SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Sejarah Lokal Pamekasan (1945-1950) Sebagai Penunjang Kompetensi Dasar 3.10 dan 4.10 Kelas XII MIPA 2 SMAN 2 Pamekasan

Utari Diah Pratiwi

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Pratiwi, Utari Diah. 2017. Pengembangan Modul Sejarah Lokal Pamekasan (1945-1950) Sebagai Penunjang Kompetensi Dasar 3.10 dan 4.10 Kelas XII MIPA 2 SMAN 2 Pamekasan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Najib Jauhari, S.Pd., M. Hum, (II) Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd.

 

Kata Kunci: Pengembangan, modul, sejarah lokal di Pamekasan

 

            Pembelajaran Sejarah di sebagian sekolah masih memanfaatkan sumber belajar berupa LKS yang memuat materi tentang sejarah nasional. Adanya materi sejarah lokal kurang mendapat perhatian dalam pembelajaran Sejarah di sekolah tersebut. Tidak adanya porsi jam untuk sejarah lokal juga menjadi salah satu alasan minimnya pemahaman siswa terhadap situs lokal di daerahnya. Permasalahan yang sama juga terjadi dalam pembelajaran Sejarah di SMAN 2 Pamekasan.  Sumber belajar yang digunakan pada pembelajaran Sejarah di SMAN 2 Pamekasan mengacu pada LKS dan belum memanfaatkan buku-buku yang berbasis sejarah lokal. Oleh karena itu penulis mengembangkan bahan ajar berupa modul yang berjudul Sejarah Lokal Pamekasan (1945-1950) sebagai penunjang Kompetensi Dasar 3.10 dan 4.10 dalam pembelajaran Sejarah Indonesia tingkat SMA kelas XI di Kabupaten Pamekasan.

            Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah-langkah yang diadaptasi dari Sugiyono. Metode ini memiliki sepuluh tahap, namun dalam penelitian ini hanya digunkan sembilan tahap, yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) mengumpulkan informasi; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; dan (9) revisi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi ahli materi dan ahli bahan ajar, serta angket respon siswa.

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul layak digunakan sebagai bahan ajar sejarah lokal. Berdasarkan hasil validasi ahli materi diketahui bahwa tingkat kelayakan modul sebesar 91%, sedangkan validasi ahli bahan ajar sebesar 82%. Tingkat kelayakan yang diperoleh menunjukkan bahwa menurut ahli materi dan ahli bahan ajar modul sangat layak untuk digunakan sebagai bahan ajar dengan kategori valid. Hasil uji coba kelompok kecil diketahui tingkat kelayakan modul sebesar 87% dengan revisi pada aspek pemahaman siswa terhadap soal latihan, namun dari keseluruhan modul dapat digunakan tanpa revisi. Hasil uji coba kelompok besar diketahui tingkat kelayakan sebesar 90%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul siap dimanfaatkan dan diproduksi sesuai kebutuhan.

            Saran yang digunakan pada penelitian ini adalah (1) modul dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam proses belajar dan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar kelas; (2) modul dapat diproduksi massal dan dapat dipergunakan untuk kelas XI di SMA/MA se-Kabupaten Pamekasan; (3) modul berbasis sejarah lokal dapat dikembangkan kembali dengan inovasi yang lebih menarik dengan cakupan materi yang lebih luas dan penambahan bahan ajar berbasis audio-visual sehingga lebih menarik untuk dipelajari oleh siswa.