SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN BUKU AJAR MAYOR SOEPRAPTO SUKOWATI DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN UNTUK LITERASI SISWA

Bagus Amrulloh Eri Pradana

Abstrak


 

 

PENGEMBANGAN BUKU AJAR MAYOR SOEPRAPTO SUKOWATI DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN UNTUK LITERASI SISWA

Bagus Amrulloh Eri Pradana, Mashuri

Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial-Universitas Negeri Malang

Jl. Semarang No.5 Malang

E-mail:erikpradana07@gmail.com

 

 



Abstract : (1) Teaching book is intended to inform local history in Ponorogo regency, namely Major Soeprapto Sukowati. (2) Major Soeprapto Sukowati it was a credited with maintain independence in Ponorogo with little litterature. (3) On the basic of that is researchers package product teaching book Major Soeprapto Sukowati to known broader it’s role. (4) The book aimed at lietracy activities in SMAN 1 Ponorogo. (5) Literation are the activities looking for lietarture pertaining to the subject taught.

 

Keywords: Teaching book, literature, Major Soeprapto Sukowati

 

Abstrak :(1) Buku ajar ini ditujukan untuk menginformasikan sejarah lokal di Kabupaten Ponorogo,    yaitu Mayor Soeprapto Sukowati. (2) Mayor Soeprapto Sukowat adalah tokoh yang berjasa dalam mempertahankan kemerdekaan di Ponorogo dengan sedikit literatur yang membahasanya. (3) Atas dasar itulah peneliti mengemas produk buku ajar Mayor Soeprapto Sukowati agar bisa dikenal lebih luas perannya.(4) Buku ajar ditujukan untuk kegiatan literasi di SMAN 1 Ponorogo.(5) Literasi merupakan kegiatan  mencari literatur berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan.

 

            Kata kunci: buku ajar, literasi, Mayor Soeprapto Sukowati

     

 


 


Pembelajaran di sekolah selama ini ada beberapa media yang digunakan, salah satu diantara media tersebut yang paling sering digunakan adalah buku ajar. Buku ajar sendiri memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan lainya seperti penggunaanya yang mudah digunakan. Secara umum terdapat empat jenis penggolongan buku (Prastowo dalam Lestari, 2011:79) dengan sebagai berikut :

1)      Buku sumber, yaitu buku yang dijadikan rujukan, referensi, dan sumber untuk kajian ilmu tertentu, biasanya berisi suatu kajian ilmu yang lengkap.

2)      Buku bacaan, yaitu buku yang hanya berfungsi bacaan saja. Misalnya cerita dongeng,legenda, mitos dan sebagainya.

3)      Buku pegangan, yaitu buku yang bisa dijadikan pegangan guru mengajar atau daam proses pengajaran.

4)      Buku ajar, yaitu buku yang disusun untuk proses pembelajaran dan berisi bahan-bahan atau materi-matri yang akan digunakan dalam pengajaran.

Media buku dapat digunakan sebagai media yang menjadi mayoritas sumber dalam pembelajaran, tidak terkecuali dengan pembelajaran sejarah yang ada di SMAN 1 Ponorogo. Karena buku cetak ditulis khusus untuk siswa, buku cetak memberi gambaran mengenai apa yang harus dipelajari dan waktu yang terbuang di pihak siswa dapat dihindari (Kochar, 2008:289). Namun dalam penyajian buku tersebut masih menampilkan kesan membosankan, hal ini tidak bisa dilepaskan dari penyajian buku yang monoton hanya teks saja dan materi yang kurang inovatif.  Menurut Widodo dan Jasmadi (2008:43) pemakaian buku ajar harus dapat digunakan secara tepat dan bervariasi, misalnya meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa, mengembangkan kemampuan siswa untuk dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya.

Pembelajaran sejarah salah satu cara untuk memberikan inovasi materi adalah dengan cara mengkaitkan konteks peristiwa sejarah nasional dengan sejarah lokal, dengan penyajian sejarah lokal maka ikatan emosional akan terbangun. Menurut Hariyono (1995:3), melalui pelajaran sejarah, peserta didik memperoleh banyak manfaat seperti.

1.      Kejadian-kejadian dalam sejarah dapat membangkitkan emosi, nilai dan cita-cita sehingga membuat hidup lebih bermakna.

