SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BANGUNAN PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI BANYUWANGI PADA MATERI PENJAJAHAN PEMERINTAH BELANDA DI KELAS XI IPS MAN 2 BANYUWANGI

Dinar Utami

Abstrak


PENGEMBANGAN BUKU SUPLEMEN BANGUNAN PENINGGALAN KOLONIAL BELANDA DI BANYUWANGI PADA MATERI PENJAJAHAN PEMERINTAH BELANDA DI KELAS XI IPS MAN 2 BANYUWANGI

Dinar Utami Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang

dinarndun@gmail.com

 

Abstrak:

Penelitian yang dilakukan berdasarkan pengembangan materi sejarah lokal yang merujuk pada topik sejarah lokal kolonial. Pengambilan topik didasarkan pada banyaknya bangunan peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi yang perlu disampaikan kepada siswa. Dari potensi tersebut maka peneliti menyusun materi peninggalan kolonial di Banyuwangi yang dikemas dalam bentuk bahan ajar cetak yaitu buku suplemen. Penelitian dan pengembangan untuk produk mengadopsi langkah-langkah adaptasi dari Sugiyono yang disesuaikan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penilaian dari validator memperoleh hasil dari validasi materi 77,5% dan validasi media 97,5%, dengan hasil tersebut buku suplemen dikategorikan sangat valid. Dalam uji coba lapangan kelompok kecil memperoleh hasil 88,25% dan kelompok besar 89,8% yang termasuk kategori efektif. Buku suplemen yang dikembangka dengan judul “Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi” setelah diuji cobakan valid adan efektif digunakan untuk bahan ajar kepada siswa.

 

Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, buku suplemen, sejarah lokal kolonial, dan peninggalan kolonial

Pembelajaran sejarah penting dilakukan sebagai identitas nasional yang perlu diketahui dan dipahami oleh siswa. Materi sejarah yang diajarkan kepada siswa termasuk sejarah nasional yang meliputi

(a) pertumbuhan sifat kebangsaan kita sebagai bangsa Indonesia,

(b) perjuangan bangsa kita untuk menjadi bangsa yang bersatu dan merdeka,

(c) orang-orang besar serta aliran-aliran paham yang mempengaruhi perjuangan itu, gerakan massa yang menjadi dasar perjuangan,

(d) perjangan untuk mewujudkan cita-cita kehidupan sebagai bangsa yang bebas, adil, makmur, dan bahagia (Ali, 2012:360). Dari itu semua dapat ditarik kesimpulan perjuangan meliputi hal kebudayaan, ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Pemahaman sejarah selain dari perspektif nasional dapat dilakukan dengan pemahaman sejarah lokal. Dalam penyusunan sejarah lokal terdapat beberapa acuan yakni tujuan penulisan sejarah lokal, latar belakang pendidikan penyusunnya, sifat-sifat pendekatan metodologis yang digunakan, dan aspek kehidupan yang dijadikan penyususnan sejarah Lokal (Widja, 1989:39). Dengan penyusunan materi sejarah lokal di Banyuwangi dapat memperkaya kekayaan wawasan sejarah. Berdasarkan potensi peninggalan kolonial yang banyak di Banyuwangi maka dapat disusun materi untuk pengembangan materi bangunan peninggalan kolonial. Penyusunan materi peninggalan kolonial tersebut termasuk dalam ranah sejarah lokal kolonial.

Sejarah lokal kolonial yang dimaksud adalah laporan kegiatan dari penjabat-penjabat kolonial di daerah-daerah (Widja, 1989:47-48). Laporan tersebut termasuk arsip kolonial yang valid digunakan karena memuat tanggal sesuai waktu disertai catatan sesuai kondisi dimana laporan tersebut dibuat. Banyaknya peninggalan kolonial di Banyuwangi belum banyak disampaikan kepada siswa. Selain itu guru juga tidak memiliki sumber materi lokal yang akan disampaikan kepada siswa.  Maka atas permasalahan tersebut peneliti menyusun bahan ajar yang memuat peninggalan kolonial yang terdapat di Banyuwangi. Materi ini terimplementasi pada KD 3.7 mata pelajaran sejarah peminatan kelas XI.

