SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Sejarah Lokal tentang Masjid Agung Sumenep untuk Pembelajaran Sejarah Indonesia Kelas X SMAN 1 Arjasa Sumenep

Taufik Ismail

Abstrak


ABSTRAK

 

Mata pelajaran sejarah merupakan salah satu matapelajaran yang sangat penting, karena melalui pembelajaran sejarah disekolah siswa memperoleh pengetahuan tentang peristiwa di masa lalu sehingga dapat mengambil manfaatnya sebagai bekal agar menjadi seseorang yang lebih bijaksana, bermartabat, dan mampu berpikir analitis dalam menata kehidupan dimasa yang akan datang. Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi diantaranya: (1) sejarah yang menurut siswa tidak perlu lagi dibahas karena peristiwa sudah lampau, materi pembelajaran sejarah yang abstrak, dan tidak relevan pada zaman sekarang; (2) permasalahan yang ada di kelas X SMA Negeri 1 Arjasa Sumenep terdapat pada sumber belajar siswa, yaitu terbatasnya sumber belajar siswa. Sumber belajar siswa hanya menggunakan satu buku paket saja, sementara siswa hanya dipinjami buku paket pada saat pembelajaran berlangsung sehingga tidak diketahuinya materi yang akan disampaikan oleh guru dalam proses pembelajarannya membuat siswa pasif dan cenderung diam.

Berdasarkan pertimbangan tersebut peneliti melakukan penelitian pengembangan bahan ajar berupa modul yang bertujuan menghasilkan sebuah produk modul pembelajaran sejarah berbasis sejarah lokal pada Kompetensi Dasar 3.7 yaitu masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia sebagai buku penunjang pembelajaran untuk peserta didik SMA, MA, dan SMK kelas X matapelajaran sejarah Indonesia kelas X, dengan materi warisan kebudayaan Islam berupa masjid.Selain itu juga untuk mengetahui efektifitas modul Masjid Agung Sumenep dalam materi pembelajaran sejarah materi pokok masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia untuk siswa kelas X SMA Negeri 1 Arjasa Sumenep.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Dalam metode ini terdapat sepuluh tahap, namun yang digunakan dalam penelitian ini hanya sembilan tahap, yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; dan (9) revisi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon peserta didik.

Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa modul pembelajaran sejarah yang mengangkat materi seputar Masjid Agung Sumenep. Modul ini dikembangkan dengan pendekatan sejarah berbasis sejarah lokal agar siswa lebih tertarik dan bersemangat dalam mempelajari sejarah, khususnya sejarah Islam di Indonesia. Berdasarkan hasil pengembangan modul Masjid Agung Sumenep ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya modul Masjid Agung Sumenep siswa dapat belajar mandiri dan dimana saja.

Modul yang dikembangkan peneliti ini sangat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di kelas X SMA Negeri 1 Arjasa Sumenep ini diperoleh hasil dari dosen ahli materi sebesar 84% dan 91,8% dari hasil validasi ahli pembelajaran, 92,22% dari hasil validasi ahli media. Sedangkan hasil dari angket respon siswa dan uji coba produk (kelompok kecil) sebesar 94% dan 83,1% dari hasil respon angket siswa pada uji coba pemakain (kelompok besar).Berdasarkan tabel kriteria kelayakan media pembelajaran menurut Arikunto (2012) Modul ini sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi serta efektif di implementasikan pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Arjasa Sumenep.