SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Saku Peran R.M Djajengkoesoemo (1886-1903) Di Tulungagung Untuk Siswa Kelas XI SMAN 1 Kalidawir

Vika Puspitasari

Abstrak


ABSTRAK

 

RINGKASAN

Puspitasari, Vika. 2018. Pengembangan Buku Saku Peran R.M Djajengkoesoemo (1886-1903) Di Tulungagung Untuk Siswa Kelas XI SMAN 1 Kalidawir. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd.

Kata Kunci: Pengembangan, Buku Saku, Peran R.M Djajengkoesoemo, Tulungagung

Pada tahun 1886—1903 di Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur terdapat seorang tokoh yang bernama R.M Djajengkoesoemo. R.M Djajengkoesoemo memiliki peran besar pada saat melawan Belanda yaitu pada proses pembangunan jembatan Ngujang. Peristiwa perlawanan pada tahun 1886 di jembatan Ngujang yang dilakukan oleh R.M. Djajengkoesoemo kemudian menyebabkan R.M Djajengkoesoemo mendapat hukuman yaitu membabad hutan sebelah selatan Kabupaten Tulungagung. Sayangnya, saat ini perjuangan yang dilakukan oleh R.M. Djajengkoesoemo belum banyak diketahui terutama oleh peserta didik sebagai generasi muda. Kondisi kurangnya pengetahuan peserta didik, disebabkan tidak adanya sumber belajar mengenai tokoh lokal. Peneliti melakukan penelitian pengembangan yang tujuannya mengembangkan produk berbentuk Buku Saku Peran R.M  Djajengkoesoemo pada tahun 1886—1903 Di Tulungagung untuk Siswa Kelas XI SMAN 1 Kalidawir.

Proses pengembangan Buku Saku menggunaan model penelitian yang dikemukakan Sugiyono (2015) yang telah diadaptasi. Penelitian diawali dari (1) Potensi dan masalah yang berasal dari kurangnya pemahaman siswa terkait sejarah lokal, dikarenakan sumber belajar sejarah lokal masih sedikit. (2) Pengumpulan data, Peneliti mendapatkan 3 sumber primer dan 2 sumber sekunder untuk menyusun materi dan melakukan proses wawancara siswa dan guru. (3) Desain produk, buku saku dicetak dalam ukuran panjang 10 cm dan lebar 8 cm, ukuran ini dipilih karena mudah dibawa siswa. (4) Validasi desain, dilakukan oleh dosen sejarah. (5) Perbaikan desain, bertujuan memperbaiki desain awal. (6) Uji coba produk, dilakukan pada 10 orang siswa. (7) Revisi produk, tujuannya memperbaiki produk setelah uji coba. (8) Uji coba pemakaian, dilakukan kepada 19 siswa. (9) Revisi produk, tujuannya memperbaiki produk dari uji coba pemakaian.

Hasil presentase nilai dari validasi materi sebesar 87,5% dan validasi media sebesar 79,5%, yang berarti produk sangat layak. Untuk hasil presentase nilai skor dari uji coba produk sebesar 82,9%, dan hasil presentase nilai skor dari uji coba pemakaian sebesar 87,0%. Berdasarkan dari hasil uji coba produk dan uji coba pemakaian mengalami peningkatan sebesar 4,1%, yang menunjukkan produk sangat layak. Saran pemanfaatan untuk pengguna yaitu, siswa, guru, dan juru kunci makam untuk dapat mempergunakan produk sesuai dengan kebutuhan. Untuk deseminasi produk dapat dipergunakan pada sekolah lain dan dalam skala yang luas maka harus disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan. Peneliti menyarankan pada peneliti selanjutnya untuk lebih mengembangkan materi yang dibahas bukan hanya satu materi saja, sehingga dapat dibaca oleh seluruh kalangan.