SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN KATALOG LABORATORIUM SEJARAH KOLEKSI HINDU-BUDHA UNIVERSITAS NEGERI MALANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MATERI HINDU-BUDHA

Akhmad Rizali

Abstrak


ABSTRAK

 

PENGEMBANGAN KATALOG LABORATORIUM SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI MALANG KOLEKSI HINDU-BUDHA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH MATERI HINDU-BUDHA

Akhmad Rizali

Jurusan Sejarah, Universitas Negeri Malang

Abstrak: Laboratorium Sejarah merupakan salah satu sumber belajar bagi mahasiswa jurusan sejarah yang telah disediakan oleh pihak universitas. Laboratorium sejarah tersebut merupakan fasilitas yang sudah disediakan oleh universitas agar proses pembelajaran sejarah lebih menarik minat mahasiswa. Media katalog dibuat untuk membantu mahasiswa mengenal setiap koleksi yang telah ada dalam laboratorium sejarah tersebut, khususnya koleksi Hindu-Budha. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media Katalog Laboratorium Sejarah Universitas Negeri Malang: Koleksi Hindu-Budha. Sedangakan, metode yang digunakan dalam penelitian adalah  metode penelitian dan pengembangan (research and development) yang berarti penelitian ini akan menghasilkan suatu produk, yang berupa Katalog. Sebelum produk dihasilkan, peneliti melakukan dua kali uji coba pemakaian produk kepada 6 mahasiswa (uji coba kelompok kecil) dan 30 mahasiswa (uji coba kelompok besar). Hasil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut: Pertama, uji coba kelompok kecil yang dilakukan mendapatkan hasil kefektifan katalog mencapai 80,7%, sehingga katalog sudah layak untuk digunakan akan tetapi masih banyak kekurangan didalamnya. Kedua, setelah dilakukan revisi hasil keefektifan katalog meningkat menjadi 82,7%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa katalog yang telah dibuat oleh peneliti tersebut layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.

Latar Belakang

Pendidikan mempunyai peran utama dalam upaya pembangunan bangsa dan negara yaitu membangun kesadaran nasional sebagai sumber daya mental dalam proses pembentukan kepribadian dan identitas nasional. Pada konteks ini pembentukan kepribadian seorang manusia dan identitas nasional bertumpu pada pengalaman kolektif bangsa sehingga pendidikan sejarah mempunyai fungsi yang fundamental. Negara yang buta akan sejarahnya, suatu bangsa tersebut tidak mungkin mengenal dan memiliki identitas nasional (Kartodirdjo, 2005:121).

Pendidikan sejarah merupakan salah satu media dalam dunia pendidikan yang paling ampuh untuk memperkenalkan peserta didik tentang sejarah bangsanya di masa lalu. Pendidikan sejarah diharapkan mampu untuk mengembangkan potensi peserta didik dalam memaknai nilai-nilai bangsa Indonesia sekarang ini (Hasan, 2010:3). Jadi, dengan sejarah para anak bangsa dapat mengetahui sejarah bangsa itu sendiri. Norma-norma dan nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa sejarah tersebut dapat dimaknai oleh peserta didik dan dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, peserta didik dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan nilai dan norma yang baik dan sesuai dengan identitas bangsa Indonesia.

Pada pendidikan di negara berkembang seperti Indonesia, sumber belajar sangat  diperlukan sebagai penunjang proses pembelajaran yang efektif. Biasanya, sumber belajar dapat diperoleh dari sekitar kita dan dapat dengan mudah diakses. Menurut Sudjarwo (1988:141-142) sumber belajar dalam pengertian sempit dapat  diartikan sebagai sarana pengajaran yang dapat berupa visual dan audio-visual. Salah satu contoh sumber belajar yang harus ada dalam suatu pembelajaran adalah buku teks. Pada pengertian yang luas sumber belajar diartikan sebagai semua sumber yang berupa data, orang yang berfungsi sebagai informan, dan segala sesuatu yang dapat mempermudah peserta didik untuk mengikuti sebuah pembelajaran. Sumber belajar dapat dikategorikan dalam enam jenis, yaitu: pesan, orang, bahan, alat, tehnik, dan lingkungan. Adanya sumber belajar ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Hal ini dilaksanakan dengan diadakannya berbagai macam media yang dibutuhkan untuk penunjang proses pembelajaran yang lebih menarik.

