebuah bahan ajar yang memuat materi sejarah yang dikaitkan kehidupan nyata siswa (kontekstual). SMA PGRI Gedangan dipilih sebagai tempat penelitian disebabkan sekolah ini terletak di Malang Selatan (sesuai dengan materi bahan ajar dan KD 3.5 yaitu menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada masa orde baru) dan merupakan lingkungan buruh migran.

Tujuan dari penelitian dan pengembangan buku suplemen ialah mengembangkan dan menghasilkan produk bahan ajar berupa buku suplemen pada materi sejarah orde baru untuk SMA Kelas XII. Buku suplemen ini berisi tentang sejarah buruh migran di Malang Selatan 1969-1998 dan merupakan pelengkap bagi materi Orde Baru di sekolah. Selain itu tujuan penelitian ini  ialah mengetahui keefektifan buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan sebagai bahan ajar pada pembelajaran sejarah di Kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan. Keefektifan ini nantinya dapat dilihat dari hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pemakaian bahan ajar berupa buku suplemen sejarah buruh migran di Malang Selatan (1969-1998) dan dilihat berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media dan siswa.

Terdapat beberapa manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu:

 

1. Bagi Siswa

Adanya bahan ajar berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami materi yang sedang diajarkan yaitu berkaitan dengan materi Orde Baru dan dapat membuat siswa antusias belajar karena materi yang ada pada buku suplemen ini berkaitan erat dengan lingkungan siswa (kontekstual).

 

2. Bagi Guru

Buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan dapat digunakan guru sebagai alternatif dalam mengajar sejarah agar bahan ajar yang digunakan lebih variatif dan tidak membosankan.

 

3. Bagi Sekolah

Buku suplemen yang telah dihasilkan dapat digunakan sebagai referensi tambahan dan dapat digunakan untuk melengkapi kekurangan yang ada pada buku teks di sekolah.

 

4. Bagi Jurusan Sejarah

Hasil penelitian dan pengembangan ini dapat menjadi dokumen akademik yang berguna untuk dijadikan referensi bagi para akademisi.

 

5. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat lebih memperkuat penguasaan ilmu yang telah dipelajari selama mengikuti program perkuliahan di Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.

 

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan menurut Borg and Gall yang disederhanakan oleh Rachman (2015:342). Metode penelitian dan pengembangan ini melibatkan enam langkah utama yaitu seperti berikut.

 

1. Melakukan Analisis Produk

Sebelum memulai untuk membuat produk, peneliti melakukan penelitian pendahuluan untuk mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dijumpai dalam pembelajaran. Peneliti telah melakukan observasi untuk melihat permasalahan di kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan pada tanggal 06 Oktober 2018 sehingga dapat diketahui produk apa yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran sejarah. Permasalahan yang kemudian ditemukan oleh peneliti ialah siswa  kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan mengatakan bahwa guru hanya berceramah dalam pembelajaran. Guru sejarah hanya menggunakan LKS tanpa menggunakan sumber lain seperti halnya buku penunjang atau buku suplemen.

 

2. Mengembangkan Produk Awal

Setelah melakukan analisis produk, peneliti kemudian mulai mengembangkan jenis/bentuk produk awal yang akan dihasilkan yaitu berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998). Pada awalnya, peneliti menyusun materi yang akan dimasukkan ke dalam bahan ajar buku suplemen. Materi ini berisi tentang Kompetensi Dasar 3.5 yaitu  yaitu menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada masa orde baru serta ditambahkan dengan sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) sebagai materi utama.

Dalam penyusunan materi mengenai sejarah buruh migran, peneliti harus melakukan penelitian historis dengan langsung terjun ke lapangan. Penelitian termasuk mencari data-data dan wawancara dengan narasumber yaitu buruh migran. Apabila selesai melakukan penelitian mengenai buruh migran, selanjutnya peneliti mulai menyusun materi dengan cara menggabungkan antara materi orde baru dengan materi mengenai sejarah buruh migran Malang Selatan (1969-1998).

