SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Akulturasi Kebudayaan pada Kompleks Masjid - Makam Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik

Eko Prasetyo Hidayat

Abstrak


Akulturasi adalah istilah untuk mengungkapkan terjadinya pertemuan antara dua atau lebih kebudayaan. Dalam memahami akulturasi harus diketahui terlebih dahulu tentang ciri khas kebudayaan dan hasil akulturasinya. Islam datang ke Indonesia dengan membawa kebudayaannya. Kebudayaan Islam juga menunjukkan adanya akulturasi dengan kebudayaan sebelumnya. Hal ini dapat diperhatikan dari bentuk struktur bangunan masjid dan makam Islam di Gresik. Pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh yang terletak di Sidayu Gresik, kompleks masjid dan makam tersebut juga menunjukkan adanya hasil akulturasi.
    Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Unsur-unsur kebudayaan pra Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, (2) Unsur-unsur kebudayaan Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, (3) Wujud akulturasi kebudayaan pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, dan (4) Latar keberadaan unsur-unsur budaya pra Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasikan unsur-unsur kebudayaan pra Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, mengidentifikasikan unsur-unsur kebudayaan Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, mengidentifikasikan wujud akulturasi kebudayaan pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, dan menganalisis latar keberadaan unsur-unsur kebudayaan pra Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh.
    Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan data artefaktual, yaitu arsitektur pada bangunan kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh. Pada bangunan kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh juga dipergunakan data tekstual, yaitu inskripsi pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh. Prosedur pengumpulan data melalui jalan observasi lapangan dan studi kepustakaan. Data-data yang sudah terkumpul diklasifikasikan dan dianalisis dengan menelaah semua data yang akhirnya diinterpretasikan.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh, unsur-unsur kebudayaan pra Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh terlihat pada atap masjid, mimbar, nisan berbentuk lingga, motif medalion, tumpal, makutha, bulan sabit, dan tulisan yang beraksara Jawa Kuna. Unsur-unsur kebudayaan Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh berupa tulisan Arab, konsepsi tentang masjid dan makam. Wujud akulturasi kebudayaan pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh berupa atap tumpang, motif sayap, motif teratai, motif kekayon, dan huruf Arab-Jawa. Latar keberadaan unsur-unsur kebudayaan pra Islam pada kompleks masjid-makam Kanjeng Sepuh dengan sengaja telah diambil untuk menjembatani agar kebudayaan Islam sebagai unsur yang baru dapat diterima di tengah lingkungan masyarakat yang beragama Hindu-Budha.