SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

DEMOBILISASI PEJUANG KEMERDEKAAN: STUDI KASUS PADA KESATUAN TENTARA REPUBLIK INDONESIA PELAJAR (TRIP) BATALYON 3000 KOMPI 200 DI PARE (1950- 1955)

Dona Nurhayati

Abstrak


ABSTRAK

 

Perang Kemerdekaan tidak terelakkan lagi di Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945. Kurun waktu 1947- 1949, telah terjadi perang dua kali tahap. Diawali dengan serangan Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947 akibat kegagalan jalur diplomasi pada perjanjian Linggarjati. Disusul dengan serangan pada Agresi Militer Belanda II akibat dari kegagalan jalur diplomasi perjanjian Renville. Pembentukan pertahanan militer Indonesia semakin ditingkatkan, tidak lagi hanya melibatkan warga militer namun juga mengacu pada warga sipil. Nasionalisme yang terbentuk, melatar belakangi perjuangan rakyat semesta ikut membantu memepertahankan kemerdekaan Indonesia. termasuk dari golongan pelajar yang menggabungkan diri dalam Kesatuan Tenatra Republik Indonesia Pelajar (TRIP) Jawa Timur. Setelah perang berakhir ditandai dengan kesepakatan pada KMB oleh kedua belah pihak, permasalahn yang dihadapi oleh pemerintah RI adalah dalam bidang ekonomi yang semakin mendekati inflasi pasca perang. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah slah satunya adanya mengenai demobilisasi anggota militer (yang tergabung dalam militer pada perang kemerdekaan).