SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU SUPLEMEN PERANAN PERS TIONGHOA DI INDONESIA PADA TAHUN 1920-1940 BERBASIS E-BOOK UNTUK SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 4 MALANG

Annisaa Khansa Labibah

Abstrak


PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BUKU SUPLEMEN PERANAN PERS TIONGHOA DI INDONESIA PADA TAHUN 1920-1940 BERBASIS E-BOOK UNTUK SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 4 MALANG

Annisaa Khansa Labibah Universitas Negeri Malang

E-mail: annisaakhansalabibah@gmail.com

 

ABSTRAK:

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-book suplemen peranan pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940 dan mengetahui kelayakan bahan ajar dari aspek fisik atau tampilan, pendahuluan, teknis aplikasi, isi, dan tugas atau evaluasi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode pengumpulan data observasi wawancara, angket validasi dan kelayakan, serta lembar tes yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar ini layak digunakan sebagai sumber belajar dengan kelayakan 91% pada uji coba pemakaian.

 

Kata kunci: bahan ajar, buku suplemen, peranan pers tionghoa, berbasis e-book

Pelajaran Sejarah merupakan mata pelajaran wajib yang terdapat pada Kurikulum 2013 untuk SMA/MA dan SMK. Pelajaran sejarah pada kurikulum SMA terbagi menjadi dua Sejarah Indonesia dan Sejarah. Pembagian mata pelajaran Sejarah Indonesia dan Sejarah tidak ada dalam kurikulum sebelumnya yaitu KTSP. Pemisahan mata pelajaran tersebut barulah dilakukan dalam Kurikulum 2013. Berdasarkan kelompoknya, Sejarah Indonesia merupakan pelajaran yang diberikan kepada seluruh siswa, maka seringkali disebut sebagai sejarah wajib. Sedangkan mata pelajaran sejarah, hanya diberikan kepada para siswa yang berada pada penjurusan IIS di SMA, atau diberikan kepada jurusan lain (MIPA atau IBB) sebagai mata pelajaran lintas minat.

Berdasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sedangkan di dalam pasal 3 tentang Dasar, Fungsi dan Tujuan ditegaskan bahwa dasar pendidikan nasional adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dari tujuan pembelajaran sejarah tersebut guru sejarah harus berinovasi dan meningkatkan proses pembelajaran sehingga siswa tidak hanya mengetahui materi dan peristiwa sejarah yang ada namun juga dapat memaknai nilai- nilai penting yang terdapat dalam pembelajaran sejarah.

Dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti pada 30 Juli 2018 di SMA Negeri 4 Malang, ditemukan permasalah dimana peserta didik sering mengalami kebosanan dalam pembelajaran sejarah, hal itu disebabkan oleh materi yang hanya itu-itu saja sehingga guru sering menyelipkan materi tambahan saat mengajar agar peserta didik lebih tertarik saat pembelajaran sejarah. Cara tersebut sangat efektif, karena dari hasil wawancara dengan siswa mereka tertarik dengan materi sejarah yang tidak ada di buku teks. Selain itu saat melakukan observasi ditemukan permasalahan dimana siswa lebih tertarik membaca materi melalui smart phone dari pada pada buku teks. Dari hasil wawancara dengan guru disampaikan bahwa isi buku teks yang ada kurang lengkap dan kurang jelas sehingga kurang menunjang pembelajaran hal tersebut membuat siswa lebih tertarik untuk membuka smart phone dan mencari materi melalui internet. Melalui permasalahan tersebut peneliti mengembangkan bahan ajar buku suplemen berbasis e-book. Materi yang diangkat berkaitan dengan peranan Pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940. Pengambilan materi tersebut berkaitan dengan K.D 3.4. Menghargai nilai-nilai Sumpah Pemuda dan maknanya bagi kehidupan kebangsaan di Indonesia pada masa kini.

Bahan ajar merupakan salah satu bagian dari sumber ajar yang dapat diartikan sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran, baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran (Mulyasa, 2006:96). Tujuan utama pembelajaran adalah agar supaya peserta didik mampu mempelajari materi dengan baik dan mendapatkan nilai-nilai penting dari peristiwa sejarah tersebut. Pengetahuan siswa terhadap materi atau peristiwa sejarah dapat dikembangkan melalui buku suplemen/ pelengkap/ pengayaan. Melalui buku tersebut siswa dapat menambah wawasan diluar materi yang terdapat dalam buku pegangan siswa. Menurut departemen pendidikan Nasional, buku suplementer adalah buku yang tujuannya untuk memperkaya, menambah, ataupun memperdalam keilmuan (Departemen Pendidikan Nasional, 2008:8).

