SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perkembangan Industri Kerajinan “Andis Batik” Dusun Wonorejo Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang 1996-2014 dan Muatan Pendidikan

eko wicaksono

Abstrak


ABSTRAK

 

Batik adalah salah satu kesenian yang telah ada sejak berabad-abad hidup dan berkembang menjadi salah satu bukti warisan budaya bangsa Indonesia. Salah satu daerah di Kabupaten Malang, yang memproduksi batik adalah desa Druju. Andis batik adalah industri kerajinan yang pertama kali muncul di desa Druju. Batik Druju memiliki karakteristik yang berbeda dari daerah lain. Motif-motif batik Druju yang digunakan adalah motif kontemporer, yang lebih mementingkan nilai seni daripada nilai filsafat.

 Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yang akan dikaji yaitu (1) bagaimanakah sejarah munculnya batik Druju, (2) bagaimanakah perkembangan industri kerajinan “Andis Batik” di Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang 1996-2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah (history research) yag meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.

Hasil penelitian ini memaparkan tentang sejarah munculnya batik Druju merupakan gagasan pasangan suami istri yang bernama Ibu Antik dan Bapak Edi Subagio yang melihat peluang usaha yang terbuka sekitar tahun 1992 masih belum ada usaha batik di Kabupaten Malang. Pada awalnya proses desain dan pengerjaan batik dilakukan di Madura kemudian dengan bantuan teman mereka yang memiliki butik di Bali, hasil dari karyanya mulai dipasarkan. Pada tahun 1996 mulai mendirikan usaha batik yang diberi nama “Andis Batik” di desa Druju dan para pekerja didatangkan dari Pekalongan. Motif dari batik diambil dari alam sekitar desa Druju yang menjadi ciri khasnya.

Muatan pendidikan yang dapat diambil dari penelitian ini antara lain Pertama, cinta tanah air yaitu menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap budaya yang dimiliki. Kedua, memperkuat solidaritas terhadap lingkungan, dengan menanamkan pendidikan sejarah lokal pada siswa maka akan tercipta solidaritas siswa terhadap lingkungan. Ketiga, nilai kreatif merupakan suatu sikap berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Keempat, kerja keras merupakan tindakan yang menunjukkan sikap pantang menyerah dan selalu terus berusaha untuk mencapai sebuah tujuan.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya supaya mengkaji sejarah industri kerajinan dengan latar belakang wilayah yang berbeda sehingga dari setiap wilayah tersebut akan terlihat keunikan tersendiri mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya suatu industri kerajinan.