SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2010

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Minat Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Sosiodrama dalam Pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 10 Malang

Andrias Nugroho

Abstrak


ABSTRAK

 

Nugroho, Andrias. 2010. Peningkatan Minat Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Sosiodrama dalam Pembelajaran Sejarah di SMP Negeri 10 Malang . Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mashuri, M. Hum

Kata kunci: Minat Belajar, Kognisi, Emosi, Konasi, Metode Sosiodrama.

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti di SMPN 10 Malang pada saat PPL ( 28 Januari - 25 April 2009), observasi awal tanggal 5 - 7 Februari 2010, dan wawancara dengan guru dan siswa memperlihatkan bahwa siswa-siswi di sekolah ini lebih menyenangi pelajaran yang bersifat praktek. Masalah yang timbul dikelas adalah pada saat pembelajaran di kelas berlangsung 70% siswa dikelas menjadi ramai sendiri, karena siswa kurang diajak aktif sehingga murid menjadi jenuh dan kurang memperhatikan materi yang diajarkan. Hal ini berimbas juga pada mata pelajaran  IPS

Sejarah yang banyak dipandang siswa sebagai mata pelajaran yang berupa teori-teori, cerita-cerita, dan hafalan saja. Akibatnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS Sejarah menurun. Menurut data dan pandangan dari guru IPS Sejarah hasil belajar siswa belajar pada IPS Sejarah masih cukup baik, 70% dari jumlah siswa telah mencapai SKM sebesar 66.

Pembelajaran sejarah yang ada di SMP Negeri 10 Malang sendiri pada umumnya guru masih menggunakan metode ceramah dan diskusi serta pemberian tugas. Metode tersebut kurang bisa meningkatkan minat belajar kepada siswa dalam mengikuti pelajaran IPS Sejarah. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti mengajukan alternatif metode pembelajaran lain yaitu metode sosiodrama. Penelitian akan minat belajar diharapkan dapat mengetahui daya tarik siswa didalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan metode sosiodrama ini. Untuk mendeskripsikan minat belajar siswa, penelitian ini menggunakan indikator unsur-unsur minat belajar yang berupa pengetahuan (kognisi), daya tarik (emosi), serta tindak lanjut (konasi), ( Abror, 1989: 34), dalam pembelajaran sejarah menggunakan metode sosiodrama.

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action reserch)  kualitatif, dan beberapa data yang diolah secara kuantitatif. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Subyek yang digunakan dalam penelitian ini dimungkinkan adalah kelas VIII-A dan guru pengajar SMP Negeri 10 Malang. Teknik pengumpulan data dalam proses penelitian ini menggunakan 5 (lima) cara sesuai dengan kebutuhan penelitian, yaitu (1) wawancara, (2) observasi, (3)  angket minat belajar, (4), pengamatan partisipan, dan (5) catatan lapangan

Tahap pelaksanaan penelitian untuk penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran IPS Sejarah terdapat langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut: 1. identifikasi masalah, yang didalamnya terdapat (a) observasi awal, dan (b) wawancara; 2. siklus I, yang didalamnya terdapat (a) tahap perencanaan, (b) tahap pelaksanaan tindakan: (1) kegiatan awal, (2) kegiatan sosiodrama, (3) kegiatan diskusi, dan (4) pemberian angket; dan (c) tahap refleksi. Kemudian pelaksanaan siklus II berdasarkan kelemahan dan kelebihan pada pelaksanaan siklus I. Pelaksanaan siklus II mengikuti tahapan seperti pada siklus II yaitu: (a) tahap perencanaan, (b) tahap pelaksanaan tindakan, dan (c) tahap refleksi.

Pada awalnya unsur kognisi, emosi dan konasi sebagai sebuah tahapan minat belajar masih belum diperlihatkan oleh siswa, seperti siswa kurang dapat memahami materi yang diberikan oleh guru, siswa kurang aktif dalam mencari informasi dan pengetahuannya secara mandiri, (3) siswa kurang aktif dan sungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, dan (4) kurang adanya ketertarikan siswa untuk mempelajari materi sejarah yang lainnya.Berdasarkan hasil observasi dan pemberian angket minat menunjukkan bahwa secara keseluruhan prosentase keberhasilan tindakan untuk minat siswa dengan menggunakan metode sosiodrama pada siklus I dan siklus II yaitu  73,10 % dan 73,86 %, mencapai kriteria Baik. Ini membuktikan bahwa penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran IPS Sejarah dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS Sejarah.

Saran bagi guru bidang studi IPS, diharapkan  dapat menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode sosiodrama dalam pembelajaran di kelas dan menjadikan suatu pilihan metode pembelajaran untuk dapat mengatasi kekurangan dan kelemahan dalam pembelajaran IPS Sejarah. Bagi peneliti lain, dapat mengembangkan penelitian ini pada pokok bahasan yang lain. Bagi pembaca, dapat digunakan khususnya mahasiswa jurusan sejarah  sebagai informasi tentang penerapan metode sosiodrama pada siswa kelas VIII di tingkat Sekolah Menengah Pertama.