 

3. Validasi Ahli

Pada tahap validasi, peneliti menghadirkan beberapa pakar tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk yang telah dibuat. Untuk validasi materi, peneliti memilih  Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd. Alasan pemilihan Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd  sebagai validator materi disebabkan beliau merupakan salah satu dosen yang mendalami sejarah sosial dan sejarah kontemporer seperti sejarah orde baru. Hal ini berarti berkaitan dengan materi pada buku suplemen yang membahas mengenai sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998).

Pada saat validasi media, peneliti memilih Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. Alasan pemilihan Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd  sebagai validator media disebabkan beliau merupakan salah satu dosen yang mendalami kajian matakuliah mengenai media pembelajaran. Selain itu, beliau merupakan salah satu dosen muda kreatif dengan dibuktikan banyak karya seperti buku yang telah dituliskan. Hal ini membuat penulis ingin mendapatkan ilmu dari beliau terutama mengenai cara membuat sebuah tulisan bisa menarik bagi pembaca.

Dari hasil validasi materi dan media, dapat diketahui beberapa kelemahan dari buku suplemen yang telah dibuat. Setelah mengetahui kelemahan tersebut, peneliti melakukan revisi terhadap produk berupa buku suplemen. Revisi ini dilakukan berdasarkan komentar dan saran dari validator materi dan media yang kemudian digunakan peneliti sebagai acuan dalam menyempurnakan produk sebelum diujicobakan di sekolah.

 

4. Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan dilakukan sebanyak dua kali yang mencakup uji coba kelompok kecil (terbatas) dan uji coba kelompok besar. Uji coba pertama yang dilakukan adalah uji coba kelompok kecil. Uji coba ini dilakukan terhadap 10 orang siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan yang dipilih oleh peneliti secara acak.

Uji coba kedua atau uji coba kelompok besar dilakukan terhadap seluruh siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan. Uji coba ini diikuti dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti sendiri sebagai guru. Setelah memberikan materi dengan menggunakan bahan ajar berupa buku suplemen, selanjutnya siswa menilai buku suplemen tersebut.

 

5. Revisi Produk

Revisi produk setelah dilakukan uji coba kelompok kecil dilakukan sebanyak dua kali. Revisi pertama dilakukan setelah uji coba kelompok kecil. Dari uji coba tersebut, akan diketahui beberapa kekurangan buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dengan melihat saran dari siswa. Dari saran tersebut, kemudian peneliti melakukan revisi produk agar lebih sempurna dan dapat digunakan kembali pada uji coba kelompok besar.

Revisi produk yang kedua dilakukan setelah dilaksanakan uji coba kelompok besar di kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan. Dari hasil uji coba kelompok besar, peneliti akan  melakukan revisi terhadap produk. Hal ini disebabkan produk harus dibuat sebaik mungkin untuk kemudian diproduksi massal.

 

6. Diproduksi Massal

Setelah melalui beberpa tahapan seperti validasi oleh para ahli dan uji coba produk di sekolah (uji coba kelompok kecil dan kelompok besar), akan dilakukan produksi massal. Produksi massal ini bertujuan untuk menambah referensi bagi para akademisi yang ingin membaca atau bahkan melakukan pengembangan dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti. Diharapkan dengan adanya produksi massal, buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan akan memiliki banyak manfaat bagi banyak pihak.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Produk yang dikembangkan pada penelitian ini berupa bahan ajar buku suplemen sebagai penunjang dalam pembelajaran sejarah. Materi yang digunakan dalam buku suplemen ini ialah sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998), yang disesuaikan dengan Kompetensi Dasar 3.5 yaitu Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada masa orde baru yang terdapat pada Kurikulum 2013 revisi.

Penyajian data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan bahan ajar buku suplemen ini yakni terdiri dari produk yang dihasilkan, data hasil validasi ahli materi, data hasil validasi ahli media, angket siswa pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berikut adalah sajian data mengenai penelitian dan pengembangan buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998).

