SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2006

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) Sejarah dalam Mata Pelajaran Pengetahuan Sosial Kelas 2 di SMP Negeri 5 Malang

Setiyono Setiyono

Abstrak


Pemerintah telah melakukan berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia diantaranya adalah dengan menganti kurikulum, dari kurikulum 1994 diganti menjadi kurikulum 2004 dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Meskipun kurikulum berubah pelaksanaan proses pembelajaran di kelas masih menggunakan pendekatan/metode konvensional khususnya sejarah dalam mata pelajaran pengetahuan sosial, hal ini disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah pengetahuan guru sejarah mengenai pendekatan kontekstual masih sangat kurang untuk menerapkan pendekatan kontekstual tersebut secara benar dikelas, kesulitan guru untuk mengaitkan materi kolonialisme dan imperialisme dalam kehidupan sehari-hari siswa. Terbatasnya media dan sarana pembelajaran /sumber pembelajaran untuk menghadirkan materi pelajaran dalam kehidupan nyata siswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan pendekatan kontekstual kelas 2 sejarah dalam mata pelajaran pengetahuan sosial di SMP Negeri 5 Malang yang meliputi (1) rencana pembelajaran sejarah, (2) proses pembelajaran sejarah di kelas, (3) sistem evaluasi (penilaian) yang dilakukan oleh guru.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data utama diperoleh dari hasil dokumentasi observasi dan wawancara. Sumber data wawancara diperoleh dari subyek peneliti yaitu guru sejarah yang berwenang mengajar di kelas 2 dan beberapa siswa kelas 2 tahun pelajaran 2005/2006, Sumber data observasi diperoleh penulis pada saat guru maupun siswa sedang melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas, penulis bertindak sebagai observer dan data observasi dari kondisi/keadaan kelas 2. Sumber data dokumentasi diperoleh penulis dari dokumen perencanaan pembelajaran berupa silabus/sistem penilaian, rencana pelaksanaan pembelajaran dan format daftar nilai yang digunakan oleh guru sejarah dalam mata pelajaran pengetahuan sosial. Penulis menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, pedoman analisis data, kamera dan tape recorder. Penulis melakukan analisis data melalui tahap-tahap reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi hasil.
Dari paparan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa guru sejarah dalam mata pelajaran pengetahuan sosial kelas 2 di SMP Negeri 5 Malang secara umum sudah menerapkan pendekatan kontekstual di kelas hal ini dibuktikan dengan guru telah menyusun rencana pembelajaran meliputi silabus disesuaikan dengan kondisi sekolah (media, sarana prasarana, komputer online perpustakaan dan siswa) dan rencana pelaksanaan pembelajaran mencantumkan skenario pembelajaran meliputi kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, dalam proses pembelajaran dikelas guru sudah berusaha untuk mengaktifkan siswa dengan menggunakan metode diskusi dan pembuatan makalah, transparan dan peta untuk dipresentasikan di kelas dengan menggunakan media OHP. Pada sistem evaluasi guru menilai siswa pada saat proses pembelajaran pada saat siswa presentasi dan setelah proses pembelajaran (ulangan harian dan ulangan blok).
Berdasarkan analisis data penerapan pendekatan kontekstual di SMP Negeri 5 Malang terdapat beberapa problematika secara teknik yaitu (1) Pada penyusunan silabus/sistem penilaian guru kurang mengembangkan materi tentang kolonialisme-imperialisme dengan kehidupan sehari-hari siswa dan tidak mencantumkan alokasi waktu yang dibutuhkan. Pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) terutama dalam skenario pembelajaran guru tidak memerinci kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa di kelas. (2) Pada proses pembelajaran yaitu pada saat siswa presentasi di kelas guru masih cenderung menyuruh siswa untuk menghafal materi yang akan dipresentasikan di kelas. (3) dalam melakukan penilaian (authentic assessment) guru tidak menggunakan format/pedoman/kriteria tertentu untuk mendapatkan hasil yang obyektif untuk mencapai kompetensi dasar yang diinginkan.
Berdasarkan beberapa kelemahan-kelemahan diatas penulis dapat memberikan saran sebagai berikut (1) penyusunan silabus/sistem penilaian guru perlu mencantumkan alokasi waktu yang akan digunakan hal ini penting untuk mengefektifkan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa di kelas berkaitan dengan materi pelajaran. Guru juga perlu mengembangkan materi pelajaran tentang kolonialisme-imperialisme dengan kehidupan siswa sehari-hari sehingga tidak berkesan materi pelajaran bersifat tekstual berdasarkan buku paket (2) pada proses pembelajaran di kelas yaitu pada saat siswa presentasi guru sebaiknya tidak menyuruh siswa untuk menghafal materi yang akan disampaikan (3) guru perlu menggunakan pedoman penilaian yang jelas sehingga pencapaian kompetensi siswa dapat tercapai secara obyektif.