SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH DI KELAS X TKJ 2 SMK NEGERI 1 KEPANJEN

Apriani Talip

Abstrak


ABSTRAK

 

Talip, A. 2018. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Kepanjen. Skripsi. Prodi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Marsudi, M.Hum

Kata kunci : Model pembelajaran  Two  Stay Two Stray, Keaktifan Siswa

SMK Negeri 1 Kepanjen adalah salah satu sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Malang. Di sekolah tersebut ada satu kelas yang mengalami permasalahan dalam pembelajaran sejarah yaitu kelas X TKJ 2. Berdasarkan wawancara dengan guru sejarah dan juga observasi yang dilakukan peneliti, peneliti mengetahui bahwa permasalahnnya adalah terkait dengan rendahnya keaktifan siswa kelas TKJ 2 dalam pembelajaran sejarah. Adanya permasalahan tersebut karena guru hanya menggunakan ceramah saat mengajar dan kurang menggunakan model pembelajaran sehingga siswa kurang aktif saat mengikuti pelajaran sejarah.

Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran sejarah di kelas X TKJ 2 SMKN 1 Kepanjen melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai guru model. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X TKJ 2 SMKN 1 Kepanjen dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan yaitu lembar penilaian keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS), lembar penilaian keaktifan siswa, dan catatan lapangan. Data yang telah didapat kemudian dianalisis dan hasilnya akan dibandingkan dengan rata-rata yang diperoleh dari siklus I dan siklus II.

Hasil penelitian ini  menunjukan keaktifan siswa setelah menerapkan model pembelajaran two stay two stray (TSTS), keaktifan siswa meningkat mulai dari siklus I hingga siklus II. Pada siklus I persentase keaktifan siswa kategori sangat aktif  0%, kategori aktif 22,2%, kategori cukup aktif 38,89%, kategori kurang aktif 33,3% dan kategori sangat kurang aktif 0%. Pada siklus II keaktifan peserta didik mengalami peningkatan yakni persentase kategori sangat aktif 36,1%, kategori aktif 44,4%, kategori cukup aktif 19,4% dan tidak ada siswa  kategori sangat kurang aktif. Sememtara itu, skala keaktifan siswa secara klasikal pada siklus 1 yakni 22,2% menjadi 80,5% pada siklus II. Sedangkan persentase rata-rata kekatifan siswa pada siklus 1 sebesar 58% dan pada siklus II menjadi 78%.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan agar menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) ketika pembelajaran sejarah sehingga dapat meningkatkan keaktifan siswa karena model pembelajaran tersebut berorientasi pada keaktifan siswa di kelas. Diharapkan juga penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan refrensi bagi para peneliti yang lain.