SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Agresi Militer Belanda di Mojokerto Tahun 1947-1949 Dan Muatan Edukasinya

mochammad febrianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Perbedaan penafisiran terhadap isi perjanjian Linggajati menyebabkan Belanda melakukan agresi militer atas Indonesia yang berujung pada perjuangan Indonesia melalui revolusi fisik untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Penelitian ini memiliki tiga rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu (1) Bagaimana Gambaran Umum Mojokerto Pada Agresi Militer Belanda? (2) Bagaimana Peristiwa Agresi Militer Belanda Di Mojokerto Tahun 1947-1949?(3) Bagaimana Dampak Agresi Militer Belanda Di Mojokerto?

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah (history research). Langkah yang diambil dalam proses penelitian ini meliputi pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), kritik, interpretasi dan historiografi.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut, (1) Mojokerto menjadi basis militer Indonesia setelah Surabaya pada era revolusi fisik sebagai corong Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan (2) Agresi militer di Mojokerto yang terjadi selama kurun waktu 1947-1949 menyatukan lapisan masyarakat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tentara, laskar, sukarelawan, dan masyarakat bersatu untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia (3) Agresi militer belanda di Mojokerto berdampak luas bagi sendi kehidupan masyarakat, mulai dari perubahan pola mata pencaharian, pola pikir, dan sosial.

Peran Mojokerto pada agresi militer belanda tahun 1947 – 1949 ini menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari Belanda ataupun Jepang, tetapi hasil dari usaha dan perjuangan para pejuang untuk memepertahankannya.