SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Citra Masyarakat terhadap Pelacur Jalanan (Studi Kasus Pelacur Jalanan di Sekitar Stasiun Kota Baru).

Lisa A. D

Abstrak


Dalam kehidupan sehari-hari pelacur selalu dianggap sebagai “sampah masyarakat”. Hal ini didasari karena masyarakat mempunyai citra yang buruk terhadap orang yang terjun dalam pelacuran. Munculnya citra ini berkaitan dengan citra kolektif yang terbentuk bahwa pelacur merupakan sarang penyakit menular, penyakit AIDS, perampas suami orang dan perusak rumah tangga orang. Fokus kajian ini menitik beratkan pada pelacur jalanan yang biasanya beroperasi di sekitar Stasiun Kota Baru. Pelacur jalanan ini berbeda dengan pelacur yang berada di lokalisasi dimana keamanan dan perlindungan dari aparat sudah ada. Seiring dengan penutupan lokalisasi ternyata membuat para pelacur jalanan bertambah banyak di sekitar Stasiun Kota Baru. Hal ini membuat suatu permasalahan yang baru, baik itu terkait dengan citra yang terbentuk terhadap pelacur ataupun tidak.
Dalam kajian skripsi ini akan dibahas beberapa permasalahan yaitu (1) Bagaimana citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, Kecamatan Klojen, Kota Malang? (2) Faktor-faktor apakah yang membentuk citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru? (3) Bagaimanakah interaksi sosial antara pelacur jalanan dengan masyarakat di sekitar Stasiun Kota Baru? berdasarkan rumusan  permasalahan tersebut, maka kajian skripsi ini bertujuan (1) Menjelaskan tentang citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru, Kecamatan Klojen, Kota Malang (2) Menjelaskan faktor-faktor yang membentuk citra masyarakat terhadap pelacur jalanan di sekitar Stasiun Kota Baru (3) Menjelaskan hubungan interaksi sosial antara pelacur jalanan dengan masyarakat di sekitar Stasiun Kota Baru.
     Skripsi ini mengunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi dimana peneliti berusaha menangkap suatu fenomena yang terjadi di masyarakat sekitar Stasiun Kota Baru, untuk kemudian dianalisis secara mendalam. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Untuk menjaga keakuratan data peneliti melakukan kegiatan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan proses sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, mengkomparasikan data, analisis data, dan sintesis data.
        Hasil penelitian menunjukan terdapat lima citra yaitu 1) Citra tentang wanita atau waria yang berprofesi sebagai seorang pelacur. Dengan hasil untuk pelacur wanita bahwa profesi ini tidak baik namun di sisi lain mereka memaklumi bahwa keadaan yang memaksa, sedangkan tentang waria masyarakat berpandangan bahwa semua waria yang mangkal di stasiun adalah pelacur. 2) Citra masyarakat terhadap penyebab seseorang terjun ke dalam kehidupan  pelacur jalanan. Wanita terjun ke dalam profesi pelacur jalanan disebabkan faktor ekonomi, untuk waria yang terjun ke dalam pelacuran dikarenakan faktor biologis (seksual). 3) Citra masyarakat terhadap faktor-faktor yang mendorong para pelacur jalanan menempatkan wilayah di sekitar Stasiun Kota Baru sebagai tempat mangkal. Dengan hasil; pertama,  lokalisasi tutup maka banyak pelacur wanita mangkal di sekitar Stasiun Kota Baru. Kedua, daerah ini ramai dikunjungi orang pada malam hari. 4). Citra masyarakat terhadap dampak  keberadaan pelacur jalanan  di sekitar Stasiun Kota Baru, masyarakat tidak terganggu yang terganggu hanya para pemudi yang lewat stasiun waktu malam hari, karena dianggap pelacur oleh para pria hidung belang. 5). Citra masyarakat terhadap Pemerintah Kota Malang (Pemkot) yang akan berusaha merelokalisasikan para pelacur jalanan. Masyarakat setuju agar pelacur tidak berkeliaran di jalan-jalan. Faktor-faktor pembentuk citra terdiri atas 1). Tubuh atau fisik. 2). Bahasa 3). Umpan balik dengan orang lain. 4). Identifikasi orang lain terkait dengan jenis pekerjaan. Interaksi masyarakat dengan pelacur jalanan terkait dengan citra yang terbentuk dapat dibagi menjadi 2 yaitu; pertama. Interaksi masyarakat dengan pelacur jalanan yang tinggal di lingkungan masyarakat. tergantung dari perilaku mereka terhadap masyarakat. Kedua, interaksi  pelacur jalanan yang mangkal di sekitar stasiun dengan masyarakat di wilayah Kelurahan Klojen dan Kelurahan Kidul Dalem, sangat minim berinteraksi dengan para pelacur, namun sikap yang minim interaksi tidak membuat hubungan menjadi renggang.
        Penelitian ini memberikan saran sebagai berikut 1) Diadakannya tempat khusus (lokalisasi) agar mereka tidak berkeliaran di jalan lagi dan menganggu ketenangan masyarakat terutama pemudi. 2) Mengeluarkan peraturan tentang  pelacur jalanan dan  menjalankannya dengan tegas. 3) Masyarakat hendaklah bersama-sama untuk aktif berperan dalam memberantas pelacur jalanan agar kembali ke masyarakat. 4) Hendaknya semua orang membuka mata dan telinga bahwa tidak semua citra tentang pelacur jalanan bersifat buruk adakalanya mereka juga baik. 5). Kepada peneliti selanjutnya diharapkan akan menindaklanjuti penelitian ini, umpam menyangkut kemungkinan tidaknya di Malang dibangun panti rehabilitasi bagi pelacur jalanan waria maupun wanita.