SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pola Kepemilikan Lahan Perkebunan Kelapa Sawit dan Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Petani Kelapa Sawit Desa Lombok, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur

Asniansyah Asniansyah

Abstrak


Perkebunan kelapa sawit yang terletak di desa Lombok, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur, merupakan suatu usaha tani yang sangat potensial untuk meningkat taraf hidup petani. Perkebunan yang berada di desa Lombok merupakan perkebunan milik petani dengan bantuan modal dan kerja sama dengan UPP (Unit Pelaksanaan Proyek) PIR Swadaya murni Kuaro. Sebelum mengenal tanaman kelapa sawit, masyarakat desa hanya menanam tanaman pertanian tradisional seperti Pisang, Rotan, Enau, buah-buahan dan petani juga berusaha menanam padi ladang yang dilakukan secara berpindah-pindah dengan membabat hutan sebagai tempat berladang. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan subsisten
    Masalah yang akan dibahas dalam penelitian adalah: (1). Kehidupan social ekonomi masyarakat desa Lombok sebelum dan sesudah adanya kebun kelapa sawit. (2). Pola kepemilikan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kehidupan social ekonomi masyarakat desa Lombok sebelum dan sesudah adanya perkebunan kelapa sawit, pola kepemilikan lahan. Fokus dari penelitian ini adalah masyarakat desa Lombok yang mengolah lahannya menjadi perkebunan kelapa sawit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melalui metode wawancara, sumber   visual dengan metode observasi dan dokumentasi.
Hasil temuan penelitian ini dipaparkan sebagai berikut:
1. Sebelum masuknya perkebunan kelapa sawit masyarakat  desa lombok bertumpu pada tanaman tradisional yang hanya bisa menopang kebutuhan subsisten saja misalnya berladang padi system berpindah-pindah, bertanam buah-buahan, rotan enau dan lain-lain. Selain bercocok tanam juga melakukan berburu dan meramu apa yang terdapat dihutan dan sungai.
2. Setelah masuknya perkebunan kelapa sawit di desa Lombok masyarakat petani mengalami kemajuan ekonomi, selain bisa memenuhi kebutuhan subsistrn masyarakat petani juga bisa membeli peralatan elektronik, mobil, motor dan membangun rumah.
3. Pola kepemilikan lahan merupakan milik sendiri , tanah desa, tanah perusahaan perkebunan dan tanah yang digadaikan. Dalam pengelolaan lahan bisa dilakukan sendiri dengan lingkungan keluarga dan mengunakan jasa buruh tani apabila memiliki lahan yang luas pada saat panen. System pembayaran dilakukan kesepakatan antara petani dan buruh tani.