Bahan ajar yang disusun memuat materi sejarah lokal yang sesuai dengan pendidikan Indonesia berpihak pada ideologi bangsa dan negara, karena dengan sejarah lokal dapat mendukung kesadaran sejarah dilingkungan sekitar kita (Sa’dun, 2013:25). Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku suplemen dengan judul “Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi” sebagai pelengkap dan memperdalam bahasan materi Penjajahan Pemerintah Belanda.

Produk diujicobakan di sekolah MAN 2 Banyuwangi yang terletak di Jl. KH. Wahid Hasyim No. 06 Maron Genteng Banyuwangi. Sedangkan kelas yang dipilih untuk uji coba adalah kelas XI IPS 1 dan XI IPS 3 sesuai kordinasi dengan guru mata pelajaran sejarah pengampu. Alasan pemilihan sekolah dikarenakan letak sekolah yang jauh dari tempat peninggalan kolonial yang banyak ditemui di pusat kota Banyuwangi. Dengan keterbatasan jarak tersebut setelah penggunaan buku suplemen diharapkan siswa mendapatkan wawasan baru tentang sejarah lokal kolonial yang terdapat di Banyuwangi

 

Metode Penelitian

Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Sugiyono (2016:409). Langkah pengembangan yang dilakukan terdapat beberapa penyesuaian sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti. Langkah-langkah tersebut meliputi 9 langkah yaitu:

(1) Potensi dan Masalah,

(2) Pengumpulan Data,

(3) Desain Produk,

(4) Validasi Desain,

(5) Revisi Desain,

(6) Ujicoba Produk,

(7) Revisi Produk,

(8) Ujicoba Pemakaian, dan

(9) Produksi Akhir (Sugiyono, 2016:409).

Berdasarkan langkah awal pengembangan maka potensi dan masalah penelitian ini adalah banyaknya bangunan peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi yang belum disusun dalam materi bahan ajar dan disampaikan kepada siswa. Materi yang disusun termasuk materi sejarah lokal kolonial mengenai peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi dimana termasuk dalam Kompetensi Dasar 3.7. Langkah selanjutnya yakni pengumpulan data, data yang dimaksudkan bahan untuk menyusun materi buku suplemen. Data diperoleh melalui studi pustaka seperti buku, koran, skripsi, foto dan sumber internet. Untuk mendukung data dari studi pustaka maka dilakukan studi lapangan dengan peneliti mendatangi tempat peninggalan Belanda seperti Asrama Inggrisan, Kantor Pos, dan Gedung Juang 45.

Dengan ketersediaan data yang memadai maka desain produk dan penyusunan materi dapat dilakukan. Langkah selanjutnya dengan melakukan validasi produk menggunakan instrumen penilaian dengan ahli materi Bapak Dr. Reza Hudiyanto, M.Hum dan validasi media Bapak Wahyu Djoko S., S.Pd, M.Pd. Setelah validasi produk maka diperoleh data kualitatidf dan kuantitatif yang mana juga diperoleh dalam penilaian angket yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok besar dan kecil.

Teknik analisis data kualitatif dari validator dan siswa berupa saran dan catatan untuk perbaikan produk. Perbaikan dilakukan agar produk efektif digunakan untuk siswa. Kemudian pengolahan data kuantitatif terdapat dua penghitungan yaitu data per-item dan data keseluruhan yang akan dijabarkan sebagai berikut:

 

Pengolahan data per-item

P = X/Xi x 100%

Keterangan:

P : Persentase

X : Jumlah skor dalam 1 item

Xi : Jumlah skor ideal dalam 1 item

100% : Konstanta

 

Pengolahan data keseluruhan

P = (∑X)/(∑Xi) x 100%

Keterangan:

P : Persentase

∑X : Jumlah skor jawaban responden

∑Xi : Jumlah skor jawaban ideal responden

100% : Konstanta

Berdasarkan penghitungan yang dilakukan dengan sesuai pada rumus maka nilai yang diperoleh untuk mengukur kelayakan produk, berikut kriteria kelayakan produk:

