SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Sejarah Alih Fungsi Lahan Sawah ke Tambak Tahun 1968-2014 (Studi Kasus di Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik)

Inda Nurwanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurwanti. Inda., 2017. Sejarah Alih Fungsi Lahan Sawah ke Tambak Tahun 1968-2014 (Studi Kasus di Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum.

 

Kata Kunci: Alih fungsi lahan, lahan sawah, lahan tambak, perubahan sosial

Sejarah alih fungsi lahan sawah ke tambak di Desa Pandanan dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, yang pertama adalah wilayan Kabupaten Gresik semenjak abad XIV M potensi perikanannya sudah cukup lama dikenal sehingga mendorong desa-desa di kabupatennya ingin memfungsikan lahannya menjadi tambak. Kedua faktor biotik yaitu terjadinya bencana alam dan curah hujan yang tidak menentu sepanjang tahunnya serta keadaan tanah yang cenderung asin sehingga kurang menghasilkan jika ditanami padi, dan yang ketiga adalah faktor ekonomi, lahan pertambakan lebih menguntungkan dibandingkan dengan lahan sawah. Dikarenakan pembuatan tambak waktu itu masih manual menggunakan tangan, maka perkembangannya membutuhkan waktu yang lama dan bertahap. Ketika lahan sawah sudah mulai dialihfungsikan ke tambak membawa dampak terhadap perubahan sosial-ekonomi yang terjadi pada masyarakat Desa Pandanan.

Berdasar latarbelakang tersebut maka penelitian mengambil rumusan masalah sebagai berikut: 1) bagaimana kondisi geografis dan demografi Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik (1968-2014)?, 2) bagaimana perkembangan alih fungsi lahan Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik (1968-2014)?, bagaimana dampak alih fungsi lahan terhadap perubahan sosial-ekonomi masyarakat Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik?. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui kondisi geografis dan demografi Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik (1968-2014), 2) untuk mengetahui perkembangan alih fungsi lahan Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik (1968-2014), 3) untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan terhadap perubahan sosial-ekonomi masyarakat Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik.

Penelitian skripsi menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang dipakai oleh peneliti adalah jenis deskriptif kualitatif. Penelitian ini diawali dengan pemilihan topik, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, data dan sumber data, teknik pengumpulan data, keabsahan data, analisis data dan diahiri dengan triangulasi

Penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Sejarah alih fungsi lahan sawah ke tambak di Desa Pandanan ini dilatarbelakangi terjadinya banjir tahun 1968 yang menyebabkan lahan sawah tidak cocok dipergunakan lagi dan timbul keinginan masyarakat untuk merubah lahan sawahnya ke tambak.

Selain itu juga lahan tambak dirasa lebih menguntungkan karena bisa difungsikan untuk memelihara ikan serta udang, juga dapat ditanami padi. Sedangkan lahan sawah hanya bisa dipergunakan untuk menanam padi dikarenakan pemantangnya yang kurang tinggi sehingga tidak dapat menampung air untuk hidup ikan maupun udang. Pasca banjir tahun 1970 lahan tambak mulai diminati masyarakat Desa Pandanan. Banyak masyarakat yang sudah mulai mengalih fungsikan lahan sawahnya ke tambak. Pembuatan tambak yang masih manual menggunakan tangan dan dibangun atas modal dari masing-masing individu membuat pemerataan tambak terjadi secara perlahan dan pasti. Pada tahun 1988 75% lahan sawah sudah dialihfungsikan ke tambak. Pada tahun 2014 menunjukan bahwa luas lahan tambak lebih luas dengan jumlah 133,96 Ha dibandingkan luas lahan sawah dengan jumlah 59,40 Ha dan hampir keseluruhan luas desa berupa lahan tambak. Padahal sebelum tahun 1968 lahan sawah lebih mendominasi luas Desa Pandanan. Bisa disimpulkan pada tahun 2014 hampir keseluruhan lahan sawah sudah dialihfungsikan ke lahan tambak.

 

Alih fungsi lahan sawah ke tambak berdampak kepada perubahan sosial yang terjadi. Hal tersebut membawa dampak tersendiri pada perubahan bidang sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan budaya. Dalam bidang sosial terjadi pergeseran mata pencaharian dari petani sawah ke petani tambak, selain itu juga memunculkan mata pencaharian baru seperti penjual bibit dan tengkulak ikan dan udang serta jasa pengairan. Dalam bidang ekonomi, perekonomian masyarakat semakin membaik. Bidang politik sebagai imbas pembangunan lahan sawah ke tambak menambah keuntungan tersendiri bagi perangkat desa yang bertugas sebagai pengukur tanah yang akan dijual-beli. Perubahan sosial yang terjadi membuat adanya budaya yang hilang karena proses alih fungsi tersebut dan juga terdapat budaya baru yang ada dalam masyarakat petambak yang tidak ada dalam masyarakat petani sawah serta terdapat budaya dari masyarakat petani sawah yang masih diteruskan pada masyarakat petani tambak. Dalam bidang pendidikan membawadampak terhadap peningkatan pendidikan dan mulai dibangun prasarana penunjang keberlangsungan pendidikan.