SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2005

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Wanita Dan Sukarno (Suatu Kajian Sejarah Wanita)

Riani Riani

Abstrak


Sukarno adalah seorang pemimpin besar yang dikenal sangat mengagumi wanita. Ia juga menaruh minat yang cukup tinggi terhadap organisasi perempuan, sehingga di zaman pemerintahan, organisasi perempuan berkembang cukup pesat. Buku Sarinah adalah salah satu karya yang menunjukkan ia adalah pemimpin yang tidak semata-mata berpikir tentang politik saja tetapi juga memperhatikan kaum wanita. Perhatian Sukarno terhadap wanita ternyata tidak sebatas pandangan dan pemikiran saja karena dalam kehidupan pribadinya penuh dengan kontroversi  seputar hubungannya dengan  wanita. Belum genap berusia duapuluh tahun Sukarno sudah menikah dengan seorang gadis kecil Utari yang kemudian dicerainya karena Sukarno jatuh cinta pada wanita 13 tahun lebih tua darinya, Inggit Garnasih. Menjelang puncak kejayaan Sukarno menikahi gadis seusia anak angkatnya, Fatmawati yang kemudian mendampinginya menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Status presiden yang sudah cukup sibuk mengurus negara yang masih labil ternyata tidak menghalangi Sukarno untuk menambah koleksi wanitanya. Ia lalu menikahi Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar. Kegemaran Sukarno pada wanita ini sering digunakan pihak-pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan dari Sukarno bahkan kelak wanita digunakan lawan-lawan  politiknya untuk berusaha menjatuhkan namanya, bahkan sampai ia menutup mata ia lebih dikenal sebagai presiden yang gemar perempuan.
Dari latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa permasalahan (1) siapa saja wanita yang berpengaruh dalam perjalanan hidup Sukarno (2) Bagaimana pandangan dan sikap pribadi Sukarno terhadap wanita (3) Bagaimana pengaruh wanita dalam kehidupan Sukarno baik secara pribadi, aktivis, maupun pejabat.
Berdasarkan rumusan tersebut, kajian skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi siapa saja wanita yang berpengaruh dalam perjalanan hidup Sukarno, mendiskripsikan bagaimana pandangan dan sikap pribadi Sukarno terhadap wanita dan menjelaskan pengaruhnya dalam kehidupan Sukarno.
Kajian skripsi ini menggunakan metode historis dengan kajian sejarah wanita. Tehnik pengumpulan data melalui studi kepustakaan (library reseach). Metode historis terdiri dari empat langkah yaitu, heuristik, yaitu tahap pencarian sumber data. kritik, yaitu tahap untuk menguji data. Setelah sumber data  diolah, kemudian tahap selanjutnya penulis melakukan interprestasi terhadap sumber data yang dikemas dalam historiografi secara utuh dan mendalam.
Hasil kajian menunjukkan semenjak kecil, hingga menutup mata, ada beberapa wanita yang mempengaruhinya, yaitu  Nyoman Rai, Sarinah, Utari  Cokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Haryati, Yurike Sanger dan Heldy Djafar. Mereka ikut mempengaruhi pandangan dan sikap pribadi Sukarno terhadap sosok wanita yang juga mempengaruhi kehidupan pribadi  dan politiknya.
Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa wanita tidak semata-mata kesenangan atau juga kelemahan bagi Sukarno tetapi suatu pengaruh besar yang dapat mendukungnya menjadi seorarng pemimpin tetapi juga menjatuhkannya dalam kesepian yang dalam. Penulis berharap bahwa ada pihak-pihak yang memperkaya tulisan ini dengan tema yang spesifik lagi sehingga memperkaya tulisan sejarah terutama sejarah wanita.