Tabel 1 Kriteria Kelayakan Produk

Persentase Kualifikasi Kriteria

76%-100% Sangat Valid Tidak Revisi

51%-75,99% Cukup Valid Dapat Digunakan Dengan Revisi Kecil

26%-50,99% Tidak Valid Kurang Layak Digunakan

0%-25,99% Sangat Tidak Valid Revisi

Sumber: Arikunto (2012:312)

 

Hasil

Produk yang dikembangkan merupakan bahan ajar yang dikemas dalam bentuk buku suplemen cetak dengan materi bangunan peninggalan kolonial Belanda di Banyuwangi. Buku suplemen dicetak berwarna dengan dilengkapi peta, gambar serta foto untuk menambah pemahaman dan interpretasi siswa dalam mempelajari materi. Materi peninggalan kolonial ini termasuk dalam dalam ranah kompetensi dasar 3.7 untuk siswa kelas XI mata pelajaran sejarah peminatan. Kemudian ditambahkan pula glosarium yang memuat kata-kata sulit atau asing agar mudah dipahami siswa.

Spesifikasi produk buku suplemen yakni pada materi sebelumnya disusun menggunakan software Microsoft Word 2013 dan menggunakan font Times New Roman dengan ukuran font 11 dan spasi 1,5. Untuk desain baik cover dan isi buku menggunakan Ms Publisher 2013. Ukuran kertas yang digunakan A5 ukuran 14,8 cm x 21 cm dengan berat 70 gram, untuk cover menggunakan kertas Art Paper dan terdiri dari 36 halaman.

Buku suplemen dilengkapi dengan identitas penyusun buku, kemudian kata pengantar, serta daftar isi dan daftar gambar untuk memudahkan pembaca menemukan informasi yang diinginkan. Isis materi buku suplemen terbagi dalm dua bab, bab pertama membahas tentang bagaimana masuknya Belanda ke Banyuwangi. Bab kedua diawali peta tematik persebaran peninggalan kolonial dan dilanjutkan penjabaran materi bangunan peninggalan kolonial Belanda. pada bagian penutup berisikan rangkuman materi, glosarium, daftar pustaka, dan profil penyusun. Berikut tampilan produk:

Gambar 1 Cover Produk                Gambar 2 Back Cover Produk

Sumber: Screnshot Buku Suplemen Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi

Gambar 3 Bentuk Desain Materi Pada Buku Suplemen

Sumber: Screnshot Buku Suplemen Peninggalan Kolonial Belanda  di Banyuwangi

Gambar 4 Glosarium Gambar 5 daftar Pustaka

Sumber: Screnshot Buku Suplemen Bangunan Peninggalan Kolonial Belanda di Banyuwangi

 

PEMBAHASAN

Produk yang dihasilkan merupakan bahan ajar buku suplemen dengan bentuk cetak. Bahan ajar yang disusun disesuaikan dengan prinsip-prinsip intruksional. Bahan ajar juga harus dilengkapi dengan berbagai macam ilustrasi sebagai pendukung penguatan materi (Panem&Purwanto, 2001:2). Ilustrasi dapat berupa foto, gambar, tabel, peta dan lain sebagainya yang sesuai dengan topik dan mendukung pembelajaran.

  Buku Suplemen disebut juga dengan buku pelengkap atau pengayaan. Buku suplemen diartikan sebagai buku yang memberikan informasi tentang pokok bahasan tertentu yang ada dalam kurikulum secara lebih luas atau lebih dalam (Sitepu, 2015: 8&16). Selain itu alam permendikbud nomor 2 tahun 2008 bahwa buku pengayaan atau buku suplemen adalah buku yang memuat materi yang dapat memperkaya buku teks pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi.

Produk buku suplemen yang sudah dikembangkan ini selanjutnya divalidasi pada ahli materi dan ahli media kemudian dilakukan uji coba lapangan pada kelompok kecil dan besar. Validator materi produk adalah Bapak Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum proses validasi dilaksanakan pada tanggal 30 Mei 2018 di ruang LAB Historiografi. Berdasarkan penilaian memperoleh hasil 77,5% yang termasuk kualifikasi sangat valid dan tidak revisi. Proses selanjutnya validasi media dengan validator Bapak Wahyu Djok S., S.Pd, M.Pd. proses validasi dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2018 di kantor jurusan Sejarah. Berdasarkan hasil penilaian media produk memperoleh hasil 97,5% yang termasuk kualifikasi sangat valid dan tidak revisi. Meskipun termasuk dalam kategori valid revisi tetap dilakukan sesuai dengan saran dan catatan yang diberikan oleh validator.

