SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Guru Sejarah SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri Terhadap Dalang di Balik Peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965

Mia Sriandayani

Abstrak


Peristiwa G 30 S/PKI merupakan salah satu peristiwa sejarah yang sangat kontroversial di Indonesia, yang sampai sekarang masih menjadi misteri siapa dalang sebenarnya di balik peristiwa ini. Walaupun sudah jelas dikatakan dan ditulis dalam buku sejarah di sekolah-sekolah bahwa dalang utama di balik peristiwa G 30 S/PKI adalah PKI, namun bila dilihat dari prosesnya ada berbagai pihak yang mungkin terlibat dalam peristiwa ini. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, di dalam kurikulum 2013 (K13) mengenai materi G 30 S/PKI, versi-versi dalang di balik peristiwa G 30 S/PKI telah disebutkan, meskipun tidak dijelaskan secara detail. Setidaknya ada enam versi yang telah disebutkan dalam buku paket siswa. Sebenarnya ada banyak versi dalang di balik peristiwa G 30 S/PKI. Namun, dalam penelitian ini hanya dibahas lima versi dari keseluruhan versi yang ada. Beberapa versi dalang dibalik peristiwa G 30 S tersebut, antaralain; PKI, Soeharto, Soekarno, masalah intern dalam tubuh AD, dan CIA (Central of Intelligence Agency).

Permasalahan seputar peristiwa sejarah yang sarat akan kontroversi, berdampak pada penyampaian materi oleh guru kepada siswa. Sebab, memang sulit dalam menyampaikan materi kontroversi tersebut, seperti materi  peristiwa G 30 S/PKI. Persepsi guru sejarah terhadap dalang di balik peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965 penting untuk diteliti karena guru yang menyampaikan dan menjelaskan materi tersebut kepada siswa. SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri di pilih karena akreditasi sekolah sudah terjamin bagus dan kurikulum yang diterapkan juga sama sesuai dengan apa yang diterbitkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana persepsi guru sejarah SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri terhadap dalang di balik peristiwa G 30 S/PKI tahun 1965.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan dari pendekatan yang digunakan, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah guru sejarah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan oleh peneliti dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan oleh peneliti menggunakan uji kredibilitas, yaitu dengan teknik triangulasi sumber dan member chek.

Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pemahaman guru sejarah SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri mengenai peristiwa G 30 S/PKI bisa dikatakan sudah baik. Guru sejarah sudah mampu menjelaskan pendapatnya terkait dengan materi G 30 S/PKI tersebut. Kedua, 13 guru sejarah SMA/SMK/MA Negeri yang telah diwawancarai, sebanyak 9 guru sejarah setuju PKI dalang di balik peristiwa G 30 S/PKI dan yang lainnya mempunyai pendapat tersendiri. Maka, diperoleh kesimpulan bahwa sebagian besar guru sejarah SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri setuju dengan versi PKI dalang di balik peristiwa G 30 S/PKI. Ketiga, cara guru sejarah SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri dalam menyampaikan materi G 30 S/PKI sangat beragam. Namun, semua guru sejarah SMA/SMK/MA Negeri di Kota Kediri tetap menghimbau kepada siswa untuk selalu mencintai dan menjaga keutuhan bangsa dan negaranya, agar jangan sampai peristiwa ini terulang kembali.