SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fenomena Pria Metroseksual di Kota Malang

Widyan Arika Ningrum

Abstrak


Latar belakang penelitian ini adalah adanya fenomena pria metroseksual yang kini melanda seluruh dunia, termasuk kota-kota besar di tanah air ternyata menarik untuk diketahui “pernak-pernik” gaya hidupnya. Sebuah perilaku baru telah teramati, khususnya di daerah ibukota. Para pengusaha atau orang-orang yang telah mapan dalam karirnya banyak menghabiskan waktu dan biaya untuk melakukan perawatan diri, pemanjaan diri lebih tepatnya. Perilaku tersebut adalah metroseksual. Penelitian ini mencoba meneliti fenomena pria-pria kelas atas yang cenderung ke arah metroseksual di Kota Malang,  di mana mereka semakin peduli dengan kesehatan dan penampilan tubuh dengan rajin berolahraga. Karena itu semakin banyak dari mereka yang rutin ke fitness center atau tempat-tempat pembentukan tubuh agar badan mereka kencang dan fit selalu. Kalau dulu pusat-pusat kebugaran banyak didominasi oleh kaum hawa, maka kini komposisi wanita dan pria mulai berimbang. Dari temuan kecil pergeseran perilaku pria-pria mapan Kota Malang di atas, kita bisa mendapatkan gambaran kasar betapa mereka memiliki suatu yang unik untuk diteliti. Pria-pria kelas atas kota Malang yang menjadi objek penilitian mempunyai latar budaya yang heterogen. Berdasarkan pengamatan peneliti sementara pria-pria kelas atas di Kota Malang yang mempunyai gaya metroseksual tidak hanya berasal dari Kota Malang tetapi juga berasal dari luar Kota Malang. Tentunya setting budaya  mereka berbeda.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah kehidupan ekonomi pria metroseksual di Kota Malang? (2) Bagaimanakah gaya hidup pria metrosekseksual di Kota Malang?(3) Apa yang menjadi motivasi pria-pria Kota Malang mempunyai gaya hidup metroseksual? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kehidupan ekonomi metroseksual di Kota Malang(2) Mendeskripsikan gaya hidup pria metroseksual di Kota Malang. (3) Mendeskripsikan motivasi pria-pria Kota Malang yang mempunyai gaya hidup metroseksual.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti memakai metode studi lapangan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dari informan dan data sekunder dari data tertulis dan foto hasil penelitian. Untuk menganalisis dan mengolah data menggunakan analisis kualitatif.
Hasil temuan dari penelitian ini membawa perolehan kesimpulan bahwa kehidupan ekonomi pria metroseksual di Kota Malang, merupakan kehidupan ekonomi kelas atas hal ini dapat dilihat dari cara pria metroseksual itu menggunakan pendapatan yang mereka hasilkan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yang bergaya metroseksual.Pria metroseksual di Kota Malang ini pada umumnya mempunyai usaha yang bergerak di bidang jasa, antara lain bidang travel, jual beli hp, restoran, penjualan furniture, dan pengusaha parfum. Pengeluaran untuk memenuhi gaya hidup metroseksual yang dilakukan oleh pria Kota Malang ini memerlukan biaya yang cukup tinggi, hal ini berkaitan dengan perawatan tubuh yang dilakukannya, pakaian bermerk, jenis parfum dan kegemaran mereka pergi ke kafe. Dengan pendapatan yang tinggi pria metroseksual di Kota Malang ini dapat memenuhi fasilitas hidup yang dibutuhkannya, antara lain tempat tinggal dan kendaraan pribadi. Gaya hidup metroseksual yang dilakukan oleh pria di Kota Malang ini berhubungan dengan jenis pekerjaan yang dijalani oleh pria-pria tersebut yang menuntut mereka agar berpenampilan rapi, wangi dan bersih. Untuk dapat memenuhi tuntutan gaya hidup tersebut mereka melakukan beberapa aktivitas, yaitu perawatan tubuh, dengan cara olahraga dan perawatan tubuh ke salon. Pakaian dan Asesoris yang dipilih oleh pria metroseksual di Kota Malang ini merupakan pakaian dan asesoris yang bermerk terkenal dan sudah diakui dalam hal kualitasnya. Parfum adalah bagian yang sangat penting bagi pria metroseksual, bukan hanya sebagai penghilang bau badan tetapi parfum yang digunakan oleh pria metroseksual di Kota Malang ini adalah parfum yang mempunyai keharuman sejati bahkan harga parfum tersebut terbilang mahal. Beragam motivasi yang melatari hasrat pria di Kota Malang untuk melakukakan gaya hidup metroseksual, yang semuanya tidak terlepas dari kondisi sosial masyarakat. Motivasi yang melatarbelakangi pria di Kota Malang mempunyai gaya hidup metroseksual dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi dari dalam dirinya sendiri dan motivasi dari luar. Pria metroseksual di Kota Malang tahu betul bahwa hidup ini menawarkan banyak pilihan. Gaya hidup yang mereka lakukan dapat memberikan rasa percaya diri yang tinggi, menerima orang lain apa adanya, dapat menerima pujian dengan senang hati, dan mempunyai jiwa sosial yang tinggi