2.      Sejarah memberi manusia sesuatu yang hidup, berjuang, dan mati karena sejarah.

3.      Kejadian-kejadian dalam sejarah telah menciptakan dasar manusia berkelompok (negara), agama dan lain sebagainya.

Selama ini memang penulisan sejarah lokal mash terbatas, padahal menyimpan berbagai potensi yang perlu untuk dituliskan. Pasca reformasi dimana daerah menjadi lebih diperhatikan dalam menyusun ruang geraknya membuat minat dalam penulisan sejarah lokal menjadi muncul.Seiring dengan perubahan politik nasional sejak akhir abad yang lalu, ditandai oleh semakain besarnya keinginan setiapkesatuan wilayah administratif dan kultural untuk menulis sejarah lokal masing-masing (Purwanto, 2011). Sejarah lokal adalah sejarah rakyat, peristiwa-peristiwa dan adat kebiasaan dalam suatu daerah khusus yang dibatasi oleh wilayah geografis (Muth,1985:76). Penggolongan sejarah lokal ini beragam sesuai dengan karakteristik pada setiap daerah yang juga berbeda-beda. Ada empat corak sejarah lokal di Indonesia yaitu : 1.) studi yang berfokus kepada peristiwa tertentu 2.) studi yang menekankan kepada struktur 3.) studi yang mengambil perkembangan aspek tertentu dalam kurun waktu tertentu 4.) studi sejarah umum perkembangan daerah tertentu (Abdullah, 2010:28).

Atas dasar itulah pengembangan produk buku ajar Mayor Soeprapto Sukowati menjadi sajian media buku yang menampilkan kaitan peristiwa PKI Madiun 1948 dengan pengkaitan lokalitas di Ponorogo, seperti tewasnya Musso dan pelarian PKI pasca Madiun direbut TNI termasuk tokoh lokal Mayor Soeprapto Sukowati sebagai penanggungjawab militer di Ponorogo. Divisi V Ronggolawe yang berkedudukan di Mantingan mempunyai Resimen 31 di Madiun yang membawahi empat Batlyon disetiap kabupaten salah satunya adalah Batalyon III di Ponorogo yang dipimpin Mayor Soeprapto Sukowati (Kodim Magetan, 2012). Musso dapat ditangkap di Desa Semanding, Sumoroto, Ponorogo dan ditembak mati kemudian mayatnya dibawa ke SMPN 1 Ponorogo di pekarangan milik H.Shoib di Desa Semanding, Sumoroto Ponorogo (Soemarto, 2011:50).

METODE

            Pengembangan produk buku ajar Mayor Soeprapto Sukowati mengikuti metode penelitian model Sugiyono (2011). Ali dan Asrori (2014:105) mengungkapkan bahwa Research and Development (R&D) merupakan suatu proses pengembangan perangkat pendidikan yang dilakukan melalui serangkaian riset yang menggunakan berbagai metode dalam siklus yang melewati berbagai tahapan.

Ada beberapa tahapana yang harus dilalui diantaranya potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan produksi massal.Berkitan tahapan produksi massal tidak dapat dilaksanakan mengingat alokasi waktu yang tersedia. Potensi masalah berkaitan dengan sedikitnya literatur yang ada dalam sejarah lokal khususnya Mayor Soeprapto Sukowati di Ponorogo, kemudian atas dasar itulah peneliti mencari informasi tokoh tersebut dengan mengumpulkan data melalui literatur buku yang mengulas PKI Madiun 1948 dan ditambah wawacara beberapa veteran atas arahan Komando Distrik Militer (KODIM) 0802 Ponorogo yang pernah menjadi pasukan yang dipimpin Mayor Soeprapto Sukowati. Dalam tahapan pengumpulan data ini mengikut metode penelitian historis terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.Berikutnya adalah pembuatan produk yang sekaligus harus mendapat persetujuan dari dosen ahli. Tahapan uji coba produk skala kecil dilaksankan di XII A7 SMAN 1 Ponorogo sebanyak 10 siswa dengan mengisi 11 item pernyataan untuk diketahui seberapa besar mutu buku ajar, kemudian pasca revisi dapat dilaksanaka uji besar dengan 30 siswa XIIA 7 SMAN 1 Ponorogo dengan mengisi 11 item pernyataan dalam tabel, namun satu siswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran.

HASIL

            Produk buku ajar melalui beberapa tahapan sebelum dikatakan dapat digunakan dalam pembelajaran termasuk literasi. Harus diawali dengan validitas ahli yang menunjukkan skor 85% dalam materi dan 81 % dalam media, maka dapat dikatakan sangat layak digunakan.

Atas pelaksanaan uji coba dapat diketahui kualitas dalam buku ajar Mayor Soeprato Sukowati. Sebelumnya dalam penyajian angket pernytaan untuk siswa menggunakan skala likert (1-5) terdiri dari sangat tidak layak (1), kurang layak (2), cukup layak (3), layak (4), dan sangat layak (5). Adapun dalam teknik analisa data menggunakan rumus sebagai berikut :      

        P = X / X I  x 100%

       Adapun keterangan dari rumus tersebut adalah

       P = Presentase

      X  = Jumlah jawaban validator dalam suatu komponen

No

Item pernyataan

X

XI

HU

Keterangan

1

Kelengkapan materi

118

145

81%

Baik

2

Kemudahan materi

108

145

74%

Baik

3

Kedalaman materi

120

145

83%

Baik

4

Ketepatan konsep dan gambar

112

145

77%

Cukup Baik

5

Kebenaran gambar

116

145

80%

Baik

6

Keakuratan bahasa