SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap Keaktifan Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek.

Lina setyoweni

Abstrak


ABSTRAK

 

Setyoweni, Lina. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray terhadap Keaktifan Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek. Skripsi Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd.

 

Kata Kunci: model pembelajaran, two stay two stray dan keaktifan siswa.

 

            Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek pada siswa kelas X IPS, ditemukan fakta bahwa siswa kurang aktif dalam merespon pembelajaran. Siswa cenderung lebih mendengarkan ceramah dari guru sehingga tidak terjadi timbal balik antara guru dan siswa. Siswa juga kurang aktif menjawab pertanyaan dari guru maupun dari siswa lainnya. Adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan kegiatan belajar siswa. Model pembelajaran TSTS merupakan model pembelajaran yang memungkinkan setiap kelompok untuk saling berbagi informasi dengan kelompok-kelompok lain. Model pembelajaran TSTS merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan kegiatan belajar siswa, sehingga sangat direkomendasikan untuk matapelajaran sejarah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitan tentang pengaruh model pembelajaran TSTS terhadap keaktifan siswa.

Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif Pre-Experimen Design dengan bentuk desain One-Shot Case Study. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) di SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek; (2) mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap keaktifan siswa pada kelas X di SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Sehingga diperoleh kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi untuk melihat skor keaktifan siswa.

Hasil penelitian (1) Keterlaksanaan model pembelajaran TSTS dapat diketahui dari hasil lembar keterlaksanaan pembelajaran yang menunjukkan semua tahapan terlaksana dengan baik. Dibuktikan bahwa semua tahapan model pembelajaran TSTS terlaksana sesuai dengan RPP yang telah disusun oleh peneliti. (2) Pengaruh model pembelajaran TSTS menghasilkan skor rata-rata yang diperoleh siswa sebelum menggunakan model pembelajaran TSTS 28 dengan skor terendah adalah 14 dan skor tertinggi yang diperoleh adalah 55. Skor rata-rata keaktifan ketika menggunakan model pembelajaran TSTS 78 dengan skor terendah 70 dan skor tertinggi yang diperoleh adalah 90. Nilai kekatifan siswa memiliki thitung  adalah 22,387 sedangkan ttabel 1,706, sehingga 22,387 (thitung) > 1,706 (ttabel) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan kata lain terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran TSTS terhadap keaktifan siswa kelas X SMA Negeri 1 Panggul Trenggalek pada matapelajaran sejarah.