 

1. Produk yang Dihasilkan

Buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dikembangkan berdasarkan Kompetensi Dasar 3.5 yaitu Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia pada masa orde baru. Berdasarkan Kompetensi Dasar tersebut, isi dari buku suplemen ini lebih khusus membahas mengenai sejarah buruh migran di Malang Selatan pada masa orde baru, dimana kebijakan orde baru mengenai buruh migran tersebut masih memiliki dampak bagi kehidupan di masa kini. Selain itu, bahasan mengenai buruh migran ini sesuai dengan kondisi lingkungan siswa SMA PGRI Gedangan (konteksual) yang daerahnya merupakan salah satu penyumbang buruh migran terbanyak di Malang Selatan.

 

2. Data Hasil Uji Validasi Materi

Validasi materi pada penelitian dan pengembangan buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dilakukan pada hari Rabu, tanggal 19 Desember 2018 di ruang jurusan sejarah. Validasi ini dilakukan  oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd  selaku dosen sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan hasil validasi ahli materi, diperoleh jumlah skor (ƩX) yaitu 50, sedangkan jumlah skor maksimal (ƩXi) yaitu 55, sehingga menunjukkan persentase sebesar 91%. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah khususnya di kelas XII SMA.

 

3. Data Hasil Uji Validasi Media

Validasi media pada penelitian dan pengembangan buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dilakukan pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 di ruang jurusan sejarah. Validasi ini dilakukan  oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd  selaku dosen sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan hasil validasi ahli materi, diperoleh jumlah skor (ƩX) yaitu 119, sedangkan jumlah skor maksimal (ƩXi) yaitu 125, sehingga menunjukkan presentase sebesar 95%. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah khususnya di kelas XII SMA.

 

4. Data Hasil Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan pada penelitian dan pengembangan berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dilakukan sebanyak dua kali. Uji coba pertama yaitu ditujukan pada 10 orang siswa. Sedangkan untuk uji coba kelompok besar dilakukan kepada 25 orang siswa.

 

a. Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil

Uji coba kelompok kecil pada produk berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dilakukan kepada siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan pada hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019 di ruang kelas dengan melibatkan 10 orang siswa yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, diperoleh jumlah skor (ƩX) yaitu 430, sedangkan jumlah skor maksimal (ƩXi) yaitu 500, sehingga menunjukkan presentase sebesar 86%. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah khususnya di kelas XII SMA.

 

b. Data Hasil Uji Coba Kelompok Besar

Uji coba kelompok besar pada produk berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) dilakukan kepada siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan pada hari Sabtu tanggal 12 Januari 2019 di ruang kelas dengan melibatkan 25 orang siswa. Berdasarkan hasil uji coba kelompok besar, diperoleh jumlah skor (ƩX) yaitu 1154, sedangkan jumlah skor maksimal (ƩXi) yaitu 1250, sehingga menunjukkan presentase sebesar 92%. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk berupa buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah khususnya di kelas XII SMA.

 

c. Data hasil evaluasi kognitif siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan

Untuk melihat lebih jauh mengenai keefektifan buku suplemen, peneliti mengadakan pre test dan post test terhadap siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan. Berdasarkan hasil pre test dan post test, bahan ajar buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru dapat dikatakan efektif dan layak digunakan di sekolah, dengan pertimbangan sebagai berikut.

1) Terdapat 22 peserta didik yang nilainya meningkat, 1 peserta didik yang nilainya tetap dan 2 peserta didik yang nilainya menurun.

2) Terlihat bahwa uji pretest peserta didik hanya memperoleh rata-rata nilai 53,04 sedangkan pada uji posttest memperoleh rata-rata nilai  79,76.

