SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pemanfaatan Museum Omah Munir di Kota Batu sebagai Sumber Belajar Sejarah Siswa 2014-2016.

indra prasetya

Abstrak


ABSTRAK

 

Museum Omah Munir adalah museum yang menonjolkan sosok almarhum Munir. Melalui berbagai benda koleksi yang berada didalamnya, museum ini menceritakan tentang perjalanan hidup Munir dan juga sejarah kasus yang pernah dia tanggani khususnya pelanggaran HAM di Indonesia. Museum Omah Munir sering dijadikan tempat diskusi organisasi, dan seringnya kunjungan dari beberapa sekolah menjadikan Museum Omah Munir layak untuk dijadikan sumber belajar.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan Museum Omah Munir tahun 2014-2016 dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah siswa di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang diperoleh dengan cara obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti serta instrumen penunjang yakni berupa pedoman wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan dengan triangulasi data dan perpanjangan pengamatan. Tahap penelitian dimulai dari persiapan penelitian, pelaksanaan, dan penulisan.

Berdasarkan pada hasil analisis data diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian. Pertama secara fisik bangunan Museum Omah Munir mengalami perkembangan dilihat dari dua kali tahap renovasi yang dilakukan yaitu pada 2014 dengan penambahan ruang Aceh Corner, dan tahun 2015 pengecoran untuk lantai dua dibagian belakang bangunan museum. Museum Omah Munir juga mengalami penurunan jumlah pengunjung dari setiap tahunnya. Pada 2014 dengan total 2.932 pengunjung turun menjadi 1.988 pada 2015, dan kembali mengalami penurunan pada 2016 menjadi 1.508. Perubahan juga terjadi pada struktur organisasi yang dahulunya dijabat oleh Salma Safitri pada 2014, tahun 2016 dijabat oleh Sri Suparyati. Kedua Museum Omah Munir memiliki program kerja untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan salah satunya diwujudkan dengan pembuatan modul pembelajaran interaktif. Museum Omah Munir juga sering mendapatkan kunjungan dari sekolah-sekolah terutama pada jenjang SMP sederajat. Hal ini dikarenakan Museum Omah Munir cocok digunakan sebagai sumber belajar untuk materi yang diajarkan berupa keadaan masyarakat pasca pengakuan kedaulatan hingga era awal reformasi.