SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Prestasi Belajar Sejarah Berdasarkan Gaya Belajar Visual, Auditorial dan Kinestetik Siswa Kelas X SMUN 11 Malang.

Irma Mulyanti

Abstrak


Pelajaran sejarah sering dianggap pelajaran yang kurang menarik dan membosankan siswa sehingga guru sejarah diharapkan bisa memilih serta mengembangkan strategi dan metode mengajar yang memadai. Dalam pengajaran sejarah, guru juga harus memperhatikan siswa sebagai individu yang berbeda. Perbedaan ini perlu diperhatikan oleh guru untuk membelajarkan siswa dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka, sehingga hasil yang diperoleh akan optimal.
    Gaya belajar merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan. Apabila gaya belajar siswa diketahui maka guru bisa menentukan strategi mengajar yang sesuai dengan gaya belajar yang dimilikinya. Setiap siswa memiliki kecenderungan yang kuat pada salah satu gaya belajar, walaupun dimungkinkan untuk memiliki lebih dari satu gaya belajar.
    Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana prestasi belajar siswa yang menggunakan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik siswa kelas X SMUN 11 Malang dan (2) Apakah  ada perbedaan prestasi belajar pada gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik dalam mata pelajaran sejarah.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana prestasi belajar siswa yang menggunakan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik  Siswa Kelas X SMUN 11 Malang,  (2) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan pada gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik  dalam mata pelajaran sejarah.
    Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada siswa kelas X SMUN 11 Malang. Ada 76 orang siswa yang dipilih sebagai subyek penelitian yang terdiri dari kelompok eksperimen sebanyak 39 siswa dan kelompok kontrol 37 siswa.
    Data dikumpulkan dengan teknik  angket dan tes hasil belajar sebagai instrumen untuk pengumpulan data. Untuk keperluan analisis data digunakan analisis uji-t.
    Hasil penelitian menunjukkan jumlah kelompok eksperimen yang memiliki gaya belajar visual adalah 23 orang, gaya belajar auditorial 7 orang dan 9 orang di kelompok eksperimen memiliki gaya belajar kinestetik. Sedangkan pada kelompok kontrol jumlah siswa yang memiliki gaya belajar visual adalah 21 orang, gaya belajar auditorial 7 orang dan gaya belajar kinestetik 9 orang. Rata-rata nilai kelompok eksperimen adalah 76,72 sedangkan kelompok kontrol nilai rata-ratanya adalah 58,86. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan upaya-upaya guru yang mencoba untuk memberikan pelajaran dengan gaya mengajar yang sesuai dengan gaya belajar siswa akan berdampak pada hasil belajar yang jauh lebih optimal.
    Hasil analisis uji-t terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan bahwa nilai t=6,41 dan P=0,00 (P