E-Book atau electronic book dalam bahasa Indonesia diartikan buku elektronik, merupakan buku yang dapat dibuka atau diakses dengan media elektronik, seperti smart phone, leptop ataupun Komputer/PC. Buku elektronik ini merupakan inovasi baru untuk mempermudah pembaca mengakses buku dan membaca buku dimana saja tanpa membawa buku kemana-mana, karena e-book ini bisa dibuka di smart phone yang sudah dimiliki hampir semua orang. Dikarenakan siswa lebih tertarik membaca matari melalui smart phone pengembangan bahan ajar berbasis e-book ini dirasa tepat dan efektif untuk meningkatkan minat baca siswa.

Peranan Pers Tionghoa dipilih sebagai materi yang dikembangkan dikarenakan pada buku teks Sejarah Indonesia kelompok wajib Kelas XI Semester 1 disebutkan salah satu dampak adanya politik etis adalah munculnya surat kabar atau pers dari golongan terpelajar, selain itu dalam buku teks hanya dijelaskan peranan kaum bumi putera pada masa pergerakan, sedangkan pada masa pergerakan sekitar tahun 1920-1940 terdapat golongan non bumi putera yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Melalui wawasan baru tersebut diharapkan peserta didik dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sejarah, serta menambah wawasan mereka mengenai sejarah pergerakan di Indonesia. Disamping itu siswa diharapkan dapat mengambil dan menerapkan nilai-nilai penting dari peristiwa sejarah tersebut.

 

METODE

Penelitian dan pengembangan bahan ajar e-book Suplemen Peranan Pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940 menjadikan siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 4 Malang menjadi subjek penelitian. Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Reseach and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kefektifan produk tersebut (Sugiono, 2015:407). Prosedur penelitian Sugiyono (2015), dimulai dari penemuan potensi dan masalah, lalu diakhiri dengan produksi masala. Untuk menyesuaikan dengan penelitian yang dilakukan maka prosedur penelitan diakhiri dengan produk akhir tidak samapai produksi masal, modifikasi prosedur penelitian pada bagan berikut:

Bagan 1. Prosedur Penelitian dan Pengembangan Bahan Ajar e-book Suplemen

Sumber: Revisi prosedur penelitian sesuai kebutuhan peneliti.

Pada tahap validasi desain dilakukan validasi materi kepada dosen ahli materi peranan pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940. Lalu validasi bahan ajar dilakukan kepada dosen ahli bahan ajar e-book suplemen. Setelah tahap validasi materi dan bahan ajar dikatakan valid dan layak maka dilanjutkan pada tahap revisi jika ada masukan dari validator, setelah itu melakukan uji coba produk atau disebut uji kelompok kecil dengan mengambil responden 15 peserta didik dari kelas XI MIPA 2, uji coba ini menggunakan metode pengumpulan data dengan pre tes dan pos tes serta diberikan angket untuk mengukur kelayakan bahan ajar. Selanjutnya revisi produk tahap dua jika terdapat masukan dari responden uji coba produk kelompok kecil. Selanjutnya dilakukan uji coba pemakaian atau uji coba kelompok besar dengan responden yang lebih banyak yaitu peserta didik kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 33 peserta didik, metode pengumpulan data yang digunakan sama dengan uji coba produk pada kelompok kecil. Setelah data terkumpul dan dilakukan revisi produk tahap akhir dan bahan ajar dinyatakan layak proses selanjutnya produk akhir bahan ajar dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Validasi  Materi

Validasi materi dilakukan kepada dosen ahli yaitu Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum. Presentase keseluruhan item dari hasil validasi materi 93 %, hal ini mengindikasikan bahwa materi pada e-book Suplemen peranan Pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940 yang dikembangkan termasuk dalam kategori Valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah. Namun dalam validasi ini, validator materi memberikan beberpa saran untuk menyempurnakan media yang dikembangkan. Adapun saran yang diberikan yaitu tambahkan peta persebaran organisasi pergerakan untuk keterangan where?, dan lampirkan kisi-kisi untuk evaluasi.

