SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Hubungan Antara Rancangan Pembelajaran Sejarah dengan Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 1 Blitar

Mera Anjayanti

Abstrak


Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara pendidik (guru) dan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Guru mempunyai peranan dalam mengatur kegiatan pembelajaran di antaranya menyusun rancangan pembelajaran. Rancangan pembelajaran disusun secara efektif dan efisien oleh guru, maka kesiapan guru dalam menyusun rancangan tersebut harus diperhatikan. Guru dituntut memiliki pengetahuan tentang bagaimana menyusun rancangan pembelajaran.
    Rancangan pembelajaran ini berkaitan dengan prestasi belajar yang akan dicapai siswa. Prestasi belajar dapat diketahui dari berbagai aspek selain dari siswa juga dari guru, program pengajaran, proses belajar mengajar, efektifitas pengajaran. Rancangan pembelajaran yang dimaksud dalam penelitian ini apakah ada hubungannya dengan prestasi belajar siswa.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui rancangan pembelajaran sejarah berdasarkan kurikulum 2004 di SMA Negeri 1 Blitar. (2) Mengetahui prestasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Blitar. (3) Mengetahui adanya hubungan yang signifikan antara rancangan pembelajaran sejarah dengan prestasi belajar siswa di SMA Negeri I Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Instrumen yang digunakan berupa angket dan dokumentasi untuk meng-cross check angket. Objek penelitian adalah seluruh guru sejarah di SMA Negeri 1 Blitar yang berjumlah 5 orang. Analisis data secara deskriptif kuantitatif korelasional menggunakan metode persentase dan korelasi product mament.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pembelajaran sejarah dilihat dari sikap kualifikasi guru terhadap pendidikan dan pengalaman, 100% dari objek penelitian dinyatakan siap sesuai dengan tuntutan kemampuan guru untuk menyusun rancangan pembelajaran. Rancangan pembelajaran dilihat dari sikap kualifikasi guru terhadap pengetahuan tentang kurikulum mata pelajaran sejarah, 60% atau 3 orang guru dinyatakan sangat siap, 2 orang guru dinyatakan siap. Dilihat dari pengetahuan guru tentang tatacara penyusunan rancangan pembelajaran, 20% dari objek penelitian dinyatakan sangat siap sedang 80% dari objek penelitian dinyatakan siap. Sarana dan prasarana untuk menunjang penyusunan rancangan pembelajaran di SMAN I Blitar cukup memadai. Prestasi belajar siswa di SMAN I Blitar juga telah memenuhi standar ketuntasan minimal yang ditetapkan.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Ho “tidak ada hubungan yang signifikan antara rancangan pembelajaran sejarah dengan prestasi belajar siswa di SMAN I Blitar” diterima dan Ha “ ada hubungan yang signifikan antara rancangan pembelajaran sejarah dengan prestasi belajar siswa di SMAN I Blitar” ditolak. Keputusan: (1) Arah korelasi positif artinya ada kesejajaran arah, (2) Ada korelasi antara variabel X dengan variabel Y meskipun sangat kecil. (3) Korelasi X dengan Y sangat rendah. (4) Harga korelasi tidak signifikan
    Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat diberikan adalah (1) hendaknya guru sejarah mempertahankan serta meningkatkan penyusunan rancangan pembelajaran meskipun kecil pengaruhnya terhadap prestasi belajar, (2) bagi lembaga pendidikan hendaknya meningkatkan sosialisasi mengenai rancangan pembelajaran kepada guru-guru sejarah di SMA se-kota maupun se-kabupaten Blitar terutama yang belum pernah mengikuti sosialisasi rancangan pembelajaran, (3) hendaknya ada penelitian lain yang meneliti tentang rancangan pembelajaran maupun prestasi belajar agar dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang rancangan pembelajaran dan prestasi belajar.