SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Eksistensi Resimen Mahasiswa pada Masa Reformasi di Kota Malang Tahun 1998-2015

bayu Sulistyo Pratomo

Abstrak


ABSTRAK

Pratomo, Bayu Sulistyo. 2017. Eksistensi Resimen Mahasiswa pada Masa Reformasi di Kota Malang Tahun 1998-2015. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuliati, M.Hum; (II) Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum.

Kata kunci: Eksistensi, Resimen Mahasiswa, Reformasi, Kota Malang.

Resimen Mahasiswa (Menwa) telah banyak mengalami perubahan seiring dengan berakhirnya masa Orde Baru. Tuntutan penghapusan Dwi Fungsi ABRI pada awal masa Reformasi berdampak pada tuntutan pembubaran Menwa karena dinilai sebagai kepanjangan tangan militer di lingkungan Perguruan Tinggi. Kendati dihadapkan dengan berbagai tuntutan dan persoalan, Menwa tetap mempertahankan eksistensinya tak terkecuali Menwa di Kota Malang dalam kurun waktu 1998-2015.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengetahui perkembangan Menwa di Jawa Timur tahun 1964-1997; (2) mengetahui perkembangan dan kedudukan Menwa di Kota Malang pada Masa Reformasi tahun 1998-2000; dan (3) mengetahui bagaimana upaya Menwa untuk mempertahankan eksistensinya di Kota Malang pada Masa Reformasi tahun 2001-2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah (history research). Metode penelitian sejarah dalam pengertian yang umum adalah penyelidikan atas suatu masalah dengan mengaplikasikan jalan pemecahannya dari prespektif historis. Terdapat lima langkah yang ditempuh dalam penelitian ini yakni pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama, Menwa terlahir melalui program Wajib Latih (Wala) di kalangan pelajar dan mahasiswa yang dirintis di Bandung pada 13 Juni 1959. Pada 21 April 1964 diterbitkan keputusan mengenai pendirian Menwa di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam) yang ada di Indonesia. Para pelajar dan mahasiswa di Jawa Timur atas dukungan Kodam Brawijaya akhirnya membentuk Menwa Mahasurya pada 1 Juni 1964. Menwa Mahasurya terbagi atas lima Koordinasi Wilayah (Korwil), masing-masing Korwil membawahi satuan Menwa yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.

Kedua, Menwa yang berada di Kota Malang merupakan bagian dari Korwil II Malang. Dalam perkembangannya, kejatuhan Orde Baru dalam gelombang Reformasi 1998 juga turut berdampak pada eksistensi Menwa di Korwil II Malang. Menwa Korwil II Malang dianggap sebagai perpanjangan tangan militer di dalam kampus dan muncul desakan pembubaran karena dianggap bertentangan dengan agenda Reformasi.

Ketiga, keberadaan Menwa tetap dipertahankan dengan menyesuaikan perubahan paradigma yang berkembang. Hal ini selanjutnya tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tahun 2000 tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa. Menwa Korwil II Malang pasca dikeluarkannya SKB 3 Menteri Tahun 2000 terus berupaya mempertahankan eksistensinya dengan menjalankan program-program yang bermanfaat bagi lingkungan sosial dan ikut berperan aktif dalam menjalankan Pendidikan Bela Negara. Hal-hal yang dilakukan Menwa Korwil II Malang antara lain dengan mengadakan donor darah, bakti sosial, pembuatan hasta karya, khitanan massal, kursus kader dan kepemimpinan, pelatihan survival, peduli bencana alam, dan banyak aktivitas sosial lainnya.