Tabel 1. Paparan Data Validasi Materi Produk e-book Suplemen dari berbagai Aspek

Aspek Total Skor Skor Maksimal Presentase (%)

Pendahuluan 12 12 100 %

Pembelajaran 11 12 92 %

Isi 42 44 95%

Kualitas Tugas dan Evaluasi 6 8 75%

Total 71 76 93% Sumber: Pengelolaan data hasil validasi materi, 2019

 

Validasi Bahan Ajar

Validasi bahan ajar dilakukan kepada dosen ahli yaitu Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd., M.Pd. Presentase keseluruhan item dari hasil validasi bahan ajar 94 %, hal ini mengindikasikan bahwa bahan ajar e-book Suplemen peranan Pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940 yang dikembangkan termasuk dalam kategori Valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran sejarah. Namun dalam validasi ini, validator bahan ajar memberikan beberpa saran untuk menyempurnakan media yang dikembangkan. Adapun saran yang diberikan yaitu, melengkapi daftar pustaka pada materi dan melengkapi petunjuk penggunaan, agar memudahkan penggunan, serta pemberian logo UM pada bahan ajar.

Tabel 2. Paparan Data Validasi Bahan Ajar Produk e-book Suplemen dari berbagai aspek

Aspek Total Skor Skor Maksimal Presentase (%)

Fisik atau Tampilan 27 28 96%

Pendahuluan 11 12 92%

Pemanfaatan 7 8 88%

Kualitas Teknis Aplikasi 24 24 100%

Total 68 72 94%

Sumber: Pengelolaan data hasil validasi bahan ajar

 

Hasil Uji Coba

Uji Coba Produk (Kelompok Kecil)

Pada tahap uji coba produk ini menggunakan responden 15 peserta didik pada kelas XI MIPA 2. Uji coba produk ini disebut juga uji coba kelompok kecil, karena skala responden hanya 10-15 peserta didik. Tahap uji coba produk ini melalui pre tes dan pos tes serta uji kelayakan menggunakan angket yang diisi oleh peserta didik. Melalui pre tes dan pos tes yang dilakukan terhadap kelompok kelompok kecil menunjukan adanya kenaikan. Semua peserta didik mengalamai peningkatan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan produk bahan ajar e-book suplemen peranan pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920- 1940, rata- rata kenaikan nilai siswa adalah 63%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Grafik 1. Perbandingan Nilai Hasil Pre Tes dan Pos Tes Kelompok Kecil

Sumber: Analisis hasil pre tes dan pos tes pada uji coba kelompok kecil

Pada uji kelayakan terdapat 21 Soal pada instrumen angket yang terbagi menjadi 6 aspek kriteria penilaian yang diharapkan. Hasil perhitungan tersebut yakni, aspek fisik atau tampilan terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 300 dan memperoleh skor 265 , aspek pendahuluan terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 120 dan memperoleh skor 110, aspek pemanfaatan terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 120 dan memperoleh skor 110, aspek kualitas teknis aplikasi terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 300 dan memperoleh skor 260, aspek isi terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 300 dan memperoleh skor 279 terakhir apek tugas dan evaluasi terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 120 dan memperoleh skor 111. Dari hasil uji kelayakan kelompok kecil persentase yang didapatkan sebesar 90%, dari hasil tersbut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan. Ada beberapa masukan dari peserta didik yaitu ukuran aplikasi yang terlalu besar membutuhkan ruang penyimpanan yang banyak pada smart phone sehingga bisa membuat lambat atau lag pada saat pengoprasiannya.

Tabel 3. Paparan Data Hasil Uji Kelayakan Kelompok Kecil dari berbagai aspek

Aspek Fisik atau Tampilan Aspek Pendahuluan Aspek Pemanfaatan

P=265/300×100%

P = 88 % P=110/120×100%

P = 92 % P=110/120×100%

P = 92 %

Kualitas Teknis Aplikasi  Aspek Isi Aspek Tugas atau Evaluasi

P=260/300×100%

P = 87 % P=279/300×100%

P = 93 % P=111/120×100%

P = 93 %

Sumber: Hasil analisis uji kelayakan kelompok kecil

 

Uji Coba Pemakaian (Uji Coba Kelompok Besar)

Setelah dilakukan revisi dari hasil uji coba produk maka dilanjutkan uji coba pemakaian. Pada tahap uji coba pemakaian ini menggunakan responden 33 peserta didik pada kelas XI MIPA 1. Uji coba pemakaian ini disebut juga uji coba kelompok besar, karena skala responden lebih dari 15 peserta didik. Tahap uji coba produk ini melalui pre tes dan pos tes serta uji kelayakan menggunakan angket yang diisi oleh peserta didik.

