SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

SENGKETA TANAH DI DESA CURAHNONGKO KECAMATAN TEMPUREJO KABUPATEN JEMBER TAHUN 1966-198

muhammad cahyono

Abstrak


ABSTRAK

 

Tujuan dari penelitian ini adalah, untuk mengetahui latar belakang munculnya sengketa tanah di PTPN XII (Persero) Jember. Untuk mengetahui wujud persengketaan tanah di PTPN XII (Persero) Jember. Untuk mengetahui dampak sengketa terhadap kepemilikan tanah masyarakat. metode penelitian sejarah sebagai acuannya. Dalam metode sejarah dikenal lima tahap, yaitu tahap pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil analisis data-data yang penulis gunakan, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latar belakang terjadinya sengketa tanah antara perhutani dengan masyarakat ini berawal dari sejarah penguasaan tanah pada jaman Belanda hingga penguasaan Jepang. Pada jaman Jepang tersebut tanah di Desa Curahongko Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember adalah hutan belantara, pada tahun 1942 masyarakat Curahnongko membabat hutan/membuka lahan untuk pertanian atas perintah Jepang. Kedua, terjadinya konflik antara masyarakat dan pihak PTPN XII dikarenakan tidak terimanya masyarakat dengan adanya penggusuran dan perubutab tabah secara paksa oleh pihak PTPN XII. Ketiga, dampak dari konflik yang ada di Desa Curahnongko membawa pengaruh bagi kondisi masyarakat. Pengaruh tersebut antara lain:kekurangan tempat pemukiman dan pertanian karena pengambilah alih oleh pihak PTPN XII, terjadinya kesenjangan sisoal di masyarakat Curahnongko. Penelitian ini sangat jauh dari kata kesempurnaan. Pembahasan dari adanya sengketa ini kurang mendalam dan masih merupakan penggambaran umum. Peneliti menyarankan agar permasalahan tersebut diangkat dalam penelitian-penelitian selanjutnya.

Kata kunci: Sengketa, Perebutan Lahan