SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Muncul dan Berkembangnya Peci Hitam sebagai Simbol Nasionalisme di Indonesia Tahun 1921-1949

Prita Yulianti

Abstrak


ABSTRAK

 

Yulianti, Prita. 2017. Muncul dan Berkembangnya Peci Hitam sebagai Simbol Nasionalisme di Indonesia Tahun 1921-1949. Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Najib Jauhari, S.Pd. M.Hum.

 

Kata Kunci: Peci Hitam, Simbol, Nasionalisme.

 

            Peci hitam bukan sekedar penutup kepala umat Islam Indonesia, lebih dari itu, penutup kepala ini pernah menjadi alat pemersatu dan identitas bangsa pada masa kolonial Belanda. Peci ini digunakan Soekarno pada rapat Jong Java 1921. Padahal masa itu terjadi perdebatan budaya, dimana kaum pergerakan masih mempermasalahkan tentang kebudayaan Jawa dan kebudayaan Eropa. Sementara peci merupakan sintesis keduanya. Peci dipilih Soekarno karena benda mungil ini merupakan perwakilan budaya akar rumput serta keegaliterannya yang tidak berbau SARA. Sehingga pemakainya akan merasa memiliki Indonesia yang berarti penolakan terhadap politik segregasi kolonial. Rumusan masalah penulisan ini adalah; (1) Sejarah Muncul dan Berkembangnya Peci Hitam di Indonesia; (2) Sejarah Peci Hitam menjadi Simbol Nasionalisme di Indonesia tahun 1921-1949.

Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), interpretasi: analisis dan sintesis, dan penulisan (historiografi).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Peci merupakan kebudayaan Islam Melayu yang asal-usulnya masih menjadi perdebatan. Dan perkembangan peci dilatarbelakangi semakin meluas dan mengakarnya Islam di pesisir Pulau Jawa melalui pesantren; (2) Peci Hitam menjadi simbol Nasionalisme karena perdebatan budaya antar kaum pergerakan yang membikin terpolarisasinya rakyat hingga perjuangan menuju kemerdekaan dirasa kurang bersatu. Hal inilah yang dilihat Soekarno yang kemudian diikrarkannya pada rapat Jong Java (1921) bahwasannya peci adalah simbol dari pada semangat nasionalisme yang menyatukan rakyat Indonesia dalam keberagaman untuk bersama menentang Kolonialisme Belanda.

Bagi yang akan meneliti topik ini selanjutnya disarankan agar lebih mendalami masalah penelitian yang tentunya masih berkaitan dengan kebudayaan nasional yang akan membantu dalam menyikapi ragam kehidupan berbangsa dan bernegara.