SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUTOPLAY MEDIA STUDIO DALAM PROGRAM UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI (UKBM) DI KELAS X IPS SMAN 1 SINGOSARI

Novi Andari

Abstrak


RINGKASAN

 

Andari, Novi. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Autoplay Media Studio dalam Program Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) Kelas X IPS di SMAN 1 Singosari. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum.

 

Kata Kunci: Media Pembelajaran, Autoplay Media Studio, Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM)

 

Sejarah merupakan salah satu mata pelajaran penting yang harus dipelajari siswa, karena dari sejarah tersebut kemudian manusia belajar. Namun, seringnya konsep pembelajaran sejarah yang cenderung abstrak karena membahas mengenai peristiwa yang berlalu tersebut disajikan menggunakan pembelajaran yang cenderung kaku. Artinya, pembelajaran dilakukan dengan ceramah dan kurang memanfaatkan keberadaan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar. Padahal, selama ini teknologi sudah berkembang pesat yang kemudian menghadirkan banyak pilihan media. Lebih lanjut, dalam pembelajaran tentunya tidak pernah lepas dari kegiatan evaluasi yang biasanya diberikan ketika pembelajaran berakhir. Dalam perkembangannya, kegiatan evaluasi menjadi salah satu program dalam Kurikulum 2013 (K13) yang bernama Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM). Konsep pengemasan UKBM berbentuk modul yang kemudian digandakan sendiri oleh siswa ternyata membawa sedikit permasalahan. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk mengemas pembelajaran mulai dari materi hingga evaluasi dalam satu media. Pengemasan dilakukan menggunakan media Autoplay Media Studio.

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dua hal, yaitu (1) menghasilkan media pembelajaran dengan memanfaatkan software Autoplay Media Studio untuk mengemas tampilan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang menarik serta memudahkan siswa kelas X IPS SMAN 1 Singosari dalam memahami pelajaran sejarah pada materi periodesasi hasil kebudayaan dan perkembangan kehidupan masyarakat zaman prasejarah; (2) mengetahui efektifitas dan kelayakan media pembelajaran Autoplay Media Studio dalam program Unit Kegiatan Belajar Mandiri pada materi periodesasi hasil kebudayaan dan perkembangan kehidupan masyarakat zaman prasejarah.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan atau disebut Research and Development (R & D). Adapun untuk acuan penelitian dan pengembangan menggunakan model penelitian Sugiyono yang kemudian mengalami penyesuaian dengan kemampuan peneliti. Adanya penyesuaian kemudian menjadikan model penelitian Sugiyono memuat 10 langkah penelitian yaitu (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data;(3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produksi produk. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes hasil belajar siswa melalui pretest dan postest serta pemberian angket penilaian produk.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh validator ahli, diperoleh persentase sebesar 92,5% dari ahli materi, 93,5% dari ahli media, 89, 45% pada saat uji coba kelompok kecil, dan 87,88% pada saat uji coba dalam kelompok besar. Dengan perolehan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Autoplay Media Studio dalam program Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) valid dan layak digunakan. Perolehan persentase dalam uji coba kelompok kecil dan besar mengalami penurunan dikarenakan perbedaan kondisi kelas dan kurangnya komputer pada saat uji coba. Namun, untuk hasil belajar yang dilakukan melalui pretest dan postest pada saat uji coba kelompok kecil dan besar menunjukkan peningkatan.

Dengan pemaparan dan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan produk, yaitu kondisi di lapangan secara menyeluruh. Artinya perlu diperhatikan kondisi sebelum mengembangkan produk media karena pada dasarnya setiap sekolah memiliki sarana prasarana penunjang yang berbeda. Adapun jika sudah memungkinkan untuk melakukan penelitian di sekolah tersebut, maka diperhatikan pula kelengkapan perangkat pendukung media sehingga nantinya media yang dikembangkan dapat beroperasi dengan maksimal.