SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Berbasis Sejarah Lokal Tentang Kepruk Cina Untuk Memperkuat Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas XI MAN 2 Kota Probolinggo

Rofiqatun Hasanah

Abstrak


Probolinggo adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang memiliki sejarah lokal mengenai masa kepemimpinan seorang bupati pada masa transisi pemerintahan Gubernur Jenderal Daendles ke Gubernur Jenderal Raffles. Sejarah lokal tersebut adalah peristiwa Kepruk Cina yang terjadi pada tanggal 18 Mei 1813. Peristiwa Kepruk Cina adalah salah satu wujud dari perlawanan rakyat yang didominasi oleh petani kepada bupati yang memimpin pada waktu itu. Dalam peristiwa ini, bupati ke-5 Probolinggo yang bernama Han Tik Ko meninggal akibat pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat.

Banyak siswa yang tidak mengetahui tentang peristiwa lokal ini, meskipun mereka tahu bahwa ada batu nisan peninggalan dari peristiwa tersebut. Selain itu, di Probolinggo juga belum ada buku yang menuliskan tentang sejarah lokal Probolinggo, sehingga guru-guru sulit untuk menjelaskan sejarah lokal Probolinggo di kelas. Dari permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar modul berbasis sejarah lokal Kepruk Cina di Probolinggo. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar modul berbasis sejarah lokal Kepruk Cina di Probolinggo untuk siswa kelas XI MAN 2 Kota Probolinggo.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) Sugiyono (2011). Adapun tahapan-tahapannya adalah menganalisis potensi dan masalah, pengumpulan informasi, mendesain produk modul, validasi desain, perbaikan desain dan uji coba produk yang terdiri dari uji coba kecil dan uji coba besar. Uji coba validasi melibatkan 2 validator yaitu validator ahli materi dan validator ahli media/bahan ajar yang merupakan dosen sejarah Universitas Negeri Malang. Tahap uji coba dilakukan pada kelompok kecil dengan jumlah siswa sebanyak 10 orang dan uji coba kelompok besar dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang.

Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa modul sejarah lokal Kepruk Cina ini sangat layak. Hal tersebut berdasarkan dari hasil persentase penilaian oleh validator ahli materi sebesar 87% dan validator media/bahan ajar sebesar 89%. Untuk hasil dari uji coba kelompok kecil sebesar 78% dengan ketegori layak, meski begitu masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil. Uji coba kelompok besar sebesar 87% dengan kategori sangat layak. Jadi modul sejarah materi Kepruk Cina sanagt layak digunakan untuk pembelajaran sejarah.

Modul yang dikembangkan penulis memiliki beberapa kelebihan, yaitu disusun sesuai dengan SK dan KD pada Kurikulum 2013 dengan bahasa yang ringan sehingga mudah digunakan oleh siswa kelas XI SMA. Modul ini dilengapi dengan petunjuk penggunaan, glosarium, gambar yang relevan untuk memudahkan siswa. Akan tetapi, modul  ini juga memiliki kekurangan yaitu modul masih berbentuk cetak, sehingga masih masih kurang menarik jika dibandingkan dengan media/bahan ajar yang berbentuk digital. Modul yang dikembnagkan masih terpaku pada siswa, belum dilengkapi petunjuk penggunaan untuk guru. Sehingga diharapkan untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya dapat memperhatikan kekurangan-kekurangan tersebut.