3) Terjadi peningkatan jumlah peserta didik yang tuntas yaitu dari 6 peserta didik (24%) menjadi 19 peserta didik (76%). Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 75 dimana menyesuaikan KKM yang ditetapkan oleh SMA PGRI Gedangan. Menurut Wiyono (2009:19) presentase sebesar 76% menandakan bahwa produk cukup efektif.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk berupa bahan ajar buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998).  Tujuan dibuatnya buku suplemen ini adalah untuk melengkapi dan memperkaya materi yang ada pada buku teks utama. Selain itu, buku teks utama hanya menyajikan materi secara umum dan kurang memberikan porsi pada  peristiwa lokal yang berada di lingkungan siswa (kontekstual). Hal ini membuat peneliti menawarkan produk bahan ajar buku suplemen yang didalamnya memuat materi berbasis pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Johnson (dalam Sugiyanto, 2008:18) menyatakan bahwa Contextual Teaching and Learning adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka .

Buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) telah melalui uji validasi. Uji validasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu uji validasi materi oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo S.Pd., M.Pd dan validasi media oleh Bapak Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim S.Pd., M.Pd. Hasil uji validasi ahli materi menunjukkan rata-rata persentase 91%, sedangkan untuk hasil uji validasi media rata-rata persentase yang diperoleh yaitu 95%. Berdasarkan hasil validasi tersebut, rata-rata persentase 91% dan 95%  menurut Akbar (2015:41-42) termasuk kategori sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi.

Tahapan yang dilakukan setelah validasi materi dan media ialah uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan dengan responden berjumlah 10 siswa yang dipilih secara acak oleh peneliti. Uji coba produk menggunakan angket penilaian terdiri dari 10 pernyataan yang diberikan kepada siswa. Pada uji coba kelompok kecil ini, diperoleh persentase sebesar 86%. Menurut Akbar (2015:41-42)  persentase 86% dapat dikategorikan sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi. Pada tahap selanjutnya, dilakukan uji coba kelompok besar dengan diikuti 25 siswa kelas XII IPS SMA PGRI Gedangan. Pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 92%, sehingga dapat dikatakan bahwa bahan ajar buku suplemen sejarah buruh migran Malang Selatan masa orde baru (1969-1998) valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran sejarah di kelas.

 

Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas maka saran yang diajukan dirumuskan sebagai berikut.

1. Bagi Siswa/Peserta Didik

a. Siswa diharapkan untuk membaca sumber-sumber lain sehingga dapat menambah pengetahuan yang dipelajari

b. Siswa diharapkan untuk menanyakan kepada guru apabila mengalami kesulitan dalam menggunakan bahan ajar berupa buku suplemen

c. Siswa diharapkan mengerjakan semua perintah dan soal-soal yang ada untuk menguji pengetahuan yang telah didapatkan

 

2. Bagi Guru/Pendidik

a. Guru diharapkan untuk membaca sumber-sumber lain yang berkaitan dngan orde baru dan buruh migran sehingga dapat menambah wawasan pengetahuan

b. Guru diharapkan dapat memahami isi buku suplemen dengan baik sebelum menggunakannya dalam proses pembelajaran sejarah di kelas

 

3. Bagi Pengembang Selanjutnya

a. Pengembang selanjutnya dapat mengaji tentang buruh dengan temporal yang berbeda misalnya buruh masa kolonial

b. Pihak yang ingin mengembangkan diharapkan bisa membuat tampilan buku lebih kreatif dan inovatif agar dapat menarik minat siswa dalam belajar sejarah.

c. Seiring berkembangnya teknologi saat ini, produk buku suplemen nantinya tidak hanya berupa bahan ajar cetak, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan ajar soft file atau bahan ajar berbasis aplikasi.

 

DAFTAR RUJUKAN

Hariyono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 tentang Buku. Rachman, Maman. 2015. 5 Pendekatan Penelitian. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama. Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Sayono, Joko. 2013. Pembelajaran Sejarah di Sekolah: dari Pragmatis ke Idealis. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7 (1), 11-12. Dari http://journal.um.ac.id/index.php/sejarah-dan budaya/article/view/4733/2256 . Trianto. 2008. Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Kelas. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher.

 

Widja, I Gde. 1989. Sejarah Lokal Suatu Perspektif dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan. Wiyono. 2009. Teknologi Multimedia Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada.