SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Sejarah Lokal Berbasis candi Kedaton dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMA Negeri I Tiris Kabupaten Probolinggo

Melliya .

Abstrak


ABSTRAK

 

Melliya. 2018. Pengembangan Modul Sejarah Lokal Berbasis Candi Kedaton dalam Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMA Negeri I Tiris Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum. (II) Drs. Marsudi, M.Hum.

Kata Kunci: modul, sejarah lokal, Candi Kedaton, peninggalan Kerajaan Majapahit, pembelajaran sejarah, Probolinggo.

Sejarah merupakan matapelajaran yang membahas peristiwa masa lalu yang wajib diajarkan di sekolah, dimana pembelajaran sejarah harus disesuaikan dengan Kurikulum 2013. Berdasarkan wawancara dengan guru sejarah di SMA Negeri I Tiris kendala yang dihadapi adalah kurangnya kemampuan berpikir peserta didik dalam mempelajari materi sejarah sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013, dan terbatasnya bahan ajar yang digunakan. Oleh karena itu, keberadaan bahan ajar penunjang sangat diperlukan. Modul sejarah lokal merupakan salah satu bahan ajar penunjang yang muatan materinya dapat diperoleh dari peninggalan-peninggalan bersejarah yang dekat dengan lingkungan sekitar dan dapat disesuaikan dengan kemampuan berpikir peserta didik serta bisa digunakan untuk belajar mandiri.

Adapun tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk modul sejarah lokal berbasis Candi Kedaton dalam pembelajaran sejarah kelas X di SMA Negeri I Tiris Kabupaten Probolinggo.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2015) yang terdiri dari sepuluh tahapan yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Namun dalam penelitian ini yang digunakan hanya sampai pada tahap kesembilan.

Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan modul sejarah lokal yang mengangkat materi perkembangan kerajaan-kerajaan Hindhu-Buddha dan peninggalannya berdasarkan Kompetensi Dasar 3.6 yang tertera dalam Kurikulum 2013 yaitu Candi Kedaton Probolinggo sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit, sehingga peserta didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan belajar sejarah melalui peninggalan-peninggalan yang ada di sekitar lingkungan sekolah, serta dapat mempermudah peserta didik belajar mandiri.

Modul sejarah lokal berbasis Candi Kedaton tersebut dinyatakan layak berdasarkan pada hasil validasi ahli materi dengan rata-rata persentase sebesar 92,7%, dan hasil validasi ahli media dengan rata-rata persentase sebesar 90,5%, sehingga modul ini dinyatakan sangat valid, layak, dan dapat diujicobakan. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil diperoleh rata-rata persantase sebesar 97,3%, dan uji coba kelompok besar diperoleh rata-rata persentase sebesar 94%, sehingga modul ini dinyatakan sangat efektif dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran sejarah.