SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis faktor kegagalan Jerman dalam Invasi Uni Soviet (Operasi Barbarossa dan Stalingrad) 1941-1943

Dwi Nurdianto

Abstrak


ABSTRAK

 

Operasi Barbarossa merupakan salah satu operasi militer Jerman dalam invasi Uni Soviet dalam periode Perang Dunia II. Jerman sendiri berupaya menguasai Soviet dengan invasi militer mereka. Perbedaan ideologi dan kepentingan ekonomi juga merupakan dasar atas penyerangan Jerman ke Soviet. Jerman beranggapan bahwa invasi Soviet dilakukan bukan hanya untuk sekedar kepentingan perluasan wilayah, untuk tetap berada dalam kancah peperangan melawan Sekutu, Jerman membutuhkan pasokan minyak dan bahan mentah yang berada di daerah bagian selatan Uni Soviet, namun ekonomi, geografi, militer dan psikologis pasukan banyak menganggu jalannya operasi militer tersebut, hingga berujung kekalahan bagi Jerman itu sendiri. Kekalahan Jerman disebabkan oleh beberapa aspek seperti ekonomi, perbedaan strategi, geografi musim dan psikologi. Pada awal pertempuran Stalingrad Jerman dapat dengan cepat menaklukan dan hanya menyisakan sedikit kantong perlawanan Soviet, namun Soviet dapat mengulur waktu hingga musim dingin dating dan dapat mengisolasi pasukan Jerman yang berada di Stalingrad. Pasukan Jerman yang berada didalam Stalingrad kekurangan pasokan bahan makanan dan amunisi hingga pada akhirnya menyerah kepada tentara Soviet. Pertempuran Stalingrad merupakan titik balik bagi perang Jerman dan Uni Soviet.

Abstract

Operation Barbarossa was one of the German military operations in the Soviet invasion of the World War II period. Germany itself seeks to control the Soviets with their military invasion. The differences of ideology and economic interest were also the basis of the invasion of Germany into the Soviets. Germany assumed that the Soviet invasion was carried out not just for the sake of territorial expansion, to remain in the battlefront of the Allies, Germany needed supplies of oil and raw materials in the southern part of the Soviet Union, but the economic, geographical, military and psychological forces disturbed the course of the military operation, leading to defeat for Germany itself. Germany's defeat is caused by aspects such as economics, strategy differences, seasonal geography and psychology. At the start of the battle the German Stalingrad could quickly conquer and leave only a few bags of Soviet resistance, but the Soviets could gain time until the winter came and could isolate the German troops stationed at Stalingrad. The German troops within Stalingrad were deprived of food and ammunition supplies until eventually surrendering to the Soviet army. The Battle of Stalingrad was a turning point for the war of Germany and the Soviet Union.