Setelah revisi produk tahapan selanjutnya uji coba lapangan yang dilakukan dua kali pada kelompok kecil dan kelompok besar dengan kelas yang berbeda. Uji coba kelompok kecil dilakukan di sekolah MAN 2 Banyuwang kelas XI IPS 3 pada tanggal 26 Juli 2018. Produk dinilai oleh 10 orang responden yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil penilaian kelompok kecil diperoleh hasil 88,25%. Berdasarkan penilaian tersebut produk sangat valid.

Uji coba produk selanjutnya pada kelompok besar di kelas XI IPS 1 pada tanggal 1 Agustus 2018. Penilaian produk dilakukan oleh 38 orang responden dengan memperoleh hasil penilaian yakni 89,8%, jadi produk termasuk sangat valid. Berdasarkan hasil kedua uji coba lapangan terdapat selisih penilaian 1,65%, selisih tersebut berdasarkan situasi dan kondisi di dalam kelas sehingga mempengaruhi penilaian dari siswa. Setelah uji coba kelompok kecil dan besar hasil kuantitatif diperoleh sangat valid, tetapi perlu dilakukan beberapa revisi sesuai catatan dan saran yang yang diberikan oleh siswa.

Produk yang dikembangkan berbentuk buku suplemen cetak menyuguhkan materi bangunan peninggalan kolonial untuk siswa. Dengan penggunaan produk maka siswa dapat mengetahui alternatif sejarah lainnya di Kabupaten Banyuwangi. Dengan diajarkan didalam kelas diharapkan setelah mempelajari buku suplemen siswa dapat ikut serta menjaga atau melestarikan peninggalan sejarah dilingkungan mereka.

 

PENUTUP

Pengembangan produk yang dilakukan setelah melalui proses validasi memperoleh hasill sangat valid begitu pula pada uji coba lapangan dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Maka produk yang dikembangkan valid dan layak digunakan oleh siswa. Walaupun produk termasuk kategori valid masih terdapat beberapa kelemahan, yang dapat diperbaiki lagi kedepannya untuk perbaikan produk.

Saran pemanfaatan bagi peserta didik setelah penggunaan buku suplemen diharapkan mampu memberikan wawasan kesadaran sejarah disekitar lingkungan siswa. Meski pengembangan yang dilakukan terbatas pada materi kolonial setidaknya meteri yang disajikan memberikan wawasan baru dalam pemahaman sejarah Banyuwangi. Kemudian untuk guru dengan adanya bahan ajar dimungkinkan dapat membantu proses belajar mengajar agar mencapai tujuan yang diinginkan dengan guru terlebih dahulu mempelajari buku suplemen yang akan disampaikan kepada siswa.

Produk yang dikembangkan dapat disebarkan secara luas yang disebut dengan diseminasi. Setelah melalui langkah-langkah pengembangan dan dilakukan validasi dengan hasil layak untuk pembelajaran siswa maka keberadaan dan pengadaan produk layak dipertimbangkan. Penyebaran produk dilakukan secara terbatas oleh peneliti karena keterbatasan dana. Produk disebarkan pada guru mata pelajaran sejarah disekolah dimana dilakukan uji coba. Kemudian langkah yang lebih luas dengan menerbitkan buku suplemen secara masal untuk siswa kelas XI attau masyarakat umum yang tertarik dalam  bahasan sejarah kolonial. Mengenai pengembangan produk lebih lanjut yang sudah termasuk dalam kategori valid digunakan, masih terdapat beberapa kekurangan yang membutuhkan perbaikan dan penyempurnaan.  

 

DAFTAR RUJUKAN

Akbar, Sa’dun. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ali, M. R. 2012. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: LkiS Yogyakarta. Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Panem, Paulina & Purwanto. 2001. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta PAU-PPAI-UT Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 2. 2008. Buku. Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional. Prastowo, Andi. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: DIVA Press. Sitepu, B.P. 2015. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Widja, I Gede. 1989. Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.