SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KINERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KELAS VIII SMP NEGERI 1 NGANTANG KABUPATEN MALANG

Bayu Indra Permadi

Abstrak


ABSTRAK

 

Permadi, Bayu Indra. 2017. Kinerja Guru Dalam Pembelajaran Sejarah Pada Kelas VIII SMP Negeri 1 Ngantang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Prodi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Marsudi, M. Hum., (II) Drs. Mashuri, M. Hum.

 

Kata Kunci: Kinerja Guru, Sejarah, Malang.

 

            Kinerja guru merupakan kemampuan guru untuk mendemonstrasikan berbagai kecakapan dan kompetensi yang telah dimilikinya. Peran guru dalam pembelajaran di sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Dalam melakukan pembelajaran, guru diwajibkan untuk mengupayakan dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan penilaian pembelajaran. Dengan uraian tersebut, maka rumusan masalah yang diangkat yakni: (1) bagaimana kinerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran sejarah pada kelas VIII SMPN 1 Ngantang; (2) bagaimana kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran sejarah pada kelas VIII SMPN 1 Ngantang; (3) bagaimana kinerja guru dalam melakukan penilaian hasil belajar pada kelas VIII SMPN 1 Ngantang.

            Penilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian beru papaparan dalam bentuk foto, dokumen serta tulisan dari peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara (interview), dan dokumentasi. Dalam proses menyusun hasil penelitian, peneliti menganalisa data dengan beberapa proses, yaitu reduksi data (pencatatan), penyajian data, dan verifikasi (kesimpulan). Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data (pengecekan data).

            Berdasarkan hasil analisa data, diperoleh tiga kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut. Pertama kinerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran dengan membuat silabus dan RPP. Dalam menyusun rencana pembelajaran, guru belum sepenuhnya mengacu pada Permendiknas No. 41 tahun 2007

Kedua, masalah pelaksanaan proses pembelajaran di kelas VIII SMPN 1 Ngantang. Peran guru dalam mengendalikan proses pembelajaran belum sepenuhnya efektif. Guru  cenderung melakukan ceramah penuh dan terkadang melakukan Tanya jawab kepada peserta didik. Guru tidak menerapkan model-model pembelajaran dan sumber belajar yang dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik.

            Ketiga, masalah dalam mengevaluasi hasil belajar peserta didik, guru membuat alat penilaian berupa tes dan non-tes. Dengan adanya hasil belajar dari peserta didik, guru belum didapatkan menentukan program belajar pada pertemuan pembelajaran selanjutnya.