SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN METODE BRAINSTORMING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA KELAS XII MULTIMEDIA SMK SHALAHUDDIN 2 MALANG

Hendrawan Septian Abadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Abadi, Hendrawan Septian. 2017. Penerapan Metode Brainstorming Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas XII Multimedia SMK Shalahuddin 2 Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marsudi, M.Hum., (II) Najib Jauhari, S.Pd., M.Hum.

 

Kata Kunci: metode brainstorming, pembelajaran sejarah, keaktifan siswa

 

Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau teknik yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Permasalahan yang muncul selama pembelajaran sejarah berlangsung adalah kurang aktifnya kontribusi siswa. Guru masih mengandalkan metode ceramah dalam penyampaian materi dalam pembelajaran sejarah sehingga tidak membuat siswa aktif berkontribusi selama pembelajaran berlangsung. Dengan diterapkannya metode ceramah pada kelas XII Multimedia SMK Shalahuddin 2 Malang, menunjukkan tingkat keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat rendah. Guru masih belum mampu untuk memilih metode yang tepat untuk membuat siswa aktif.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan metode brainstorming untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sejarah di kelas XII Multimedia SMK Shalahuddin 2 Malang. Peneliti membahas tentang perkembangan politik, sosial, ekonomi pada masa demokrasi Liberal karena menyesuaikan dengan materi yang tengah dibahas.

Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model penelitian yang digunakan adalah model spiral penelitian tindakan kelas dari Kemmis dan Taggart. Dengan menggunakan model spiral Kemmis dan Taggart ini, peneliti mencoba untuk mendapatkan respon dari kelas XII Multimedia SMK Shalahuddin 2 Malang sebelum dan sesudah penelitian dalam penerapan metode brainstorming.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh, pada saat pra tindakan tingkat keaktifan siswa hanya berkisar 49,05% dengan rincian siswa yang tergolong sangat aktif hanya 1 orang dan siswa yang tergolong aktif 4 orang dari total 21 orang. Pada siklus 1 tingkat keaktifan siswa meningkat menjadi 54,54% dengan rincian siswa yang tergolong sangat aktif 2 orang dan siswa yang tergolong aktif sebanyak 7 orang dari total 22 orang. Kemudian pada siklus 2 tingkat keaktifan siswa sangat meningkat menjadi 69,55% dengan rincian siswa yang tergolong sangat aktif sebanyak 3 orang dan siswa yang tergolong aktif 13 orang dari total 22 siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode brainstorming layak untuk dijadikan metode alternatif dalam kegiatan pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan siswa.