SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Probing Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI di MA Tarbiyatut Tholabah Lamongan

Uzlifatul Jannah

Abstrak


ABSTRAK

 

Jannah, Uzlifatul. 2018. Penerapan Pembelajaran Probing Prompting untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Pembelajaran Sejarah Kelas XI di MA Tarbiyatut Tholabah Lamongan. Skripsi. Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Marsudi, M.Hum.

Kata Kunci : Probing Prompting, kemampuan berpikir kritis

Salah satu permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sejarah di MA Tarbiyatut Tholabah kelas XI-H adalah rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru sejarah kelompok peminatan kelas XI-H diketahui bahwa rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis dikarenakan guru belum mampu mengajak siswa untuk berpikir kritis dalam materi pembelajaran. Terlihat banyak siswa yang kesulitan saat menjawab pertanyaan terkait analisis dan identifikasi permasalahan.

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui penerapan model pembelajaran Probing Prompting pada pembelajaran sejarah kelas XI-H di MA Tarbiyatut Tholabah, dan (2) mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI-H dengan menggunakan model Probing Prompting pada pembelajaran sejarah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai guru model. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI.H IPS MA Tarbiyatut Tholabah Lamongan dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar ketercapaian model pembelajaran Probing Prompting, catatan lapangan dan soal tes kemampuan berpikir kritis yang terdiri dari 12 soal esai di setiap siklus. Data yang telah didapat akan dianalisis dan hasilnya akan dibandingkan dengan nilai rata-rata yang diperoleh mulai dari siklus I dan siklus II.

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pembelajaran Probing Prompting dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada pelaksanaan siklus I nilai rata-rata yang didapat 63,50 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 77,89. Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal sekolah yaitu ≥70 maka dalam hal ini seluruh siswa telah tuntas atau memenuhi nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM)  yang telah ditetapkan. Dari penelitian ini maka peneliti merekomendasikan agar model pembelajaran Probing Prompting ini dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pelajaran sejarah, sehingga siswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya dengan maksimal.