SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Media Path dalam Pembelajaran Sejarah Indonesia untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas X Teknik Bodi Otomotif SMKN 3 Boyolangu Kabupaten Tulungagung

Farid Wajdi

Abstrak


ABSTRAK

 

Motivasi belajar merupakan faktor penting bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik.Materi sejarah yang mengkaji tentang kehidupan masa lampau menjadikan peserta didik merasa bosan ketika mengikuti pembelajarannya, sehingga dibutuhkan motivasi belajar yang tinggi.Permasalahan tersebut terjadi di kelas X Teknik Bodi Otomotif (TBO) SMKN 3 Boyolangu. Path sebagai media sosial yang terbarukan dengan fasilitas komunikasi yang lengkap merupakan hasil dari pengembangan teknologi informasi,familiar dikalangan remaja dapat dijadikan sebagai media pembelajaransejarah Indonesia.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X TBO SMKN 3 Boyolangu terhadap pembelajaran sejarah Indonesia melalui penggunaan media Path.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Data penelitian yang dikaji dalam hal ini adalah proses pembelajaran sejarah Indonesia di kelas X TBO, penggunaan media Path dalam pembelajaran sejarah Indonesia, dan tingkat motivasi peserta didik terhadap pembelajaran sejarah Indonesia ketika menggunakan media Path. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan angket. Peneliti dalam hal ini bertugas sebagai observer dan mengumpulkan data.             

 

Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh hasil bahwa tingkat motivasi belajar peserta didik kelas X TBO dari empat aspek yang dinilai pada siklus I yaitu aspek minat sebesar 67,85%, aspek perhatian 60%, aspek pikiran 67,38%, dan aspek aktifitas 68,57%. Merujuk dari keempat aspek tersebut maka motivasi belajar peserta didik rata-ratasebesar 65,95% dengan kategori baik namun masih dekat dengan kategori cukup dan rentan untuk kembali rendah. Pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I yakni pada aspek minat sebesar 83,00%, aspek perhatian 76%, aspek pikiran 79,76%, dan aspek aktifitas 81,90%. Berdasarkan empat aspek yang dinilai maka rata-rata motivasi belajar peserta didik pada siklus kedua sebesar 80,17% (naik sebesar 14,2%) dengan kategori baik. Penggunaan media Path dalam pembelajaran sejarah Indonesia mampu membentuk kebiasaan peserta didik dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mencari ilmu yang bermanfaat. Tingkat motivasi belajar peserta didik pada siklus II juga menujukkan adanya peningkatan yang  mendekati kategori sangat baik dan jauh dari level cukup dengan demikian motivasi belajar peserta didik dapat dikatakan stabil. Hasil pengolahan data motivasi belajar tersebut juga menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas dengan menggunakan media Path dalam pembelajaran sejarah Indonesia mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X TBO terhadap pembelajaran sejarah Indonesia.