SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Persepsi Guru Sejarah terhadap Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 di Kota Malang

Rodhiyatul Dewi Faziah

Abstrak


ABSTRAK

 

Faziah, Rodhiyatul Dewi. 2017. Persepsi Guru Sejarah terhadap Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015 di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd.

 

Kata Kunci:persepsi, guru sejarah,UKG.

 

UKG yang diselenggarakan pada tahun 2015 diikuti secara serentak oleh seluruh guru yang ada di Indonesia baik yang berstatus PNS maupun non-PNS. Adanya UKG tahun 2015 tersebut menimbulkan berbagai persepsi dari guru, termasuk guru sejarah yang ada di Kota Malang. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan penelitian mengenai persepsi guru sejarah terhadap UKG tahun 2015 di Kota Malang. Melalui persepsi guru terhadap UKG tahun 2015 dapat diketahui bagaimana penilaian guru terhadap UKG tersebut.

Terdapat tiga rumusan masalah dalam penelitian ini. Pertama,bagaimana persepsi guru sejarah terhadap persiapan UKG tahun 2015. Kedua, bagaimana persepsi guru sejarah terhadap pelaksanaan UKG tahun 2015. Ketiga, bagaimana persepsi guru sejarah terhadap hasil UKG tahun 2015.

Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatifdeskriptif. Datapenelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh melalui lembar kuisioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru SMA di Kota Malang. Sampel yang dipilih secara purposive terdiri atas 27 guru sejarah  yang mengikuti UKG tahun 2015. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif.

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1) 57% guru memiliki persepsi yang baik terhadap persiapan UKG tahun 2015. Hal tersebut menunjukkan bahwa sosialisasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang sudah cukup baik dan guru dapat memersiapkan diri untuk mengikuti UKG dengan belajar berdasarkan kisi-kisi UKG Sejarah 2015 di sela-sela kesibukan mengajar. 2) 82% guru memiliki persepsi yang baik terhadap pelaksanaan UKG tahun 2015. Hal tersebut menunjukkan bahwa UKG tahun 2015 telah berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan tidak ada ada kendala teknis yang terjadi selama pelaksanaan UKG berlangsung. Guru juga menilai bahwa soal yang diujikan dalam UKG mudah dipahami, sesuai dengan indikator kompetensi, serta relevan dengan materi ajar maupun dengan kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehari-hari.Meskipun demikian, ada sebagian kecil guru yang menilai bahwa soal dalam UKG sulit dipahami serta kurang relevan dengan tugas mengajar sehari-hari, khususnya yang berkaitan dengan kompetensi paedagogik. 3) 54% guru memiliki persepsi yang baik terhadap hasil UKG tahun 2015. Guru merasa puas terhadap hasil UKG yang diperoleh. Guru juga sependapat bahwa hasil yang diperoleh menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi guru.

Peneliti menyarankan kepada lembaga penyelenggara UKG untuk dapat memaksimalkan sosialisasi serta tindak lanjut pasca UKG. Peneliti juga menyarankan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat mengkaji persepsi guru sejarah terhadap UKG serta pengaruhnya terhadap profesionalitas kinerja guru.