SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ATLAS SEJARAH BERBASIS ArcGIS 10.5 PADA MATERI KERAJAAN MATARAM ISLAM UNTUK KELAS X SMA/SMK SEJARAH INDONESIA

ANIK ELIS

Abstrak


ABSTRAK

 

Elis, Anik. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran Atlas Sejarah Berbasis ArcGIS 10.5 Pada Materi Kerajaan Mataram Islam Untuk Kelas X SMA/SMK Sejarah Indonesia. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ari Sapto, M. Hum.

Kata Kunci: media atlas sejarah, Kerajaan Mataram Islam, ArcGIS 10.5, kelas X, Sejarah Indonesia

            Pembelajaran sejarah merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pendidikan dalam rangka menanamkan sikap nasionalis dengan mempelajari peristiwa di masa lalu. Sejarah yang pada dasarnya memiliki tiga komponen utama yaitu manusia, ruang, dan waktu menjadikan sejarah itu istimewa karena hanya terjadi satu kali (einmalig). Sehingga penting kiranya untuk  menghadirkan ketiga aspek tersebut secara berimbang dalam pembelajaran di kelas. Untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaannya di lapangan dengan prosedur pengumpulan data awal yang dilakukan terdapat fakta jika aspek keruangan masih belum optimal.

            Dalam rangka optimalisasi ketiga aspek dalam pembelajaran tersebut, maka dilakukanlah penelitian dan pengembangan. Penelitian ini menggunakan konsep penelitian deskriptif kuantitatif yang memuat data angka sebagai acuan penilaian produk kemudian dideskripsikan dalam menjabarkan hasil penelitian. Adapun acuan yang digunakan dalam prosedur penelitian dan pengembangan ini dengan mengadopsi model penelitian Borg & Gall (1983), yang kemudian disesuaikan dengan kemampuan dari peneliti. Sehingga dirumuskanlah langkah-langkah penelitian dalam sepuluh tahap yang meliputi (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk,

(10) produk akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Atlas Sejarah Kerajaan Mataram Islam, sebagai media pembelajaran yang menunjang pemahaman peserta didik mengenai aspek keruangan dalam sejarah sebagai setting tempat terjadinya suatu peristiwa. Untuk itu produk yang dikembangkan perlu diuji kelayakan dan keefektifannya sebagai alternatif media pembelajaran yang ditujukan untuk kelas X SMA/SMK pada mata pelajaran Sejarah Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi produk media Atlas Sejarah Kerajaan Mataram Islam mendapat presentase 86,6% dari ahli materi, 84,6% dari ahli media, 88,4% dalam uji coba skala kecil, dan 86,8% dalam skala besar. Begitu pula dari tingkat keefektifannya yang diindikasikan dari adanya respon baik dan peningkatan pemahaman dari peserta didik dengan mempelajari Atlas Sejarah Kerajaan Mataram Islam dalam mempelajari materi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan perolehan angka-angka tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Atlas Sejarah merupakan media yang layak dan valid untuk digunakan dalam menunjang pembelajaran sejarah. Terutama dalam menunjang aspek spasial secara berimbang dengan aspek manusia dan waktu. Sehingga besar harapan agar kelanjutan dari produk ini dapat digunakan dan disebarluaskan lagi dalam ranah pendidikan yang lebih luas dan menyeluruh. Perbaikan dan penyempurnaan tentu saja perlu dilakukan, karena peneliti menyadari bahwa produk yang dikembangkan memiliki kekurangan dan kelebihan.

Terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan penelitian dan mengembangkan produk, yaitu memahami keadaan di lapangan secara menyeluruh. Terutama dalam dunia pendidikan penting kiranya untuk memperhatikan dari segala aspek dan sudut pandang dari para praktisi pendidikan guna mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai perkembangan dan kebutuhan di lapangan. Sehingga produk yang dikembangkan sebagai solusi alternatif dalam pembelajaran yang digunakan kiranya dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran secara merata. Karena kondisi di setiap sekolah dan setiap daerah tidak sama, seperti keberadaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran.