SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Modernisasi Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina & Pengaruhnya di Kawasan Asia Timur (1976-1991)

Zofrano Sultani

Abstrak


ABSTRAK

 

Sultani, Zofrano . 2018. Modernisasi Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina dan Pengaruhnya di Kawasan Asia Timur (1976-1991). Skripsi S1 tidak diterbitkan. Malang: Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I): Dr. Ari Sapto, M.Hum., Dosen Pembimbing (II): Dra. Yuliati, M.Hum.

Kata Kunci: Modernisasi Deng Xiaoping, politik dan militer, kawasan Asia Timur, Republik Rakyat Cina (RRC), dan Perang Dingin.

Skripsi sarjana ini membahas bagaimana modernisasi Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina (RRC) membawa pengaruh di Asia Timur sebagai geopolitik wilayah pembangunan dan pertahanan militer dalam menegakkan kedaulatan, membangun keperluan sumber daya di dalam negeri dan persatuan tanah air menghadapi ancaman dari Amerika Serikat (AS), Jepang, Korea Selatan dan Uni Sovyet. Tujuan penelitian: (1). Untuk menjelaskan latar belakang modernisasi oleh Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina, (2). Untuk menganalisis proses modernisasi yang dilakukan oleh Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina, dan (3). Untuk menganalisis pengaruh modernisasi oleh Deng Xiaoping di Republik Rakyat Cina di Kawasan Asia Timur.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Peneliti menggunakan studi kepustakaan. Di samping itu, digunakan dokumen elektronik pemerintah tentang Hasil Keputusan Sidang Pleno ke-3 Komite Sentral Partai Komunis Cina ke-11 tahun 1978 dan Kongres Nasional tahun 1982 sebagai dokumen sezaman untuk memperjelas modernisasi Deng Xiaoping. Di dalam 2 dokumen tersebut menyiratkan arti penting Asia Timur ke depannya bagi Cina.  Penelitian sejarah ini menggunakan model strukturis.

Hasil penelitian ini adalah (1). latar belakang modernisasi Deng Xiaoping di RRC berkaitan perbedaan perspektif antara kubu konservatif-dogmatis Mao Zedong dan kubu revisionis-moderat Deng Xiaoping mengenai pembangunan negara yang berorientasi pertanian atau industri seperti negara AS dan Eropa. Selain itu, pembangunan RRC setelah merdeka selama tahun 1950-1960an didanai Uni Soviet dan dikerjakan ilmuwan Sovyet, sehingga muncul peristiwa Great Leap Forward & Revolusi Kebudayaan, yang merupakan bentuk protes kubu Mao atas intervensi Sovyet di dalam pembangunan dalam negeri, (2). proses modernisasi Deng Xiaoping berupaya membangun kekuatan produktif negara pasca Mao, sebagai penyelesaian masalah dalam negeri dengan konsolidasi internal Partai Komunis Cina dan menjalin hubungan dengan AS, Korea Selatan, Jepang, dan Sovyet. Strategi politik internasional Deng Xiaoping tersebut memperoleh investasi asing yang diperuntukkan untuk pembangunan seperti infrastruktur, sosial-ekonomi, dan pertahanan militer. (3). pengaruh dari proses modernisasi ini berimbas pada Asia Timur sebagai geopolitik Republik Rakyat Cina selama masa Perang Dingin dalam rangka memperkuat dan menegakkan supremasi politik-militer RRC di Asia Timur. Selain itu, modernisasi Deng Xiaoping telah menyatukan tanah air yang hilang dan berjuang melawan imperialisme dan hegemonisme AS (Amerika Serikat) serta membela perdamaian dunia.

ABSTRACT

Sultani, Zofrano Ibrahimsyah Magribi. 2018. Modernization of Deng Xiaoping in the People's Republic of China and its Influence in East Asia (1976-1991). Thesis B.A. unpublished. Malang: Department of History Faculty of Social Sciences State University of Malang. Guide Lecturers (I): Dr. Ari Sapto, M.Hum., Guide Lecturers (II): Dra. Yuliati, M.Hum.

Keyword: Modernization of Deng Xiaoping, politic and military, East Asia region, People’s Republic of China (PRC), and Cold War.

This thesis bachelor (skripsi) discusses how the modernization of Deng Xiaoping in the People's Republic of China (PRC) has had an influence in East Asia as a geopolitical area of development and military defense in upholding sovereignty, building resource needs domestically and homeland unity faced threats from the United States (US), Japan, South Korea and Soviet Union. The purpose of the study: (1). To explain the background of modernization by Deng Xiaoping in the People's Republic of China, (2). To analyze the modernization process undertaken by Deng Xiaoping in the People's Republic of China, and (3). To analyze the influence of modernization by Deng Xiaoping in the People's Republic of China in the East Asia Region.

The research method used is literature study research method (library study research method). In addition, government electronic documents on Results of the 3rd Plenary Session of the 11th Central Committee of the China Communist Party and the National Congress 1982 were held as a contemporary document to clarify Deng Xiaoping's modernization. These two documents imply the importance of East Asia in the future for China. This historical research uses a structurist model.

The results of this research are (1). Deng Xiaoping's modernization background in PRC (People's Republic of China) relates to the problem of perspective differences between Mao Zedong's conservative-dogmatic and revisionist-moderate Deng Xiaoping's faction on the development of agriculturally or industrial-oriented countries such as the US and Europe. In addition, the development of the PRC after independence during the 1950-1960s was funded by the Soviet Union and worked on Soviet scientists, so that the Great Leap Forward & Cultural Revolution emerged, which was a form of Mao's protest against Soviet intervention in China domestic development, (2). the modernization process of Deng Xiaoping sought to build the post-Mao state's productive power, as a solution to domestic problems with the internal consolidation of the China Communist Party and relations with the United States, South Korea, Japan and the Soviets. Deng Xiaoping's international political strategy earned foreign investment destined for development such as infrastructure, socio-economic, and military defense. (3). the influence of this modernization process affected East Asia as geopolitical of the People's Republic of China during the Cold War period in order to strengthen and uphold the PRC's political and military supremacy in East Asia. In addition, Deng Xiaoping modernizes have united the lost homeland and fought against US (United States) imperialism and hegemonism and defended world peace.