Fasilitas-fasilitas dalam sumber belajar dapat berupa ruangan belajar, studio, dan lain-lain (Sudjana, 1989:80). Sumber belajar yang dipakai dalam penelitian ini merupakan sumber belajar yang berbentuk fasilitas. Fasilitas yang dimaksud adalah sebuah laboratorium yang didalamnya terdapat benda-benda sejarah atau yang lebih sering kita kenal dengan Laboratorium Sejarah. pada dasarnya Laboratorium Sejarah bisa digunakan dalam pembelajaran sejarah, akan tetapi sayangnya hanya sedikit sekolah atau institusi pendidikan yang memberikan fasilitas ini.

Universitas Negeri Malang adalah salah satu Institusi yang memberikan fasilitas Laboratorium Sejarah ini kepada mahasiswa. Banyak koleksi sejarah yang ada didalamnya untuk menunjang proses pembelajaran sejarah. Laboratorium Sejarah tersebut juga berfungsi sebagai sarana pengumpulan benda-benda sejarah agar tetap terawat dan terhindar dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya Laboratorium Sejarah ini adalah mahasiswa dapat dengan  nyata melihat objek peninggalan-peninggalan sejarah. Minat para mahasiswa untuk melihat koleksi sejarah akan ditingkatkan oleh peneliti dengan cara memperkenalkan katalog sejarah, dengan fokus penelitian pada masa Hindu-Budha. Permasalahan yang ditemukan oleh peneliti adalah kurangnya minat mahasiswa sejarah di Universitas Negeri Malang untuk mempelajari koleksi-koleksi yang ada di Laboratorium Sejarah Universitas Negeri Malang mulai dari zaman praaksara hingga kontemporer. Maka dari itu, peneliti mencoba untuk mengenalkan koleksi-koleksi Laboratorium Sejarah dengan cara yang menarik, yaitu pembuatan media katalog dengan koleksi peninggalan Hindu-Buddha yang terdapat di Laboratorium Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang.

Isi

1.Metode Penelitian

Dalam menjalankan sebuah penelitian dalam dunia pendidikan, terdapat berbagai metode yang digunakan untuk menjalankan penelitian tersebut. Salah satunya adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development) yang berarti metode penelitian ini digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan menguji keefektifan produk yang dihasilkan dari penelitian tersebut. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan ini membutuhkan penelitian yang bersifat analisis dan pengujian suatu produk agar supaya produk yang dihasilkan bermanfaat bagi dunia pendidikan maupun masyarakat luas (Sugiyono, 2014:297).

Menurut Sukmadinata (2007:164-165) penelitian dan pengembangan (research and development) adalah proses untuk mengembangakn produk yang belum ada maupun penyempurnaan terhadap produk yang telah ada sebelumnya. Penelitian tersebut harus bias dipertanggung jawabkan secara kredibilitas maupun validitasnya. Produk dalam penelitian dan pengembangan tersebut dapat berupa perangkat keras (hardware), seperti buku dan modul, maupun berbentuk perangkat lunak (software) seperti software pada perpustakaan dan laboratorium.

Oleh karena itu, peneliti melakukan suatu pengembangan media katalog pada koleksi Laboratorium Sejarah di Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang (UM). Koleksi yang dijadikan sebagai bahan penelitian terbatas hanya pada koleksi pada zaman Hindu-Budha. Peneliti akan melakukan sebuah penelitian dan pengembangan sesuai dengan kaidah-kaidah/prosedur penelitian yang sudah ditetapkan.

Pada peneitian ini, peneliti membuat produk baru sebagai bentuk penyempurnaan dari produk-produk sebelumnya. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah-langkah metode research and development menurut Sugiyono (2014:298) sebagai berikut:

Berdasarkan langkah-langkah metode research and development di atas,maka dapat dijabarkan langkah-langkah dari penelitian pengembangan media katalog koleksi Laboratorium Sejarah zaman Hindu-Budha.

a.Subjek Uji Coba

1.Uji Coba Terbatas

Uji coba terbatas yang dilakukan oleh peneliti terhadap kelompok kecil adalah dengan uji coba terhadap 5-10 orang pengunjung Laboratorium Sejarah UM. Kelompok keil tersebut dipilih secara acak. dengan teknik simple random sampling.

