SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Penggunaan Media WhatsApp untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas XI RPL SMKN 11 Malang Semester Genap Tahun 2017/2018

Taufiqurrohman .

Abstrak


ABSTRAK

 

Taufiqurrohman. 2017. Penggunaan Media WhatsApp untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Sejarah Peserta Didik Kelas XI RPL SMKN 11 Malang Semester Genap Tahun 2017/2018, Program studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Ismail Lutfi, M.A., (II) Aditya Nugroho Widiadi, S.Pd., M.Pd

 

Kata Kunci: Media WhatsApp, Pembelajaran Sejarah, Motivasi Belajar

 

Pada proses pembelajaran sejarah sering ditemukan permasalahan terkait rendahnya motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas XI RPL SMKN 11 Malang ditemukan permasalahan terkait rendahnya motivasi belajar peserta didik. peserta didik kelas XI RPL memiliki motivasi belajar sejarah yang rendah dan ada beberapa peserta didik yang sering bermain ponsel ketika pembelajaran berlangsung. peneliti menyimpulkan bahwa rendahnya motivasi belajar sejarah di kelas XI RPL dikarenakan guru jarang menggunakan media interaktif, hal ini dikarenakan tidak tersedianya fasilitas penunjang untuk pembelajaran seperti colokan listrik dan LCD Proyektor untuk menampilkan materi. Media WhatsApp dipilih untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan menjadi alternatif pengganti dari tidak tersedianya fasilitas penunjang pembelajaran di kelas. Media WhatsApp merupakan media sosial yang mempunyai banyak manfaat baik sebagai media berkomunikasi antar individu dan kelompok maupun sebagai media dalam pembelajaran. Media WhatsApp  dipilih sebagai media pembelajaan karena banyak fitur yang tersedia yang dapat dimanfaatkan sebagai media untuk menyampaikan materi, seperti mengirim pesan gambar, video, file MS. Office dan pesan dalam bentuk suara.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar sejarah peserta didik dengan penggunaan media WhatsApp di kelas XI RPL SMKN 11 Malang semester Genap tahun 2017/2018.

            Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart, meliputi empat tahapan, yaitu rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dilakukan dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, pemberian angket motivasi belajar pra-tindakan, siklus I dan siklus II, catatan lapangan serta dokumentasi. Materi yang digunakan adalah Sejarah Indonesia Merdeka.

            Hasil presentase indikator motivasi belajar mengalami peningkatan melalui penyebaran angket yang diberikan peserta didik, yaitu perhatian, waktu belajar, usaha, irama perasaan dan penampilan. Peningkatan masing-masing indikator antara lain presentase perhatian dari 47,67%, 70,89% menjadi 82,14%. Presentase waktu belajar dari 49,76%, 65% menjadi 78%. Presentase usaha dari 51,25%, 67,14% menjadi 72,14%. Presentase irama perasaan dari 53,75%, 69,71% menjadi 91,07%, sedangkan presentase penampilan dari 54,25%, 69,64% menjadi 86,78%. Berdasarkan hasil presentase dari indikator motivasi maka dapat diperoleh hasil keseluruhan presentase motivasi belajar peserta didik kelas XI RPL, yaitu presentase pra-tindakan mencapai 50,91%, kemudian mengalami peningkatan mencapai 67,02% pada siklus I, sementara pada siklus II mencapai 77,5%.

            Berdasarkan hasil penelitian tindakan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media WhatsApp dapat meningkatkan motivasi belajar sejarah peserta didik kelas XI RPL SMKN 11 Malang. Diharapkan dengan adanya penelitian tindakan ini, guru dapat menggunakan media WhatsApp sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang interaktif pada matapelajaran sejarah maupun pembelajaran lainnya. Peserta didik juga diharapkan untuk lebih termotivasi dan memiliki keberanian mengemukakan pendapat atau ide dalam proses pembelajaran