SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KONTRIBUSI MASYARAKAT DALAM PERJUANGAN GERILYA JENDERAL SOEDIRMAN DI MARKAS BESAR DUKUH SOBO, PACITAN TAHUN 1948-1949

Tia Arinda Ayuningtias

Abstrak


ABSTRAK

 

Ayuningtias, Tia Arinda. 2017. Kontribusi Masyarakat Dalam Perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman di Markas Besar Dukuh Sobo, Pacitan tahun 1948-1949. Skripsi, Jurusan Sejarah, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ari Sapto M.Hum.

 

Kata Kunci : Kontribusi Masyarakat, Gerilya, Jenderal Soedirman, Sobo Pacitan.

Pada periode revolusi, rakyat memegang peran yang cukup penting dalam perang gerilya. Rakyat mendukung sistem perang gerilya yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman, salah satunya adalah peran warga dukuh Sobo, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan latar belakang keberadaan Jenderal Soedirman dalam perjalanan Gerilya ke dukuh Sobo, aktivitas Jenderal Soedirman selama menetap di Markas Dukuh Sobo, dan kontribusi masyarakat setempat terhadap perjuangan Gerilya Jenderal Soedirman di Dukuh Sobo.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Metode tersebut terdiri dari empat tahap, yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Pertama, Pejuang-pejuang mengundurkan diri ke pedalaman, sambil terus berjuang menahan serangan Belanda. Sisa-sisa pejuang tersebut terus melawan musuh sambil bertahan di hutan-hutan. Jenderal Soedirman yang sedang sakit, memutuskan meneruskan perjuangan bersenjata dengan bantuan rakyat. Kedua, Jenderal Soedirman Selama berada di markas Dukuh Sobo, melakukan koordinasi perjuangan beserta mandat yang diberikan kepada para pemimpin TNI. Ketiga, Kontribusi masyarakat dukuh Sobo yaitu mencakup penyediaan tempat tinggal, penyediaan dapur umum, terselenggaranya keamanan desa dengan adanya pembentukan pager desa dan pos-pos ronda untuk penjagaan, serta adanya penyediaan pasukan pejuang. Hasil pertanian yang belum terlalu berkembang digunakan untuk bahan pangan dan logistik bagi para pejuang gerilya karena tentara tidak bisa gerak tanpa logistik.

 

Perjuangan di daerah lokal jarang diketahui masyarakat dan banyak yang terabaikan. Berbagai kajian penelitian banyak menguraikan biografi Jenderal Soedirman beserta perjuangannya, namun kajian yang terkait dengan sosial kemasyarakatan sangat sedikit dan masih perlu penelitian lebih mendalam yang melibatkan hubungan  Jenderal Soedirman dengan masyarakat setempat. Hendaknya penelitian tentang sejarah lokal di Pacitan lebih dikembangkan dan digali untuk melengkapi kajian dan penelitian berikutnya, karena belum semuanya dilakukan penelitian lebih jauh terutama daerah-daerah terpencil yang kurang mendapat bagian, sementara keberadaan daerah tersebut ikut berperan dalam konteks sejarah nasional.