2.Uji Coba Lebih Luas

Uji coba lebih luas yang dilakukan peneliti adalah uji coba terhadap 25-35 orang pengunjung Laboratorium Sejarah UM.

b. Jenis Data

1.Data Kualitatif

Data kualitatif dalam penelitian ini berupa kritik dan saran dari validator atau dari para ahli. Dalam penelitian ini data kualitatif berupa keefektifan produk yang diperoleh dari kritik dan saran para ahli atau validator.

2.Data Kuantitatif

Data kuantitatif pada penelitian ini berupa data perhitungan statistic berupa angket. Data kuantitatif dalam penelitian dan pengembangan ini diperoleh angket para ahli atau validator.

c.Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen dalam pengumpulan data pada penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan angket. Angket peneliti terapkan dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden (pengunjung laboratorium sejarah) untuk dijawab. Angket diberikan kepada ahli validasi dan peserta didik. Angket untuk validator digunakan untuk menilai kelayakan materi dan pakar media untuk menilai produk yang telah peneliti ciptakan (Angket terlampir dalam lampiran I dan II). Angket bagi peserta didik digunakan untuk mengukur efektivitas media katalog koleksi Laboratorium Sejarah zaman Hindu-Budha (terlampir dalam lampiran III).

d.Teknik Analisis Data

1.Analisis Validitas Produk

Analisis data merupakan proses yang sangat penting dalam menentukan suatu penelitian. Analisis data tersebut berfungsi untuk menentukan hasil penelitian (Sugiyono, 2009:334). Dalam analisis validitas produk mengguanakan angket sebagai penilaian dari para ahli atau validator. Teknik analisis data berupa teknik analisis deskriptif presentase, yaitu mengubah data kuantitatif menjadi data kualitatif dalam bentuk interpretasi.

Rumus  mengolah data kuantitatif subjek uji coba menurut Arikunto (2006:246) adalah sebagai berikut:

Σxi

 P= Σx x 100%

Keterangan:

P          = Persentase hasil subjek uji coba

Σx        = Jumlah jawaban skor oleh subjek uji coba

Σxi      = Jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subjek uji coba

100%   = Konstanta

Untuk menentukan ketercapaian dalam penelitian dan pengembangan ini maka digunakan ketentuan menurut Arikunto (2009:245), sebagai berikut.

85% - 100%    : Sangat efektif (tanpa revisi)

70% - 84%      : Efektif (tanpa revisi)

55% - 69%      : Cukup efektif (revisi)

50% - 54%      : Kurang efektif (revisi)

0% - 49%        : Tidak efektif (revisi)

Pengembangan media katalog koleksi Laboratorium Sejarah zaman Hindu Budha ini dinyatakan berhasil apabila tingkat ketercapaian skor minimal 70%. Apabila tingkat ketercapaian skor mencapai 70%, maka media ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah.

2.Hasil Penelitian

Pada uji coba kelompok kecil terdapat angket penelitian  yang berisi 8 pernyataan yang harus diisi oleh subjek penelitian (mahasiswa). Angket penelitian tersebut dibagikan kepada 6 mahasiswa pendidikan sejarah UM. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil yang telah dilakukan oleh peneliti kepada 6 mahasiswa pendidikan sejarah UM, diperoleh hasil bahwa kekefektifan katalog mencapai angka 80,7%.

Uji Coba kelompok besar yang dilakukan oleh peneliti menggunakan angket yang sama seperti pada saat uji coba kelompok kecil. Terdapat 8 pernyataan yang harus diisi oleh subjek penelitian (mahasiswa ) dalam angket yang diberikan kepada 30 mahasiswa  pendidikan sejarah UM. Berdasarkan hasil uji coba kelompok besar yang telah dilakukan oleh peneliti kepada 30 mahasiswa pendidikan sejarah UM, diperoleh hasil bahwa keefektifan katalog mencapai angka 82,7%. Sehingga dapat disimpulkan dari kedua uji coba tersebut bahwa katalog layak digunakan untuk membantu mahasiswa dalam proses pembelajaran sejarah, khususnya materi Hindu-Budha.

