SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Sejarah Candi Tegawangi untuk Memperkaya Materi Hindu-Buddha Kelas X SMA di Kediri

Fajarini . lestari

Abstrak


ABSTRAK

 

Lestari, Fajarini. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Sejarah Candi Tegawangi untuk Memperkaya Materi Hindu-Buddha Kelas X SMA di Kediri. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Deny Yudo Wahyudi, S.Pd. M.Hum

 

Kata Kunci: Bahan Ajar,  Kurikulum 2013, Modul, Sejarah.

 

            Indonesia memberlakukan Kurikulum 2013 sebagai panduan dalam pelaksanaan pendidikan. Kurikulum 2013 ini mengutamakan sikap, pengetahuan, dan keterampilan, juga menekankan pada belajar mandiri dengan tujuan siswa mampu menerapkan ilmunya pada kehidupan sehari-hari. Pada umumnya menggunakan buku teks dari pemerintah sebagai panduan belajar, yang lebih banyak menerangkan sejarah nasional, sedangkan sejarah lingkungan sekitar atau lokal jarang tersampaikan. Bahan ajar tambahan disinilah yang akan menjadi solusi dari masalah tersebut. Salah satu bahan ajar yang dapat digunakan adalah modul pembelajaran sejarah, yang diperhitungkan berdasarkan aspek waktu. Sebab modul mampu mendukung kegiatan belajar mandiri di luar jam sekolah.

     Tujuan dari penelitian dan pengembangan yaitu menghasilkan produk yang berupa pengembangan modul pembelajaran sejarah serta menganalisis efektivitas Modul pembelajaran sejarah  sebagai bahan ajar yang sesui dengan kurikulum 2013.Sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk menyampaiakan pembelajaran sejarah  lokal

Pengembangan bahan ajar dilakukan berdasarkan pada metode pengembangan Research and Development  (R&D) dari Sugiyono(2015), yang terdiridari 10 langkah yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, uji coba produk, revisi desain, validasi desain produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk dan yang terakhir produksi masal. Pengembangan bahan ajar ini hanya sampai pada tahap revisi produk setelah uji coba pemakaian. Validasi dilakukan oleh dua orang dosen ahli materi dan ahli media. Instrumen validasi yang digunakan berupa angket serta lembar komentar dan saran terhadap bahan ajar. Kemudian pada tahap uji coba dilakukan pada siswa SMA N 1 Wates. Selanjutnya data hasil dari validasi dan uji coba dianalisis dengan menggunakan kriteria persentase kalayakan terhadap bahan ajar.

Hasil dari analisis data kelayakan bahan ajar memperoleh kriteria 92,72% validasi materi, 93,33% validasi media dan 76,3% hasi dari uji coba kelompok kecil yang masuk dalam kategori valid, namun terdapat revisi. Selanjutnya  91% hasil dari uji coba lapangan, dengan hasil yang demikian bahan ajar dinyatakan layak. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahan ajar termasuk dalam kategori layak akan tetapi dilakukan sedikit revisi atas saran dan komentar dari validator maupun respoden. Produk yang dihasil kan berupa media cetak dalam bentuk modul pembelajaran sejarah. Desain yang dimiliki cukup menarik dan berbeda dari modul lainya. Letak perbedaan modul terdapat pada desain modul bagain pembahasan adegan relief candi baik candi Induk maupun candi Perwara.