SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Perkembangan Teknologi Penambang Belerang Terhadap Tingkat Pendapatan Penambang di Kawah Ijen Desa Tamansari Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi Tahun 1968-2016

muhammad taufik taufik

Abstrak


ABSTRAK

 

Muhammad, Taufik. 2017.Pengaruh Perkembangan Teknologi Penambang Belerang Terhadap Tingkat Pendapatan Penambang di Kawah Ijen Desa Tamansari Kecamatan Licin  Kabupaten Banyuwangi Tahun 1968-2016. Pembimbing: (I) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum.

 

Kata Kunci: Teknologi Penambang, Tambang Belerang, Kawah Ijen, Penambang Belerang.

Tambang belerang yang terletak di KawahIjenKabupatenBanyuwangimerupakansalahsatupotensisumberdayaalamtambang yang dimilikioleh Indonesia. Tambang belerang di Kawah Ijen yang telah berdiri sejak tahun 1968-2016 tentunya memiliki sejarah yang cukup panjangdalamperkembanganya. Perubahan teknologi tambang yang terjadi sejak tahun 1968dengan menggunakan perahu jukung dan tenaga kuda penambangan ketika masih menggunakan pikulan keranjang sampai sekarang tahun2016memakai teknologi truk dan troli memiliki keunikan tersendiri dalam sejarah tambang belerang di Kawah Ijen. Keadaan ini membuat ketertarikan untuk melakukan penelitian terhadap perkembangan teknologi penambang belerang di Kawah Ijen.

Berdasarkan uraian tersebut penelitian mengambil rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah sejarah pertambangan belerang yang ada di Kawah Ijen(2) Bagaimanakah proses perkembangan teknologi tambang belerang pada tahun 1968-2016 (3) Bagaimanakah pengaruh perkembangan teknologi penambang belerang terhadap tingkat penadapatan penambang belerang di Desa Tamansari pada tahun 1968-2016.

Penelitian ini menggunakanmetode penelitian Sejarah. Metode  pengumpulan data sumberarsip, maupunbuku yang terkaitpenelitiandengan didukung wawancara terstruktur menggunakan teknik interview terhadap penambang belerangdan studi dokumentasi. Data yang sudah didapat kemudian dianalisis dengan menggunakan kritik sumber, interpretasi, kemudian hitoriografi.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) perkembangan teknologi tambang  belerang di Kawah Ijen terjadi akibat adanya inovasi dan penyesuaian oleh penambang serta adanya pengaruh luar yang mengenalkan teknologi baru tambang dalam melakukan proses penambangan (2) perkembangan teknologi/tehnik sederhana dari menggunakan alat pikul dan kuda berkembang sampai sekarang menggunakan alat modern seperti truk, sepeda motor dan troli (3) penggunaan teknologi/tehnik yang lebih modern berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan penambang belerang di Kawah Ijen (4) meningkatnya pendapatan penambang berdampak pada semakin meningkatnya kesejahteraan hidup para penambang belerang hal ini dapat dilihat dari tempat tinggal yang sudah lebih layak dari pada sebelumnya, bahkan mampu menyekolahkan anak sampai perguruan tinggi serta kemampuan penambang untuk memiliki tabungan dan barang berharga seperti binatang ternak dan sepeda motor sendiri.

 

ABSTRACT

Muhammad, Taufik. 2017.The Influence of Sulfur Miners' Technological Development on Miners' Income Level at Ijen Crater Village Tamansari District Licin,BanyuwangiRegency In 1968-2016. Thesis Advisor: (I) Drs. Dewa Agung Gede Agung, M.Hum.

 

Keyword: Miners' Technology, Sulfur Mine, Ijen Crater, Sulfur Miners.

Sulfur mine which is located at Ijen Crater KabupatenBanyuwangi is one of Indonesia's potential natural resources. Sulfur mine at Ijen Crater that was started in 1968 surely had quite long history in its development up until the recent year of 2016. The changing of mine technology which had happened since 1968 when jukungboats, horses, and pick-up baskets were used in the mining to the more modern ones such as trucks and trolleys, has made such a unique journey in the mining history at Ijen Crater. That intresting fact of mining history at Ijen Crater then becomes the subject of this history research.

According to the background above this reseach was conducted by these problems: (1) How was the history of sulfur mining at Ijen Crater?(2) How was the development process of sulfur mining technology from 1968 to 2016? (3) How did the development of sulfur mining technology affect sulfur miners' income level at Desa Tamansari from 1968 to 2016?

This research was conducted using method of history research. The method of collecting archived data and related books was also supported by documentation and interview methods. The collected data would then be analyzed and criticized, interpreted, and finally written as a historiography.

The results of this research are: (1) The development of sulfur mining technology at Ijen Crater was caused by the miners' innovation, adaptation, and also influenced by foreign technology.  (2) The technology was developed from the simple ones, such as horses and shoulder-pick-up tools, to the modern ones such as trucks, motorcycles, and trolleys. (3) The usage of modern technology influence the sulfur miner of Ijen Crater's enhancement income at Ijen Crater. (4) The enhancement income of th miners affected to the miners properity. This could be seen from the changing of their houses which buildings got better than before. The miners' children also got better education until the level of university. The enhancement income also gave the miners more savings and precious belongings such as livetocks and motorcycles.

 

According to this research, (1) Advice that could be given to the sulfur miners is to always be creative and innovative to face the everchanging era and technology. (2) For the development of science the site of sulfur mining and its local people could be such a good place to learn about its history and also other aspects of science (3) For the researchers, this research is expected to be studied more deeply in the future to give more insight into the history of sulfur mining at Ijen Crater.