Penutup

Produk yang telah dikembangkan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Katalog Laboratorium Sejarah Universitas Negeri Malang: Koleksi Hindu-Budha. Katalog yang telah dikembangkan oleh peneliti tersebut berbasis cetak. Menurut Prastowo (2013:40) bahan ajar yang berbasis cetak merupakan bahan ajar yang dibuat dalam bentuk cetak berupa kertas, bahan ajar tersebut bertujuan untuk membantu dalam proses pembelajaran maupun memberikan informasi baru kepada pembacanya. Dalam pembuatannya, bahan ajar berbasis cetak tersebut tidak hanya berupa teks, bisa ditambahkan foto, ilustrasi, peta, lukisan, dan lain-lain. Hal tersebut bertujuan agar bahan ajar yang dibuat lebih menarik dan tidak membosankan bagi pembacanya, karena menurut Hamdani (2011:122) salah satu tujuan dari dibuatnya bahan ajar adalah agar proses pembelajaran yang dilakukan lebih menarik minat peserta didik. Produk yang telah dibuat peneliti ini memiliki desain yang menarik dan elegan, sehingga pembaca tidak bosan untuk membacanya.

Peneliti mengembangkan Katalog Laboratorium Sejarah Universitas Negeri Malang: Koleksi Hindu-Budha agar pengunjung laboratorium sejarah UM dapat lebih mudah mengenal koleksi laboratorium, khususnya koleksi Hindu-Budha. Katalog tersebut disajikan secra sistematis dan materi yang digunakan dalam katalog berasal dari rujukan-rujukan yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Selain itu, gambar koleksi laboratorium sejarah (koleksi Hindu-Budha) yang ditampilkan dalam katalog mempunyai kualitas yang baik dan disertai pula dengan ukuran koleksi, sehingga pengunjung laboratorium sejarah atau mahasiswa lebih terbantu dengan adanya katalog tersebut.

Pembuatan Katalog Laboratorium Sejarah Universitas Negeri Malang: Koleksi Hindu-Budha  sudah melalui uji validasi materi (dosen sejarah Universitas Negeri Malang) dan uji validasi ahli media (dosen Universitas Negeri Malang). Selain itu, peneliti sudah melakukan uji coba pemakaian katalog kepada mahasiswa jurusan sejarah Universitas Negeri Malang.

Hasil uji validasi ahli materi katalog ini mencapai rata-rata persentase sebanyak 97,2%. Sedangkan hasil uji validasi ahli media katalog ini mencapai rata-rata pesentase sebanyak 85%. Hasil dari kedua uji validasi tersebut (uji validasi ahli materi dan uji validasi ahli media) menunjukkan bahwa katalog yang telah dikembangkan oleh peneliti masuk dalam kategori valid dan layak digunakan. Sementara, hasil uji coba pemakaian diperoleh hasil sebagai berikut. Hasil uji coba kelompok kecil katalog ini mencapai rata-rata persentase 80,7% dan hasil uji coba kelompok besar katalog ini mencapai rata-rata persentase 81,2%. Dapat dilihat dari kedua uji coba pemakaian tersebut katalog yang dikembangkan oleh peneliti sudah termasuk dalam kategori valid dan layak digunakan sebagai alat bantu untuk mengenal koleksi laboratorium sejarah, khususnya koleksi Hindu-Budha. Selain itu, katalog tersebut juga bisa dijadikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran sejarah materi Hindu-Budha.

Daftar Rujukan

Hasan, S.H. 2010. Pendidikan Sejarah: Kemana dan Bagaimana?. Karya disampaikan pada seminar Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Jakarta, 6 Maret 2010. (Online). (file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/194403101967101-SAID_HAMID_HASAN/Makalah/Pendidikan_Sejarah_Kemana_dan_Bagaimana.pdf s hamid hasan pdf), diakses 27 Oktober 2015.

Kartodirdjo, S. 2005. Sejak Indische Sampai Indonesia. Jakarta: Kompas.

Sudjana. 1989. Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar. Jakarta: PT Mediyatama Sarana Perkasa.

Sudjarwo. 1988. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Erlangga.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, S. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatak Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukmadinata, N. S. 2007.  Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.