SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Dalam Pembelajaran Sejarah Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IIS Semester Genap Di SMAN 1 Tumpang

Lia Afidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Kurikulum 2013 menuntut adanya siswa yang memiliki kemampuan secara mandiri. Kemampuan secara mandiri ini dapat diaplikasikan melalui HOTS (High Order Thinking Skils) yang salah satunya diwujudkan dengan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis dapat membentuk siswa-siswa unggul yang memiliki kemampuan penyelesaian masalah untuk menghadapi segala probelmatika pada era globalisasi. Maka dari itu, sekolah sebagai wadah pembentukan kemampuan berpikir siswa harus gemar untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan dalam proses pembelajaran termasuk dalam implikasi model pembelajaran kreatif yang mendukung pembentukan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran Treffinger dalam pembelajaran sejarah.  Melalui model pembelajaran Treffinger dapat menuntun siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka, sehingga melalui kemampuan berpikir kritis siswa dapat memahami makna sejarah dengan baik. Selain itu pengetahuan sejarah siswa dapat berkembang dan tidak terpaku segala informasi dari guru.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Kemampuan berpikir kritis siswa yang tidak diajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tumpang. 2) Kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Treffinger dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tumpang. 3) Pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tumpang.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasi Experiment dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IIS SMAN 1 Tumpang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang akan digunakan terlebih dahulu diujicobakan kepada siswa untuk dilakukan uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda butir soal. Untuk sumber data penelitian ini didapatkan dari hasil pretest dan posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sumber data tersebut kemudian dianalisis dengan uji prasyarat analisis yakni uji normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan untuk menguji hipotesis penelitian akan dilakukan uji regresi linier sederhana.

Hasil penelitian ini menunjukan : 1) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas yang tidak diajar mengunakan model pembelajaran Treffinger lebih rendah daripada kemampuan berpikr kritis kelas eksperimen dan mengalami peningkatan secara signifikan sebesar 44,3%. 2) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas yang diajar mengunakan model pembelajaran Treffinger lebih baik daripada kelas kontrol dan mengalami peningkatan sebesar 68,3%. 3) Model pembelajaran Treffinger dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tumpang sebesar 32,6 %. Hal ini nampak pada hasil analisis regresi yang menunjukan nilai thitung sebesar 3,931 dan ttabel sebesar 1,69389. berdasarkan nilai kedua t tersebut, maka dapat diketahui bahwa nilai thitung > ttabel  dengan taraf signifikansi 5% atau dengan kata lain bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan model pembelajaran Treffinger dapat berpengaruh bagi kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Tumpang.

Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat dikemukakan adalah: 1) Guru dapat menggunakan model pembelajaran Treffinger dalam pembelajaran sejarah. 2) Guru dapat menggunakan model pembelajaran Treffinger untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. 3) Bagi peneliti selanjutnya dapat menguji model pembelajaran Treffinger terhadap variabel lain dengan lokasi atau materi yang lain.