SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran dengan Materi Sejarah Perkembangan Tari Seblang pada Siswa Kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Srono Di Banyuwangi.

Dyah Anis Asmarani

Abstrak


ABSTRAK

 

Asmarani, Dyah Anis. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran dengan Materi Sejarah Perkembangan Tari Seblang pada Siswa Kelas X IIS 1 SMA Negeri 1 Srono Di Banyuwangi. Skripsi Prodi Pendidikan Sejarah.Jurusan Sejarah.Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Marsudi, M.Hum.

 

Kata Kunci: Pengembangan modul, sejarah lokal, tari seblang.

 

Pengembangan buku bacaan terkait tari Seblang sudah ada tetapi tidak diperuntukkan bagi peserta didik masih belum ada. Buku bacaancenderung menggunakan bahasa yang sulit dimengerti peserta didik dan tidak terdapat petunjuk penggunaan buku seperti yang terdapat dalam modul.Topik materi tari Seblang dipilih karena tari tersebut merupakan jenis tari tertuadi Banyuwangi yangmemiliki sejarahperkembangannya dan memunculkan kreasi tari baru lainnya, salah satunya tari Gandrung, maka dari itu peneliti menerapkan modul pembelajaran terkait materi Sejarah Perkembangan Tari Seblang di Banyuwangi.

Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk bahan ajar modul materi Perkembangan Tari Seblang di Banyuwangi. Terkait KD 4.4sehingga bahan ajar yang digunakan lebih bervariasi. Materi yang diambil peneliti sesuai dengan ruang lingkup yang berada di sekitar peserta didik. Sehingga peserta didik dirasa lebih dapat  memahami materi tentang KD yang sesuai dan memudahkan peserta didik dalam melakukan pembelajaran sejarah.

Penelitian ini menggunakan model penelitian & pengembangan milik Sugiono. Pengembangan modul yang dihasilkan tentunya melewati beberapa proses contohnya penemuan masalah di lapangan. Uji coba penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Srono. Jenis data yang dihasilkan yakni data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif  didapatkan dari kritik, saran dan tanggapan yang didapatkan dari validator dan peserta didik. Data kuantitatif didapatkan dari hasil angket penilaian validator serta uji coba di lapangan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan ada tiga tahapan yakni: (1)observasi yang dilakukan pada awal penelitian untuk melihat permasalahan yang dihadapi dikelas, (2) wawancara dilakukan pada pendidik serta beberapa peserta didik, (3) angket merupakan alat pengumpulan data berupa beberapa pertanyaan tertulis.Metode pengembangan dalam penelitian ini meliputi sembilan susunan, yakni (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) uji coba pemakaian, (6) revisi produk, (7) uji coba produk, (8) revisi desain, (9) revisi produk.

Hasil analisis data menunjukkan sebagai berikut. Pertama modul “Sejarah Perkembangan Tari Seblang di Banyuwangi” berdasarkan hasilpenilaian validator ahli materi dinyatakan bahwa penulisan pada modul sudah jelas, alur pada materi sudah runtut, dan kejelasan pada modul sudah sangat jelas. Presentase nilai yang didapatkan sebesar 92,3% menunjukkan penilaian sangat layakdigunakan serta menarik.Kedua, berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil didapatkan nilai 88%yang menunjukkan penilaian sangat layak, hasil uji coba pemakaiandidapatkan persentase sebesar 89%yang menunjukkan penilaian sangat layak, jadi modul ini sangat layak dan validuntuk pembelajaran sejarah di SMA.