SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Fungsi Situs Wotanmas Jedong dalam Lintas Masa (IX-XIV Masehi)

F. Marifatin Karyantie

Abstrak


Mojokerto merupakan kabupaten yang kaya akan peninggalan budaya, meski untuk saat ini bukan kota besar seperti halnya surabaya, namun kota ini pernah menjadi ibukota kerajaan Majapahit. Salah satu peninggalan budayanya adalah situs Jedong yang terletak di lereng Gunung Penanggungan di Kecamatan Ngoro. Keunikan situs Jedong dari segi historis merupakan pemukiman kuno dalam lintas masa. Selain itu situs ini pernah menjadi pusat kerajaan Airlangga, meski hanya sementara.   
Penelitian mengenai fungsi situs Jedong dalam lintas masa ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi tentang fungsi situs Jedong pada lintas masa (IX-XV M); (2) Menjelaskan dinamika fungsi situs Jedong pada lintas masa (IX-XV M) dan (3) Menganalisis rekonstruksi historis situs Jedong pada lintas masa (IX-XV M) berdasarkan identifikasi fungsi dan dinamika fungsi situs Jedong. Tujuan penelitian tersebut didasarkan pada rumusan masalah yang dikaji yaitu; (1) Bagaimana identifikasi fungsi situs Jedong dalam lintas masa (IX-XV M); (2) Bagaimana dinamika fungsi situs dalam lintas masa(IX-XV M); dan (3) Bagaimana rekontruksi historis situs Jedong (IX-XV M) berdasarkan identifikasi fungsi dan dinamika fungsi situs Jedong. 
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan arkeologi, dengan jenis penelitian deskriptif-analisis. Sumber data utama diperoleh dari: (1) Sumber data artefaktual, yaitu situs Jedong; (2) Sumber data tertulis, yaitu prasasti dan susastra; dan (3) Sumber data ekofaktual, yaitu lingkungan sekitar situs. Selain itu, sumber data pelengkap diperoleh dari sumber data kepustakaan dan sumber data pembandingnya yaitu situs-situs dan artefak maupun non-artefak yang kemungkinan ada kaitannya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis fungsi untuk mengetahui fungsi situs Jedong.
Situs Jedong, khususnya pada padhuraksa Jedong telah mengalami tujuh tahap pemugaran dan dari pemugaran tersebut didapati adanya temuan-temuan, seperti jaladwara, lingga, genta perunggu, arca dwarapala dan parwati serta keramik asing dan gerabah.  Selain itu di dalam dsan di luar kompleks padhuraksa juga terdapat berbagai temuan. Fungsi situs Jedong berdasarkan identifikasinya terdapat empat fungsi, (1) sebagai pintu masuk ke kawasan suci, (2) sebagai desa satra, (3) sebagai pemukiman dan (4) sebagai daerah pertahanan. Adapun dinamika situs Jedong adalah terletak pada fungsinya sebagai pemukiman dalam lintas masa. Berdasarkan identifikasi fungsi dan dinamika fungsi situs, maka rekontruksi historis pada situs Jedong dapat diketahui bahwa pada masa mataram kuno dan majapahit sajalah yang mempunyai peranan penting terhadap situs Jedong.