Melalui pre tes dan pos tes yang dilakukan terhadap kelompok kelompok besar menunjukan adanya kenaikan. Hampir emua peserta didik mengalamai peningkatan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan produk bahan ajar e-book suplemen peranan pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920- 1940, rata- rata kenaikan nilai siswa adalah 51%, ada satu peserta didik bernama Eno Shafira Ramadanti yang tidak mengalami peningkatan nilai, dari hasil angket smart phone yang digunakan kurang support untuk penggunaan aplikasi tersebut sehingga sangat lambat saat proses pada menu materi. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Grafik 2. Perbandingan Nilai Hasil Pre Tes dan Pos Tes Kelompok Besar

 

Sumber: Analisis hasil pre tes dan pos tes pada uji coba kelompok besar

Pada uji kelayakan terdapat 21 Soal pada instrument angket yang terbagi menjadi 6 aspek kriteria penilaian yang diharapkan. Hasil perhitungan tersebut yakni, aspek fisik atau tampilan terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 660 dan memperoleh skor 595 , aspek pendahuluan terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 264 dan memperoleh skor 239, aspek pemanfaatan terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 264 dan memperoleh skor 239, aspek kualitas teknis aplikasi terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 660 dan memperoleh skor 583, aspek isi terdiri dari 5 soal dengan skor maksimal 660 dan memperoleh skor 620 terakhir apek tugas dan evaluasi terdiri dari 2 soal dengan skor maksimal 264 dan memperoleh skor 242. Dari hasil uji kelayakan kelompok kecil persentase yang didapatkan sebesar 91%, dari hasil tersbut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan. Ada masukan dari peserta didik uji kelompok besar yakni kurang sensitif pada saat dilakukan zooming, sehingga peserta didik merasa kesulitan saat akan zooming pada media tersebut.

Tabel 4. Paparan Data Hasil Uji Kelayakan Kelompok Kecil dari berbagai aspek

Aspek Fisik atau Tampilan Aspek Pendahuluan Aspek Pemanfaatan

P=595/660×100%

P = 90 % P=239/264×100%

P = 91 % P=239/264×100%

P = 91 %

Kualitas Teknis Aplikasi  Aspek Isi Aspek Tugas atau Evaluasi

P=583/660×100%

P = 88 % P=620/660×100%

P = 94 % P=242/264×100%

P = 92 %

Sumber: Hasil analisis uji kelayakan kelompok kecil

 

PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 4 Malang mengenai pengembangan bahan ajar e-book Suplemen Peranan Pers Tionghoa di Indonesia pada tahun 1920-1940 dapat disimpulkan bahawa bahan ajar tersebut masuk layak dijadikan bahan ajar, dapat dilihat dari hasil pre tes dan pos tes yang mengalami peningkatan lebih dari 50%. Hanya satu peserta didik bernama Eno Shafira Ramadanti yang tidak mengalami peningkatan nilai, dari hasil angket smart phone yang digunakan kurang support untuk penggunaan aplikasi tersebut sehingga sangat lambat saat proses pada menu materi.

 

Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas saran mengenai bahan ajar ini perlu dikembangkan lebih lanjut agar lebih sempurna. Ukuran aplikasi yang terlalu besar cukup mamakan ruang penyimpanan yang banyak pada smart phone, sehingga perlu dikecilkan sehingga bisa support di seluruh jenis android. Selain itu juga disarankan untuk dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk IOS agar dapat digunakan dalam perangkat IOS pada I-Phone.

 

DAFTAR RUJUKAN

Mulyasa. E. 2006. Kurikulum yang di Sempurnakan. Bandung: PT. Remaja

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta

Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2008 Pasal 1, Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah

Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, 2008).

Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional.